Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri
11 Ultah Indah


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Erwin dan Tiara selesai, maka mulai dari saat itu Tiara tinggal dirumah keluarga Erwin. Dia mulai melakukan tugasnya sebagai istri.


Beberapa hari ini Indah terus memperhatikan kelakuan kakak Ipar dan abangnya. Diperhatikannya bahwa tiap pagi rambut Tiara basah, dan Erwin juga setiap malam selalu cepat masuk kedalam kamarnya. "Masak iya sih tiap malem, apa gak capek ya" gumam Indah dalam hati.


Saat jam istirahat tiba Fadli menelfon Indah, dia rindu dengan Indah, tapi belum sempet bertemu dengan Indah dikarenakan sibuk bekerja mengejar target untuk biaya nikah dengan Indah.


Drttt.. drtt.. suara getar hp Indah dan dilihatnya nama Fadli ada disana. Segera dia mengangkat telfon dari Fadli.


"assalamualaikum.." jawab Indah .


" Walaikumsalam sayang, kamu lagi ngapain sayang, Abang kangen liat kamu neh, kangen sama manjanya kamu juga, kamu kangen gak sama Abang" terdengar suara Fadli diujung telfon.


"Ini telfon ato lagi wawancara sih, banyak banget tanyanya, dijawab belom udah tanya lagi" jawab Indah kesal karena Fadli terlalu memberondong dengan banyak pertanyaan.


"jangan marah dong sayang, nanti kamu cepet tua kayak Abang loh" jawab Fadli menggoda. Indah menarik nafas dalam dan mengembuskan dengan kesal.


"hmmm.. biarin aja"

__ADS_1


"udah makan sayang," tanya Fadli lagi.


"udah, baru aja, Abang udah makan?" jawab dan tanya balik Indah kepada Fadli.


"udah juga sayang, ya udah kalo adek lagi sibuk, nanti aja Abang telfon lagi ya, assalamualaikum calon istriku" ucap fadli.


"iya.. walaikumsalam calon imamku" jawab Indah sambil tersenyum sendirian.


Besok adalah hari ulangtahun Indah, Fadli bingung akan memberikan kado apa kepada Indah, dia bertanya kepada beberapa teman wanita ditempatnya bekerja, ada yang memberi saran untuk ngasi kado baju, jam tangan, coklat, boneka atau bunga. Namun menurut Fadli itu adalah hal yang biasa. Dia ingin memberikan sesuatu yang berbeda. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli sesuatu kado yang unik.


Sebelum datang kerumah Indah Fadli menyempatkan membeli kue ulang tahun untuk wanita tersayangnya itu. Setelah sampai dirumah Indah Fadli menyerahkan kue itu kepada kak Tiara. Dia mengatur kejutan sederhana untuk Indah. Sebelumnya Fadli telah meminta bantuan kepada Erwin untuk sedikit mengusili Indah pada hari ultahnya.


Fadli meminta Erwin untuk bekerja sama memberikan kejutan kecil dihari ulang tahun Indah, dan Erwin menyetujui hal itu, Erwin juga mengajak Istri dan Ibunya untuk ikut mengerjai Indah, dan Ibu Vera juga menyetujui itu.


saat berlangsung


Indah sedang berbicara serius dengan mama dan abangnya, Indah ditanya kesiapannya apabila Fadli mengajaknya menikah lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan. Indah bingung harus berkata apa, dia hanya mengatakan bahwa dia belum siap. Namun Erwin mengatakan bahwa Indah harus menyetujui hal itu, dan lagi menurut Erwin menikah sekarang atau besok kan sama saja, dan yang membuat Indah terkejut mamanya malah sangat mendukung Erwin dan ikut memojokkan Indah bahwa dia harus siap dengan ajakan Fadli untuk menikah secepatnya. Indah sangat terkejut, ditambah Erwin membentak Indah mengatakan bahwa Indah harus bersikap lebih dewasa. Tanpa sadar air mata Indah keluar dari ujung matanya. Erwin yang melihat itu memberi kode kepada Tiara bahwa kejutan siap untuk dilaksanakan. Saat Indah sedang menangis sesenggukan tiba-tiba kak Tiara datang dengan Fadli membawa cake ulang tahun sambil menyanyikan lagi "Happy birthday to you" Indah terkejut, dan Erwin serta Ibu Vera tersenyum melihat Indah. Indah semakin menangis sejadi-jadinya, tapi itu bukan tangis sedih, melainkan tangis bahagia dan kesal karena dia sadar telah dikerjai oleh Abang dan mamanya.

__ADS_1


"Maaf ya.. udah ngerjain adek, bahkan sampe ajak bang Erwin, kak Tiara dan Ibu juga" ucap Fadli sambil memegang tangan Indah.


"Lain kali kalo mau iseng bilang-bilang ya.. trus jangan kayak tadi, nyesek banget, aktingnya bagus deh buat kalian semua" jawab Indah kesal dengan diiringi tawa bahagia semua yang ada disitu.


"Minta kue.. adek mau kue.." rengek Deni tiba-tiba. Semua tertawa dan segera mereka semua meninggalkan Fadli dan Indah.


"hmmm... ini Abang ada bawa kado tuk adek, tapi Abang gak tau adek suka gak sama kado ini" ucap Fadli sambil memberikan sebuah kado kepada Indah. Menerima kado dari Fadli perasaan Indah itu rasanya seneng banget dan membuat Indah senyum dan merona malu. Indah tak menyangka bahwa Fadli ternyata sangat romantis.


"makasih ya bang kadonya." jawab Indah sambil menerima bungkusan kado itu. Dan Fadli hanya mengangguki ucapan Indah. Segera Indah membuka kado spesial dari Fadli, dan setelah dibuka Indah melongo dan memasang wajah bodoh, dia tak yakin bahwa hadiah yang diterima adalah sebuah payung lipat. Indah tak tau harus marah ato bersyukur, karena kado yang diharapkan jauh dari yang didapatkan.


##############################


hai para pembaca semuanya


maaf ya lama updatenya dikarenakan author sakit. dan ini udah mulai nulis lagi.


oh iya.. jangan lupa komentarnya ya supaya novel ini jadi lebih baik lagi.

__ADS_1


terimakasih..😊


__ADS_2