
kami pun menikmati cemilan kami sambil bersenda gurau.
gak lama datang orang yang gak di inginkan.
Didin: sama siapa kesini?
Hendra: biasa lah. para gadis. kamu kayak gak hafal aku aja. sehari gak bisa hidup tanpa gadis. hahaha (dia pun tertawa lepas)
kemudian munculah aku dari sebelah para gadis tadi.
Hendra: lho sayang, kamu kok bisa disini?
Dela: maaf, yang kamu panggil sayang itu siapa ya? (sambil bakar rokok)
Hendra: jangan pura pura gak tau deh.. (sambil senyum)
Dela: emang aku gak ngerasa dan gak tau kok. trus mau diapain? (nadaku jutek banget)
Hendra: sayang kamu marah ya gara gara aku ma cewek cewek ini?
Dela: eh... sory ya.. situ gak ada hubungan sama saya. ngapain saya marah.
Hendra kemudian langsung duduk dan gabung sama kita.
Didin: Ndra, Dela sekarang sudah jadi pacarku. aku harap kamu gak ganggu dia lagi. kan kamu sekarang dah ada pacar baru. kasian dia klo kamu mainin trus. aku niat serius ma dia.
Hendra: enak aja mau rebut Dela dari aku. kamu boleh ambil mobil atau rumahku tapi jangan ambil Dela. kita saudara jangan sampai ribut gara gara cewek. ( sambil menepuk pundak Didin )
Didin: maaf Ndra, kali ini aku gak mau ngalah. aku selalu ngalah sama kamu dalam semua hal.
Reza: maaf aku nyela kalian. ( dengan hati hati ) gini aja biar Dela sendiri yang menentukan.
Dela: maaf ya. aku gak mau ikut campur urusan kalian berdua. yang jelas sekarang aku sama Didin. dan bukan Hendra. cewek mana yang mau ma cowok tukang selingkuh gitu. kamu kira ini sinetron kah yang diam aja klo diselingkuhin.
Hendra: aku gak setuju pokoknya. kamu punyaku.
Didin: Ndra, jangan sampai hubungan kita rusak. aku dapat bekasmu gak papa. tapi kali ini aku gak ngalah. aku beneran cinta ma Dela.
Hendra: apa karna status keluarganya? biasanya kan pacarmu orang susah semua Din. baru ini kamu dapat yang setara ma keluargamu.
Didin: bukan gitu...
Dela: sudah selesai berdebatnya? ( Memotong pembicaraan mereka) aku mau pergi. jadi gak enak suasananya.
Hendra pun langsung tarik tanganku. dan seret aku kemobil. Didin dan yang lain cuma diam aja. karna mereka percaya sama aku kalau aku bisa ngatasi ini semua. dan mereka mau kasih ruang aku buat tuntaskan Hendra.
__ADS_1
mereka sadar klo ikut campur lebih jauh mungkin gak akan menyelesaikan masalah. yang ada malah buat masalah baru.
sesampainya dimobil, Hendra minta kejelasan akan hubungan aku dengan Didin.
Hendra: kemarin kamu balas aku lewat Kevin. sekarang Didin. maksud kamu apa sih Del? ( dengan nada membentak )
Dela: trus mau kamu apa? saya sudah bilang klo saya sudah gak mau ada hubungan sama kamu lagi. tolong kamu ngerti. ( balas membentak Hendra )
Hendra: aku gak mau putus sama kamu. dan aku mau nikahin kamu.
Dela: hellloooooo sory ya. saya gak mau nikah sama kamu. cewek mana yang betah sama cowok gak setia kayak kamu? klo gak karna uangmu aja, aku jamin gak mungkin ada cewek yang betah. kamu berharap saya betah dengan kemewahan yang kamu kasih? apa kamu lupa kalau saya bukan dari keluarga susah? apa kamu lupa kalau papaku juga orang berpengaruh disini? walaupun dia gak pamer sana sini kayak kamu!
Hendra: sayang jangan marah gini. baru kali ini aku liat kamu bener bener marah. aku minta maaf.
Dela: sudah saya maafkan. tapi saya sudah gak bisa balik lagi sama kamu kayak dulu.
Hendra: klo aku gak bisa dapatin kamu, jangan harap kalau kamu bisa dapatin Didin.
