Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri
04 Memulai


__ADS_3

Dengan perjuangan yang gigih Fadli terus saja mendekati Indah, dan karena kegigihannya akhirnya Indah pun mulai tertarik kepada Fadli. Tetapi Indah masih belum sepenuhnya tertarik. Usia Indah masih terbilang muda dan karakter indah yang masih mau bermain-main menjadi tantangan tersendiri untuk Fadli.


Pagi-pagi sekali sebelum Erwin berangkat bekerja Indah menunggu Erwin di meja makan.


Indah : Bang.. kalo aku deket sama bang Fadli boleh kan? Kayaknya bisa dicoba neh. Ucap Indah kepada Erwin.


Erwin : boleh aja sih.. asal jangan mainin perasaan orang dek, dia itu niat serius loh sama kamu. Jawab Erwin.


Indah : hmmm.. serius amat ya.. takut banget temennya terluka. Jawab Indah lagi.


Erwin : ya jelas lah dek, soalnya kamu tuh masih anak-anak yang hobinya main melulu. Jadi ya mending Abang ingetin kamu supaya gak mainin perasaan Fadli. Ucap Erwin tegas sambil berlalu meninggalkan Indah.

__ADS_1


Indah hanya bisa diam dan berfikir mencerna apa yang dikatakan Erwin.


Beberapa Minggu berlalu, Fadli semakin dekat dengan Indah. Mereka sering mengirim kabar lewat telepon. Hingga suatu hari dalam hati Fadli memiliki niat untuk melamar Indah menjadi tunangannya. Namun sebelum Fadli menyatakan niatnya kepada Indah Fadli meminta saran kepada Erwin. Dan Fadli berinisiatif memberitahukan keinginannya itu melalui telepon kepada Erwin. Dan tanpa ragu Erwin menyetujui niat baik Fadli terhadap adiknya. Tetapi Erwin sempat mengingatkan Fadli untuk bisa memaklumi karakter adiknya yang masih kekanak-kanakan. Dan berharap Fadli dapat menjaga adiknya dengan baik.


Erwin bercerita kepada Ibu Vera tentang niat baik Fadli terhadap Indah. Dan dengan mudah Ibu Vera juga menyetujui niat baik Fadli. Menurut Ibu Vera Fadli adalah sosok yang tepat untuk menjaga Indah anak perempuan satu-satunya itu. Dan Ibu Vera bertanya kapan Fadli dan orang tuanya akan datang secara resmi untuk melamar Indah. Namun Erwin tidak menjawab karena Erwin juga tidak menanyakan hal itu kepada Fadli.


Sabtu malam, Fadli datang berkunjung kerumah Indah, kali ini kunjungan Erwin bukan untuk menemui sahabatnya Erwin, melainkan untuk menemui Indah dan menyatakan niat baiknya itu.


Fadli : Dek.. kamu tau kan kalo Abang ini sudah cukup matang untuk menikah, dan Abang ingin kamu menjadi pendamping Abang, dalam waktu dekat Abang akan datang bersama keluarga Abang untuk meminang kamu. Apa kami setuju dek? tanya Fadli.


Indah bingung harus menjawab apa. Dia terlihat berfikir keras untuk menjawab pertanyaan Fadli. Dan Fadli memahami kondisi Indah.

__ADS_1


Fadli : kenapa dek, apa kamu keberatan dengan yang barusan Abang katakan. Abang merasa yakin dengan kamu dek, itu sebabnya Abang berani mengatakan ini kepada kamu. Dan Abang juga sudah minta restu dari bang Erwin dan bang Erwin juga sudah menceritakan niat baik Abang kepada mama kamu, dan mereka setuju dek. Gimana menurut kamu dek? Fadli menjelaskan kepada Indah.


Indah semakin terkejut dan hanya terdiam dengan wajah bodohnya. Indah tak menyangka bahwa Abang dan mamanya telah mengetahui hal ini.


Indah : gimana ya bang.. Indah tuh masih belom pengen nikah, soalnya Indah ngurus diri Indah sendiri aja belom bisa apa lagi ngurus suami Indah nanti. Indah belom siap bang. Ucap Indah menolak secara halus.


Fadli memahami hal ini, dia sudah membayangkan ini akan terjadi, tetapi Fadli tetap mengatakan bahwa ia akan tetap menunggu Indah sampai Indah bersedia menerima lamarannya.


Waktu sudah malam, waktunya Fadli pamit pulang dari rumah Indah. Setalah Fadli pulang Erwin segera bertanya kepada Indah apakah Fadli mengatakan sesuatu yang serius. Indah menjawab iya dan mengatakan bahwa Fadli akan melamarnya namun Indah belum siap untuk hal itu. Erwin merasa kecewa dengan jawaban Indah. Dan tanpa mereka sadari Ibu Vera juga mendengar apa yang dibicarakan oleh kedua anaknya itu, dan Ibu Vera berinisiatif untuk menanyakan hal itu secara khusus kepada Indah apabila Indah sudah merasa tenang. Ibu Vera yakin pasti saat ini Indah merasa kurang nyaman dengan perkataan Fadli. Itu sebabnya Ibu Vera menunggu waktu yang tepat untuk membahas hal itu kepada Indah.


################################

__ADS_1


halo semuanya..


mohon saran dan kritiknya ya untuk memperbaiki karyaku ini. Aku harap kalian suka dengan ceritanya. Maafkan jika ceritanya kurang menarik..😊


__ADS_2