
Sementara Anin yang berada di dalam kamarnya sejak tadi terus menahan lapar , dia mau keluar kamar untuk makan tapi takut ketahuan oleh Pak Arya .
" aduh perutku lapar sekali kalau seperti ini terus bisa-bisa aku mati kelaparan . " gumam Anin sambil memegang perutnya
" kalau aku keluar takutnya nanti Pak Arya malah marah lagi , karena dari pas pulang dari rumah Ka Vina pak Arya marah dan setelah mendey penjelasan ku dia langsung masuk kamar tanpa berbicara sepatah kata pun , Tapi kalau aku nggak keluar aku bisa mati kelaparan . " Bingung Anin antara mau keluar atau enggak
Anin mencoba membuka pintu dan mengintip pelan dia melihat ke setiap sudut ruangan dan mencoba sedikit melangkah ke depan melihat pintu kamar arya yang masih tertutup rapat dan ruang keluarga serta ruang makan terlihat sepi . pelan tapi pasti Anin melangkah ke arah dapur dia mengendap mengendap seperti seorang maling yang takut ketangkap basah oleh pemilik rumah padahal posisinya di situ adalah istri dari pemilik rumah .
" kelihatan nya nggak ada orang aku harus cepat mengambil makanan dan memakan nya sebelum Pak Arya keluar dan bibi pulang dari luar . " gumam Anin yang langsung berlari cepat ke arah dapur
Anin dengan cepat mengambil nasi dan lauk dengan porsi yang banyak seperti orang yang sudah lama tidak makan.
" YaAllah lindungi aku . ". batin Anin .
tidak butuh waktu lama anin sudah menghabiskan makanan nya dengan cepat dan mencuci piring karena tidak mau ketahuan oleh siapapun di rumah , setelah selesai Anin langsung bergegas masuk kamar dan mengunci pintu kamarnya . bukan Anin takut sama bibi tapi bibi pasti akan menceritakan kepada Pak Arya kalau bibi tahu kalau dia sudah makan , Anin hanya takut di marah , padahal Arya nggak mungkin marah hanya karena Anin makan ,tapi lebih tepat nya Anin masih takut bertemu dan berbicara sama Arya .
" Alhamdulillah akhirnya perutku kenyang dan cacing-cacing di dalam perutku tidak demo lagi. " Anin berbicara sendiri dengan senyum dan sambil mengelus perutnya yang kekenyangan itu
keberuntungan benar-benar berpihak kepada anin , tidak lama anin masuk kamar Arya pun keluar kamar dan nggak lama kemudian bibi datang dari luar.
Anin yang mendengar suara dari luar pun mencoba mengintip dan membuka sedikit pintu .
" Ya Tuhan untuk aku cepat masuk ke dalam kamar kalau nggak bisa-bisa ketahuan sama si kutub utara itu dan bibi terima kasih bi udah datang di saat angin sudah selesai makan . " hehehe Anin tersenyum dan tertawa kecil
tidak lama setelah Anin bergumam sendiri tiba-tiba muka anin pun melo , kenapa bisa jadi serumit ini sih kehidupannya , untuk makan saja dia harus mengendap-ngendap seperti seorang pencuri , coba aja di rumah kedua orang tuanya dia pasti makan sepuasnya walaupun dengan lauk yang seadanya saja dan di rumah kak Vina dia juga pasti sudah makan apa yang dia inginkan tanpa harus takut ketahuan siapapun .
" Bu bapak Anin kangen Anin pengen pulang ke rumah Ibu dan bapak dan makan masakan ibu , " Anin tidak bisa menghubungi kedua orang tuanya karena handphone nya rusak ketika waktu Anin diculik .
" pasti ibu dan bapak memikirkan Anin kenapa Anin tidak juga menghubungi mereka Anin juga tidak ingat nomor ibu dan bapak ". gumam Anin .
Arya yang sudah merasa perut nya harus di isi dengan makanan pun keluar dan menuju ruang makan .
" Perut ku lapar sekali , ". gumam Arya
__ADS_1
" Bi masak apa hari ini . ". tanya Arya kepada bibi di rumah nya ketika bibi baru saja sampai ke dapur .
" Bibi masak makanan kesukaan den Arya den , tadi sudah bibi siap kan di meja makan. ". jawab bibi.
