Kesabaran seorang istri

Kesabaran seorang istri
08 Kerumah Calon Mertua


__ADS_3

Erwin :mah... ini uang yang udah aku kumpulkan untuk bantu mama pas acara resepsi pernikahanku bersama Tiara. Ucap Erwin.


Ya.. Erwin telah bertunangan lama dengan seorang gadis bernama Tiara, seorang gadis sederhana tamatan SMK yang bekerja sebagai penjaga toko tak jauh dari rumah Erwin. Karena Erwin bukan berasal dari keluarga yang kaya, maka ia bekerja keras untuk menghalalkan Tiara. Mamanya sangat mendukung Erwin.


Sesungguhnya buk Vera telah menabung untuk mempersiapkan pernikahan putra putrinya. Buk Vera sadar bahwa sebelum menikah putra putrinya adalah tanggung jawabnya. Dia tidak bertumpu pada suaminya, pak Joko, dia adalah seorang lelaki yang bisa dibilang tidak memperdulikan anak dan istrinya. Ibu Vera hampir berusaha sendiri untuk kehidupan dia dan ketiga anaknya. Pak Joko hanya membantu sedikit dari total seluruh kebutuhan keluarga itu. Buk Vera berharap anak-anaknya kelak harus lebih baik darinya. Untuk anak laki-lakinya buk Vera berharap harus menjadi seorang lelaki yang bertanggungjawab atas kewajibannya sebagai seorang suami, dan untuk anak perempuan semata wayangnya dia berharap mendapatkan seorang suami yang bisa membimbing dan menyayangi setulus hati hingga maut memisahkan. Ibu Vera tak mau rasa sakit dan perihnya menjalani rumah tangga yang tidak harmonis tidak terjadi pada anak-anaknya.


Ucapan Erwin membuat Ibu Vera meneteskan air mata, bukan karena sedih, tapi karena bahagia bahwa anak lelaki kebanggaannya telah belajar bertanggung jawab. Ibu Vera menerima uang pemberian Erwin.


Ya... Erwin 2 bulan lagi akan menikah, beberapa persiapan pun sudah mulai dilakukan, mulai dari mempersiapkan baju pengantin, booking tempat, pencetakan undangan dan lain sebagainya. Saking sibuknya Ibu Vera sampai kewalahan mempersiapkan semua itu, karena Ibu Vera menyiapkan semuanya sendiri tanpa bantuan suaminya.


Tinggal 2 Minggu lagi acara pernikahan sekaligus resepsi pernikahan Erwin akan digelar. Ibu Vera tidak sempat mengundang orang tua dan keluarga besar Fadli. Padahal orang tua Fadli adalah calon besannya. Karena waktu yang semakin dekat maka Ibu Vera juga semakin sibuk, akhirnya dia menugaskan putrinya Indah untuk datang kerumah keluarga Fadli. Dengan berat hati Indah menyetujuinya. Padahal Indah masih malu dan belum siap untuk datang sendiri kerumah keluarga Fadli.


Setelah selesai sarapan pagi sebelum berangkat bekerja, Ibu Vera menyempatkan berbicara kepada anaknya.


Ibu Vera : sayang.. mama gak sempet neh mengundang orang tua Fadli dan keluarganya, Abang juga gak sempet, terus kalo via telfon kan kayaknya kurang afdol, malu donk masak mama ngundang calon besan mama pake telepon. Jadi mama kasi tugas kamu buat ngundang orang tua Fadli, kamu yang wakilkan mama ya sayang. ucap Ibu Vera lembut merayu Indah.

__ADS_1


Erwin : iya dek, kasian donk mama gak ada yang bantu, lagian Abang juga udah ngomong kok ke Fadli kalo entar dia yang anter kamu kesana, soalnya kan jauh, ntar kamu nyasar lagi, ilang donk adek Abang yang paling manis ini. Tambah Erwin yang juga ikut merayu Indah.


Indah : ya udah deh Indah bantu, tapi kasi tau donk apa aja yang harus dibuat kalo ketemu calon mertua, Abang kan tau, adek gak pernah kayak gini, entar adek salah sikap malah jadi salah paham lagi. Jawab Indah.


Seketika mama dan abangnya tertawa mendengar jawaban Indah. Erwin tau bahwa adiknya gugup bertemu dengan orang tua Fadli. Apalagi Indah baru bertemu sekali itupun disaat acara pertunangannya.


Erwin : kalo itu kamu minta ajarin aja sama mbak Tiara, dia kan udah pernah, sering malah ketemu sama calon mertua. Ucap Erwin sambil tersenyum menggoda kepada Indah.


Indah : iya deh, ntar aku tanya-tanya sama mbak Tiara. jawab Indah.


Tiba waktunya Indah berangkat menuju kerumah orang tua Fadli. Dia harus menginap selama satu malam disana nantinya karena jaraknya cukup jauh. Setelah Fadli datang menjemput Indah mereka pun segera berangkat. Indah sangat gugup, selama dijalan dia hanya mencoba membayangkan cara bersikap yang baik didepan keluarga Fadli, dia tidak mau pertemuan pertamanya dengan keluarga Fadli malah terkesan buruk.


Arni : Eh udah sampe ternyata, gimana perjalanannya? pasti capek ya.. istirahat aja dulu dikamar Nuri ya, nanti kalo udah enakan dan gak capek lagi baru kita ngobrol ya. Ucap kakak Fadli. Indah hanya mengangguk saja saat kakak Fadli menyuruhnya istirahat, lagi pula memang badan indah terasa pegal semuanya, perjalanan itu cukup jauh baginya, dan dia memang ingin beristirahat sebentar.


Nuri mengantarkan Indah ke kamarnya. Setelah berganti pakaian Indah langsung merebahkan tubuhnya di kasur.

__ADS_1


Setelah dirasa cukup hilang rasa capek yang dirasakannya Indah keluar dari kamar dan menuju ruang keluarga, disana sudah berkumpul seluruh keluarga Fadli. Indah sangat canggung, dia belum mengenal semua saudara Fadli.


Indah : boleh saya bergabung disini. Ucap Indah gugup.


Siti : Tentu sayang.. sini duduklah bersama, apakah sudah tidak lelah lagi kamu sayang? ucap mama Fadli.


Indah : tidak buk.. sudah enakan kok. jawab Indah asal. Semua tersenyum ramah menatap Indah.


Setelah Indah duduk mama Fadli dengan ramah memperkenalkan satu persatu anggota keluarga yang ada disana. Dimulai dari ayah Fadli, kakaknya, dan kedua adik perempuannya dan satu adik laki-laki yang berada di luar kota dan sudah menikah.


Dan setelah itu Indah memperkenalkan dirinya dan menyampaikan maksud dan tujuannya dia datang kesana. Dan keluarga Fadli memahami apa yang disampaikan Indah.


###############################


hai pembaca semuanya..

__ADS_1


mohon kritik dan sarannya ya untuk memperbaiki kekurangan novel ini.


maafkan jika ceritanya masih belum menarik..😊


__ADS_2