
Selepas sarapan Indah langsung membantu ibunya membereskan rumah dikarenakan hari ini Indah tidak bekerja. Setelah selesai membantu ibunya Indah langsung mengambil posisi duduk di depan TV. Saat tengah asyik menikmati siaran TV tiba-tiba ibu Vera datang.
Vera : nontona apa sih.. serius amat keliatannya? tanya ibu Vera berbasa basi.
Indah : biasalah mah, apa aja yang bisa ditonton, dari pada tidur masih belom ngantuk. jawab Indah asal saja.
Vera : boleh mama tanya ke kamu? tanya mama Vera lagi
Indah : boleh mah, ada apa sih kok keliatannya serius banget. jawab Indah penasaran.
Vera : menurut kamu jika seseorang berniat baik dengan kita apakah kita tidak boleh menerima perlakuan baik itu, maksud mama apa kamu tidak ingin mencoba mengenal Fadli lebih dalam, menurut mama dia orangnya baik, sopan dan ramah.
__ADS_1
Indah diam tak berkata, dia mencerna semua yg dikatakan mamanya.
Vera : sebenernya mama suka loh kalo Fadli bisa serius sama kamu. karna mama liat dia itu Dewasa dan bisa bimbing kamu. Ibadahnya juga bagus, apa lagi sih kurangnya sayang, lanjut ibu Vera.
Indah masih tak berkata apapun, tetap diam dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh mamanya. "Kurangnya sih banyak mah.. yang jelas aku masih belom suka sama dia" jawab Indah dalam hati.
Vera : mama harap kami bisa mempertimbangkan lagi, toh yang namanya tunangan itu kan gak langsung nikah sayang, jadi kamu masih bisa mengenal Fadli lebih dalam. Pinta ibu Vera kepada Indah.
Indah merasa kesal dengan dirinya, kenapa mamanya mulai mendukung Fadli. Menurut Indah secara tidak langsung mamanya menyukai Fadli dan berharap Indah harus mau dengan Fadli. Indah masih muda, dia masih ingin bermain bersama teman-temannya. Indah belum mau mempunyai beban seperti sebuah pernikahan yang menurutnya itu akan mengekangnya nanti.
Kenapa sih semuanya pada suka sama bang Fadli, trus nyuruh-nyuruh Indah Deket sama bang Fadli, dikira Indah tuh gak punya perasaan apa, main suruh- suruh aja. Omel Indah dalam hati sambil berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Indah berfikir keputusan apa yang harus dia ambil, apakah dia harus mengikuti nasehat mamanya untuk menerima Fadli menjadi tunangannya atau tetap bertahan untuk menolak Fadli karna dia masih belum ingin menikah.
Tanpa terasa sudah seminggu waktu berlalu. Dan selama seminggu ini komunikasi Indah dengan abangnya, mamanya dan Fadli kurang baik, mereka lebih banyak diam terhadap Indah, sehingga Indah merasa bersalah atas apa yang menjadi keputusannya. Akhirnya dengan berat hati Indah pun berkata kepada mama dan abangnya bahwa dia bersedia bertunangan dengan Fadli. Dan benar saja Abang dan mamanya bahagia mendengar hal itu. segera abangnya memberitahukan kepada Fadli bahwa Indah sudah setuju. Dan Fadli pun langsung memberitahukan niatnya itu kepada kedua orangtuanya agar mencari waktu yang tepat untuk datang ke rumah orang tua Indah dan melamarkan Indah untuk Fadli.
Disisi lain indah hanya bisa bersedih dengan keputusannya. Dia merasa telah terkunci dengan pertunangan dan pernikahan, dia belum mengenal Fadli dengan baik, dia hanya mengetahui hal baik Fadli dari abangnya tapi dia sudah harus bertunangan dengan Fadli. walaupun saat ini Indah tidak memiliki pacar, tetapi Indah merasa Fadli belum tepat untuk hatinya. Tapi demi berbakti kepada orang tuanya Indah menyetujui pertunangan itu.
################################
Hai pembaca semuanya..
mohon saran dan kritiknya ya..
__ADS_1
maafkan jika ceritanya masih kurang menarik..😊