Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri
09 Kerumah Calon Mertua 02


__ADS_3

Setelah selesai waktu sholat Magrib, orang tua Fadli bersiap untuk mengajar mengaji anak-anak disekitar rumah mereka. Kedua orang tuanya dan kedua adik perempuannya ikut juga mengajar mengaji. Indah menjadi kagum pada keluarga Fadli yang sederhana itu. Dengan telaten mereka sekeluarga mengajarkan huruf demi huruf, ayat demi ayat pada kitab suci Al-Qur'an, ada juga yang masih belajar dari awal dengan buku Iqro. Setelah selesai mengajar mengaji mereka duduk bersama di ruang keluarga. Mereka bersenda gurau bersama, dan Indah semakin akrab dengan keluarga Fadli. Setelah bercanda bersama akhirnya waktunya mereka untuk beristirahat. Indah tidur bersama kedua adik perempuan Fadli. Mereka tidur bertiga seranjang. Indah merasa kurang nyaman, bukan karena harus tidur bersama kedua adik Fadli, tetapi karena mereka tidur menggunakan kelambu. Indah merasa sesak didalam kelambu. Dia tak pernah sekalipun tidur menggunakan kelambu, tapi Indah sungkan untuk mengatakan bahwa ia tak bisa tidur apabila harus menggunakan kelambu. Dua jam setelah tidur, Indah merasa nafasnya sesak, akhirnya Indah mengeluarkan kepalanya dari dalam kelambu.


"aaahhh.. gini kan enakan, gak nyesek nafas aku" gumam Indah dalam hati. Saat tengah malam mama Fadli bangun akan melakukan sholat Tahajud, selesai melakukan sholat Tahajud dia mengecek Indah dan kedua putrinya yang sedang tertidur. Alangkah kagetnya mama Fadli melihat ada kepala diluar kelambu tempat tidur anak-anaknya. Karena terkejutnya, mama Fadli spontan menjerit, dan terbangun semua orang dirumah itu termasuk Indah. Fadli dan ayahnya langsung berlari menuju kamar Indah. Segera Indah duduk dan menatap heran mama Fadli.


"Ya.. Allah nak.. kepala kamu rupanya yang keluar, Ibu terkejut nak liat kepala kamu keluar dari kelambu" ucap mama Fadli.


Indah hanya bisa tersenyum dan merasa bersalah. "Maaf Bu.. Tadi nafas Indah sesak, jadi Indah keluarin deh kepala Indah dari dalem biar gak sesak lagi" jawab Indah menjelaskan. Penjelasan Indah membuat seisi rumah itu tertawa. " Jadi kakak gak bisa tidur pakai kelambu ya, kok gak bilang sih, disini itu banyak nyamuk kak, gak hilang nyamuknya kalo cuma pake anti nyamuk aja, harus pake kelambu biar bisa tidur nyenyak kak" ucap adik Fadli memberikan penjelasan kepada Indah.


"maaf.. Indah gak pernah tidur pake kelambu, jadi agak nyesek" jawab Indah lagi.


"ya udah.. kelambu ini dibuka aja, kamu tidurnya pake selimut ya sayang, soalnya nanti kamu jadi santapan nyamuk, dan sebentar lagi pagi, udaranya akan sangat dingin" ucap mama Fadli.

__ADS_1


"iya Bu.. terimakasih, maaf sudah membuat keributan" jawab Indah.


Indah merasa malu karena telah membuat keributan malam-malam dirumah Fadli, dan Fadli hanya tersenyum melihat Indah begitu lucu.


Pagi harinya setelah bangun, Indah bergegas untuk mandi. Saat mandi pun Indah kembali membuat keributan yang menghebohkan seisi rumah itu. Saat sedang asik mandi tiba-tiba ada Pacet sawah yang tiba-tiba sudah lengket di betis Indah. Indah menjerit sejadi-jadinya didalam kamar mandi. Bahkan Indah juga menangis. Hal itu membuat mama dan adik Fadli kembali kebingungan. Mereka mengetuk pintu kamar mandi dari luar, karena saking takut dan terkejutnya Indah memukul-mukul betisnya, akhirnya Pacet yang lengket itu pun terjatuh dan hilang terbawa air.


"Indah gapapa kok Bu.. Indah cuma kaget aja tadi ada Pacet lengket di kaki Indah" ucap Indah dari dalam kamar mandi. Kedua adik perempuan Fadli tertawa mendengar itu dan Indah pun segera menyelesaikan mandinya dan segera memakai baju dan kemudian keluar dari kamar mandi.


"enggak kok buk, tadi Indah cuma kaget aja"


setelah diselidiki ternyata Pacet itu berasal dari baju ayah Fadli yang dipakai saat di sawah kemarin siang. "mungkin pacetnya sembunyi di baju ayah, nah pas kak Indah mandi pacetnya datengin kak Indah deh, mau hisap darah kak Indah" ucap adik Fadli sambil bergaya menakuti Indah dan mereka semua tertawa.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan Indah berpamitan untuk kembali pulang kerumahnya, dia meminta maaf kepada keluarga Fadli karena mulai dari tadi malam hingga pagi Indah terus membuat keributan yang membuat mereka panik. Dan keluarga Fadli memaklumi hal itu. Tapi rasa malu Indah cukup besar, rasanya dia sudah kehilangan muka didepan keluarga Fadli. Dia malu karena terlihat begitu manja dan tidak mandiri. Dia juga takut nanti orang tua Fadli akan menilainya buruk. Dan Fadli memahami apa yang dipikirkan Indah, Dia memberikan senyuman yang mengisyaratkan bahwa keluarganya memaklumi hal itu. Setelah berpamitan Indah dan Fadli langsung pergi.


Setelah Indah pulang keluarga Fadli masih mengingat kejadian lucu yang dilakukan Indah dan mereka semua tertawa


"lucu liat kak Indah, tidur kepalanya dikeluarin trus liat Pacet udah kayak liat ular kobra" ucap adik Fadli dan mereka kembali tertawa.


###############################


hai pembaca semua, pada tau kan Pacet itu apa, Pacet itu sejenis hewan lunak berukuran kecil dan hobinya menghisap darah manusia atau hewan, tetapi beda ya dengan lintah. dan memang bentuknya agak mirip lintah tapi bukan lintah. kalau boleh tau apa ya namanya didaerah kalian. boleh dong sebutkan di kolom komentar.


jangan lupa kritik dan sarannya juga ya, supaya novel ini bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


terimakasih semuanya..😊😊


__ADS_2