
Akirnya kami pun ketiduran berdua.
Paginya kami berdua bersiap kebandara.
Karena aku mau pulang ke rumah secepatnya.
Walaupun bebas jauh dari orang tua, tapi rasa kehilangan dan kesendirian itu pasti muncul.
Dan aku sudah terbiasa dengan keramaian dan kehangatan keluarga.
Awalnya aku senang, karena gak ada yang perintah sana sni dan gak ada yang marah marah.
Tapi lama kelamaan rasa itu berubah jadi sedih.
Kami pun langsung pergi kebandara selesai bersiap.
Disana aku duduk manis dan Hendra yang kesana kemari cari tiket.
Lagi lagi dibayarin Hendra tiketnya.
Tapi kali ini dia beli tiket yang kelas bisnis.
Hendra: sayang nie aku sudah beli tiket. kita naik pesawat G dan aku ambil kelas bisnis.
Dela: kenapa ambil yang mahal?
Hendra: biar kita duduk berduaan aja. jadi gak ada orang ketiga.
Dela: teus selir selirmu itu bukan orang ketiga buat aku?
Hendra: sudah nah sayang. masa mau pulang kita harus bahas itu? nanti ujung ujungnya berantem.
Dela: yang mau berantem siapa? hadeehhhh
Hendra: yaudah kita nunggu dikafe ya..
Dela: iya sudah. kebetulan aku laper banget.
Kami berdua pergi ke kafe nya pesawat yang mau kita naikin. Karena pakai kelas bisnis jadi kita boleh pake kafenya.
Disana hampir semua menu aku ambil. emang hobiku makan jadi aku pikir rugi klo gak dicoba semua. haahaha
Hendra: banyaknya kamu ambil makanan sayang?
Dela: rugi klo gak dicobain semua ndra.
Hendra: lha nanti kan diatas dapat makan lagi sayang.. (sambil tepuk jidat)
Dela: kan kita berangkatnya juga nanti siang to.
Hendra: iya sih. kan aku bisa belikan kamu makan.
__ADS_1
Dela: nie bisa bertahan sampe siang kok. nanti diatas kan makan lagi.
Hendra: iya sudah terserah kamu aja.
Aku pun tanpa menghiraukan Hendra langsung cari meja dan makan dengan lahap.
Maklum lah semalam aku habis tempur sama Hendra. jadi kelaperan banget.
Kami pun menunggu disana sampai waktunya mau naik pesawat. selama di kafe, aku gak banyak omong sama Hendra. karena kebetulan juga disitu dia ketemu sama temannya. jadi dia sibuk ngobrol sama temannya.
Gak lama waktunya kami naik ke pesawat.
Disitu Hendra manja banget.
Dia bersandar disebelahku.
Saat pesawat sudah stabil habis take off, pramugarinya ngantar makanan. aku pun langsung melahap. dan minum susu sampai hampir 1 liter. hahaha
Hendra: awas nah sakit perut..
Dela: tenang aja. aku lho suka makan.
Hendra: nanti aku ajak kamu ke restoran temanku ya.. kan kamu suka seafood.
Dela: iya. janji ya..
Hendra: iya sayang.
Dan akirnya kami pun mendarat di bandara S.
aku pun gak dijemput sama orang rumah.
Karena mereka tau kalau aku bakal diantar sama Hendra pulang.
Mereka semua menunggu ku di rumah dengan senang. Sebelum sampai ke rumah aku pun minta tolong sama Hendra untuk mampir beli kepiting.
Dela: Ndra nanti mampir ke restoran kepiting ya?
Hendra: kamu mau makan lagi kah sayang?
Dela: bukan gitu. kan aku pulang gak bawa oleh oleh. berhubung dirumahku orangnya suka kepiting, aku mau belikan mereka kepiting aja.
Hendra: iya nanti aku belikan.
Dela: aku gak suruh kamu belikan. aku cuma minta mampir aja. ntar aku bayar sendiri.
Hendra: sayang, apa gunanya ada aku klo kamu bayar sendiri?
Dela: aku nie ada uang ndra. klo gak ada aja gak masalah. nanti dikira aku porotin kamu. ( dengan nada kesal)
Hendra: aku gak pernah bilang kamu porotin aku lho ya.. itu kamu sendiri yang bilang. lagian emang aku yang mau belikan kamu kok. emang salah?
__ADS_1
Dela: kamu emang gak salah. yang salah tuh orang yang dipenjara. aku cuma mau beli pake uangku sendiri.
Hendra: pokoknya aku yang bayar.
Dela: terserah kamu aja sudah. aku masih pusing trus kamu aja berdebat. jadi malas rasanya.
Hendra: udah jangan marah. nanti kamu tunggu dimobil aja. biar aku yang beli.
Dela: terserah kamu aja sudah.
Kemudian kami mampir ke restoran tersebut. dan Hendra turun dari mobil. aku dimobil sama temannya cuma diam aja.
karena aku gak terlalu kenal jadi aku gak banyak ngomong. temannya pun segan mau ngomong sama aku.
selesai Hendra beli kepiting, kami pun melanjutkan perjalanan ke arah rumahku.
Disitu aku bahagia banget walaupun badanku capek. semua keluargaku sudah menunggu aku dilantai 2.
kami pun akirnya turun dari mobil. dan Hendra juga mampur kerumah sekalian bawa semua barang barangku.
Dela: ma, pa, aku pulang..
Wawan: akirnya kamu sampai rumah..
Edi: sukurlah kamu sudah pulang dek.
Nita: rame lagi rumah nie..
Vicky: mana oleh oleh ku?
Dela: aku nie buron. bukan liburan.. hadeehhh
kami pun bercanda ria. Hendra juga ikut gabung sama keluargaku. disitu bahagia banget rasanya.
awalnya aku berfikir kalau Hendra bakal jadi jodohku. tapi ternyata itu terakir bagi Hendra untuk kumpul dengan keluargaku. Karena kedepannya kami sudah gak pernah ketemu lagi.
setelah Hendra pulang, aku pun gak hubungin dia lagi. dan dia pun juga jarang hubungi aku.
sampai suatu ketika aku ketemu sama Hendra di mall pas aku dengan kakak ku kumpul semua.
Wawan: Hendra, kamu sama siapa?
Hendra: sama teman kak. Dela mana?
Dela: kenapa cari aku?
Hendra: jahat banget sih?
Dela: tuh selirmu liatin aku sinis.
Hendra: itu sepupuku..
__ADS_1
Dela: hahaha kamu pikir aku anak kecil kah? dah aku mau ke wc.
Aku pun tinggalin Hendra yang lagi ngobrol sama kakaku Wawan. aku jdi ilfil banget. dan aku sudah memutuskan kalau hubungan kita harus berakir.