Karena sudah terlalu lapar akhirnya Arya langsung menuju meja makan dan ketika Arya mau ngambil nasi dan lauk Arya teringat pada gadis yang selalu bikin dia marah itu .
" Bi , gadis itu sudah keluar kamar dan makan nggak " tanya Arya .
" Aduhh itu bibi nggak tau den , bibi baru habis dari luar membeli bahan-bahan yang sudah habis . ". jawab bibi .
Melihat Arya yang kelihatan bingung bibi pun berinisiatif untuk memanggil nona nya itu .
Arya yang melihat bibi jalan menuju ke kamar Anin langsung buka suara .
" Mau kemana bi ? ". tanya Arya .
" Itu Den .. bibi mau nanya ke nona Anin dia sudah makan atau belum . ". jawab bibi .
" Non ... non Anin ... ". Bini mengetuk pintu kamar Anin .
Anin yang mendengar langsung membuka pintu kamar nya .
" Iya bi , ada apa ? ". tanya Anin .
"itu non , apa non Anin sudah makan ? soalnya tadi den Arya nanya non udah keluar untuk makan belum ,tapi karena bibi nggak liat non Anin makan maka nya bibi jawab bibi nggak liat dan bibi langsung manggil non Anin kesini . ". jawab Bibi .
" Tamat lah riwayat ku . ". gumam Anin .
" Kalau aku jawab belum pasti langsung di suruh keluar dan makan bersama nya , membayangkan muka nya yang di gin dan galak saja sudah membuat ku merinding ." Gumam Anin .
" Tapi kalau aku bilang sudah makan , bisa-bisa aku di bilang nggak sopan karena tidak menunggu nya untuk makan , Astaga kenapa jadi serumit ini sihh ya tuhan . ". lanjut Anin yang langsung memijit kepalanya pelan.
Karena Anin takut di bilang nggak sopan dan bikin Arya marah lagi akhirnya Anin bilang kalau dia belum makan .
__ADS_1
" Anin belum makan bi . ". jawab Anin pelan .
" Ya udah non , ayo langsung makan sama den Arya , jangan bikin den Arya menunggu lama non . " ucap bibi yang tau sifat Arya yang nggak suka menunggu terlalu lama , apalagi sekarang Arya sudah kelihatan sangat lapar .
" Iya bi , ayo . " Anin dan bibi langsung keluar kamar dan menuju ruang makan dimana sudah ada Arya yang duduk disana .
" Apa kamu mau mati kelaparan dari tadi pagi nggak makan nasi . " tanya Arya dingin .
" Nggak tuan . ". jawab Anin .
" Cepat ambilkan saya nasi , saya sudah lapar dan saya nggak mau mati karena menahan lapar . ". ucap Arya yang seolah menyindir Anin .
Karena Anin nggak mau si beruang kutub itu marah langsung dengan cepat mengambil nasi dan lauk untuk Arya .
" Selamat makan tuan . " ucap Anin .
" He'em ". jawab Arya berdehem .
Setelah Anin dan Arya selesai makan Arya buka suara .
" Besok ibu dan papa akan datang berkunjung kesini , kemasu barang-barang mu dan pindah sementara ke kamar ku . ". ucap Arya dingin.
" Ibu sama papa mau kesini . ? ". tanya Anin tersenyum senang ,
" Iya , dan ingat , jangan bicara apapun soal kamu yang sempat di culik ,aku nggak mau ibu dan papa marah kepadaku dan satu lagi , jangan bikin masalah . ". Arya memberikan peringatan pada Anin .
" Iya tuan saya tidak akan melakukan kesalahan sesuai yang tuan inginkan . ". sambung Anin .
" Oh ya satu lagi ... Besok kalau ibu dan papa sudah sampai kesini jangan panggil saya tuan , panggil aja mas karena saya nggak mau kalau ibu dan papa curiga dengan pernikahan sementara ini ." sambung Arya yang langsung masuk ke kamar nya .
Anin hanya diam menatap punggung Arya yang sudah menghilang .
~ Haii semua sampai sini dulu ya , besok kita lanjutkan lagi . mohon maaf kalau masih banyak kesalahan 🙏 , Author penulis baru jadi mohon di maklumi 🙏🙏😊
__ADS_1