
Dua hari lagi acara pernikahan Erwin akan dilaksanakan dirumah keluarga Tiara. Beberapa keluarga yang jauh sudah mulai sampai dan menginap dirumah ibu Vera. Rumah mulai ramai dan penuh, karena setelah acara dirumah orang tua Tiara berselang 4 hari akan ada acara mengunduh dirumah Ibu Vera. Persiapan acara dirumah Ibu Vera juga sudah hampir selesai.
Sehari sebelum acara Ijab Kabul Erwin merasa sangat gugup. Dia takut jika terjadi kesalahan dalam pengucapan, dia terus berlatih, namun ke khawatiran masih terlihat jelas diwajahnya. Fadli yang melihat mencoba memberi semangat kepada Erwin.
Fadli : udah bro.. jangan gugup. Kan kalo dah halal enak bro, mau diapain aja udah boleh semua. ucap Fadli sambil bercanda dan tertawa.
Erwin : hmm.. kamu belum tau gimana gugupnya, entar juga kamu ngerasain. Ucap Erwin ketus sambil berlalu meninggalkan Fadli karena ada hal yang harus dikerjakannya.
Malam harinya Ibu Vera, Erwin dan Indah santai didalam kamar Erwin. Mereka berdua menghibur Erwin agar tidak gugup menghadapi Ijab Kabul.
Erwin : dek..
Indah : hmmm...
__ADS_1
Erwin : kira-kira anak Abang yang pertama nanti cewek apa cowok ya dek, kalo cewek semoga aja gak bawel kayak kamu. ucap Erwin bercanda kepada Indah.
Indah : lah bang, dibuat aja belom, ya mana tau cewek ato cowok, lagian kalo mirip sama aku ya harusnya Abang tuh bersyukur karena kan aku cantik hahaha. Jawab Indah membalas Erwin.
Erwin : iya cantik, tapi galak, kasian Fadli ntar kena omel melulu sama kamu, bisa kurus kering anak orang. Jawab Erwin kembali meledek Indah. Begitulah seterusnya, mereka saling bercanda tapi tidak ada yang tersinggung dengan candaan itu.
Diruang terpisah Fadli mencoba membayangkan pernikahannya dengan Indah "seandainya aku yang nikah nanti sama Indah apa Ibu Vera juga akan menyiapkan pesta yang besar seperti ini?" ucap Fadli dalam hati.
"pasti akan lebih besar dan mewah, kan Indah anak perempuan satu-satunya di keluarga ini" gumam Fadli lagi dalam hati.
"saya terima nikahnya Tiara Amalia binti Ali Darmawan dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar lima ratus ribu rupiah dibayar tunai" ucap Erwin lancar tanpa dengan satu tarikan nafas dan setelah tuan Kadi bertanya kepada saksi tentang sah atau tidak semua saksi yang mengikuti Ijab Kabul menjawab "sah" dan seketika itu juga Erwin merasa lega.
Setelah itu mereka melakukan sungkeman kepada kedua orang tua masing-masing dan juga kepada mertua masing-masing. Acara berlanjut hingga malam hari.
__ADS_1
Fadli duduk disebelah Indah, dia terus saja mencuri pandang kepada Indah. Dia sangat mengagumi Indah dari segala hal, walaupun terkadang Indah bersikap kekanak-kanakan. Tapi justru itu membuatnya semakin Imut.
"Entar apa kita bakal kayak bang Erwin dan kak Tiara juga ya" tanya Indah kepada Fadli.
"iya donk sayang, kita akan bina rumah tangga kita sendiri nantinya, apa kamu sudah siap" tanya Fadli kepada Indah.
"haaa.. hmmm... hmmm... Hmmm... gimana ya, aku harus banyak belajar lagi supaya lebih pintar melayani suami" jawab Indah asal-asalan.
#############################
hai pembaca semuanya..
mohon saran dan kritiknya dikolom komentar ya, supaya novel ini bisa lebih baik lagi.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca karya saya.
Maafkan aku jika ceritanya masih belum menarik..😊