Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri
Kesabaran Seorang Istri 39


__ADS_3

detik berganti detik , menit berganti menit , jam berganti jam , hari berganti hari , dan bulan berganti bulan . sekarang sudah memasuki 5 bulan pernikahan Arya dan anin tapi dalam rumah tangga tersebut tidak ada kedamaian sama sekali tidak ada perubahan dari sifat dingin nya Arya tidak ada perubahan dari perilaku nya Arya tidak ada kemajuan dari rumah tangga Arya dan Anin . Arya tetap cuek terhadap Anin , Arya tetap tidak peduli sama keberadaan Anin dan tetap kedua nya tetap bersandiwara di depan kedua orang tua Arya .


Beberapa bulan yang lalu Arya dan Anin sudah pergi untuk berbulan madu tapi bulan madu itu tidak seperti bulan madu selayak nya pasangan yang baru menikah , melainkan Arya tetap dengan pekerjaan nya dan anin selalu menikmati keindahan-keindahan bulan madu nya .


Hari ini tidak tau kenapa Arya marah-marah nggak jelas terhadap Anin ,pa yang Anin lakukan selalu salah di mata nya .


" Heii gadis aneh , kenapa kamu meletak kan kemeja saya di situ , nanti kalau kusut gimana kan saya malu , kamu tau sendiri saya seorang CEO Grand Cahaya , perusahaan terbesar di Jakarta . " teriak Arya ketika Anin nggak sengaja meletak kan kemeja nya di atas sofa kamar nya Arya


" Maaf tuan , saya nggak sengaja , tadi saya cuma ingin ke toilet bentar . ". ucap Anin menunduk .


" Alasan kamu aja , apa kamu sudah bosan tinggal disini . ". bentak Arya .


Anin yang pada dasar nya tidak mau tinggal bersama Arya pun sudah habis kesabaran nya , dia sudah terlalu mengalah selama ini . karena apa yang dia lakukan selalu salah di mata Arya .


" IYA SAYA BOSAN TINGGAL DI RUMAH TERKUTUK INI , MENDING SAYA KELUAR DARI RUMAH INI , KALAU PUN HARUS TIDUR DI KOLONG JEMBATAN SEKALIPUN ITU TIDAK MASALAH , YANG PENTING SAYA TIDAK TERSIKSA , TIDAK SENGSARA BATIN . " Emosi Anin meledak ,


" ohhh sudah berani menjawab ya kamu sekarang . " geram Arya .

__ADS_1


" Saya cape pak , saya ingin hidup dengan tenang tanpa rasa ketakutan . ". ucap Anin lemah .


" Apakah bapak tidak ada hati nurani sedikit pun untuk memperlakukan seseorang yang derajat nya di bawah bapak ? ,. kita hidup di dunia ini tidak sendiri pak, kita butuh orang untuk kita bekerja sama , kita butuh orang untuk memajukan perusahaan , kita butuh orang untuk membantu kita sakit , kita butuh orang untuk mengajari kita supaya pintar , kita juga butuh orang untuk menyolat kan jenazah kita dan kita butuh orang untuk mengubur kita ketika kita sudah meninggal pak , kita nggak bisa hidup sendiri di muka bumi ini " . Anin merosot kebawah sambil menangis , kali ini dia benar-benar sudah tidak kuat .


" Kurang apa saya selama 5 bulan ini pak , Saya selalu menyiap kan sarapan , makan siang dan makan malam untuk bapak meskipun bapak tidak pernah memakan nya , saya menyiapkan kan pakaian kantor bapak meskipun setiap hari saya harus mendengar kan teriakan bapak , dan saya selalu mengantar bapak kedepan pintu ketika bapak berangkat kerja dan menunggu kepulangan bapak , meski pun keberadaan saya sama sekali tidak di lihat oleh bapak . " lanjut Anin di tengah Isak tangis nya .


" Tapi kali ini saya menyerah pak , saya cape , terimakasih untuk 5 bulan ini pak , semoga kehidupan bapak bisa menjadi lebih baik dan selalu bahagia . ". lanjut Anin berdiri dan langsung melangkah keluar .


Arya yang melihat kepergian Anin hanya menatap intens , dari tadi dia tidak memotong perkataan Anin sedikit pun , dia mencerna apa yang Anin katakan dan semua itu memang benar , Anin selama ini sudah memperlaku kan nya dengan sangat baik , Anin selalu menghormati nya , Anin selalu menyiapkan kebutuhan nya meskipun tidak pernah dia hargai .


Sementara Anin yang langsung memberes kan pakaian nya , dan melangkah pergi , Anin tidak peduli ketika dia di tanyain oleh pekerja di rumah nya Arya , dia hanya pokus jalan lurus , dia tidak tau harus kemana , saat ini dia hanya ingin keluar dari rumah itu dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Arya .


" Aku nggak tau harus kemana , tapi aku harus pergi jauh dari rumah ini . ". gumam Anin yang terus melangkah kan kaki nya .


" Aku nggak boleh merepot kan siapapun termasuk kak Vina , aku nggak mau kak Vina sedih karena aku , sudah cukup selama ini pengorbanan kak Vina untuk aku . " lanjut Anin lagi .


" aku mau cari angkot aja , untung nya uang yang di kasi pak Arya waktu perjanjian itu masih aku simpan , lumayan bisa untuk aku bertahan hidup sebelum aku mendapat kan pekerjaan . " Anin yang melihat dompet dan kartu ATM nya .Waktu menandatangani perjanjian itu Arya sempat mentransfer sejumlah uang untuk DP nya , dan uang itu sama sekali belum pernah di pakai oleh Anin , karena selama ini Anin juga tidak di boleh kan keluar oleh Arya .

__ADS_1


Sesampainya Anin di depan jalan besar akhirnya ada salah satu angkot yang lewat dan Anin langsung menaiki nya .


" Mau kemana neng " tanya sopir itu ,


Anin yang bingung harus kemana, karena dia juga belum ngerti Selok belok jalan Jakarta ini


" kemana aja pak , penurunan angkot terakhir aja pak , saya akan turun disitu. " jawab Anin .


" Baik neng . "


" Selamat tinggal Arya , Selamat tinggal cinta bertepuk sebelah tangan, selamat tinggal ibu papa , Anin berharap ibu dan papa tidak membenci Anin suatu saat nanti . " gumam Anin yang merasa sedikit sesak di hati nya , tidak munafik Anin sudah menaruh hatinya terhadap Arya meskipun tidak diketahui oleh Arya .


" Ini adalah awal perjuangan ku , aku akan memulainya dari nol , aku pasti bisa . " Semangat Anin pada diri nya sendiri .


" KESABARAN SEORANG ISTRI " .


Untuk kaum Adam , jangan pernah engkau manyakiti hati kaum hawa , mereka kelihatan kuat di luar , tapi belum tentu mereka kuat di dalam , mungkin kamu hanya melihat dia selalu tersenyum , tapi apakah kamu tau , ketika dia sendiri dia sering menangis tanpa kamu ketahui . Dan apakah kamu tau kenapa dia menangis di belakang mu ??? . Karena dia nggak mau terlihat lemah di hadapan mu.

__ADS_1


__ADS_2