Dela: aku sudah selesai ngomong sama kamu. maaf teman temanku nunggu aku didalam. aku pergi dulu. jangan ganggu aku lagi.
aku langsung balik ke tempat teman temanku tadi.
Didin: gimana sayang?
Dela: selesai.
Pepeng: Del, pasti dirumah Didin ma Hendra perang lagi.
Dela: itu urusan merekan Peng. klo dah dirumah itu masalah keluarga. aku gak bisa ikut campur. cuma saran aku ke Didin, lebih baik pentingkan keluarga dari pada pacar. aku pun klo disuruh pilih, pasti pilih keluarga. pacar itu orang lain dan belum tentu jadi istri. dan ada sebutan mantan. tapi klo keluarga sampai mati pun tetap keluarga. dan darah dari nenek atau kakek pasti tersalurkan.
A'an: hebat kekeluargaanmu Del. lebih pilih saudara dari pada pacar atau orang lain..
Dela: itu didikan papaku an. beliau berpesan seburuk dan sejelek apapun mereka, kalau dia saudaramu dan masih mengalir darah keturunan dari nenek atau kakek, tetap mereka saudaramu. jangan sampai diabaikan.
Didin: makasi pengertianmu sayang. gak salah aku pilih cewek. aku berani ribut demi kamu sayang. ( sambil elus kepalaku )
Dela: tetap Din saran aku lebih baik kamu beratkan saudaramu dari pada aku. diluar masih banyak kok cewek yang lebih baik dari aku.
Didin: aku tetap perjuangkan kamu. aku nanti langsung bilang ma keluargaku kalau aku mau ajak kamu tunangan.
Dela: heeemmm pikirkan baik baik dulu ya..
kami pun bersenda gurau dan udah gak bahas masalah itu lagi.
sampai akirnya waktu sudah sangat sore dan kami memutuskan untuk balik ke hotel.
__ADS_1
dijalan pun aku minta antar Didin pulang buat ambil baju. karna aku sudah gak mau beli baju lagi. lemariku sampai gak muat gara gara banyak dibelikan baju sama Hendra dan Kevin kemarin.
Dela: sayang, antar pulang sebentar ya. aku mau ambil baju dulu.
Didin: iya sayang. sekalian nanti mampir ke toko roti dulu buat oleh oleh mama.
Dela: iya sayang.
kami pun langsung balik dan mampir ke toko roti.
sesudah itu kami pun melaju ke atau rumahku.
sesampainya dirumah ternyata banyak keluarga besarku ngumpul. aku lupa kalau hari ini arisan keluarga besar mamaku.
Dela: ma, aku pulang.
Didin: selamat sore tante. ini ada sedikit oleh oleh. ( sambil memberikan rotinya )
Mama: lha kok repot repot Din. sini tante kenalkan sama semua saudara Dela.
Didin: iya tante.
selagi mereka sibuk berbincang, aku naik ke atas untuk mandi dan ganti baju. aku juga ambil baju dan pakaian dalam untuk besok pagi. karna malam ini aku nginap dihotel lagi. dan besok didin harus balik kerja.
selesainya aku bersiap, aku pun turun. dan liat mereka berbincang akrab. sudah seperti keluarga sendiri.
aku akui Didin emang pintar ambil hati keluargaku.
Dela: siapa yang dapat arisan?
Mama: ya mama lah. kan sisa 3 namanya. dan itu nama mama semua.
Dela: mama niat arisan atau nabung sih. namanya kok sampe 3. hahaha.
Mama: nanti kamu klo arisan baru ikut ya.
Dela: iya.. yaudah ma aku pergi dulu ma Didin. ada yang mau diurus.
Mama: kamu pulang gak? ( sambil berbisik ditelingaku ).
aku cuma menggelengkan kepala aja dan mamaku dah ngerti.
Mama: yaudah hati hati ya dijalan.
Didin: iya tante. semuanya saya permisi dulu ya..
__ADS_1
dan semua keluargaku jawab serentak "iya".
kami pun pergi dari rumahku dan menuju kehotel lagi. diperjalanan kami gak banyak ngobrol. karna jaraknya dekat dengan rumahku, gak butuh waktu lama selama diperjalanan untuk sampai ke hotel.