
Di pagi yang sama tapi berbeda tempat , Seperti biasa Arya sudah siap dengan setelan jas nya untuk pergi ke kantor .
Ini adalah hari kedua Anin tidak berada di rumah dan tidak menyiap kan semua kebutuhan Arya .
ada sedikit rasa sepi di hati Arya .
" Kira-kira di mana ya keberadaan gadis itu. " lamun Arya yang sambil menatap sofa di mana Anin selalu di bentak oleh Arya .
" Ahh , kenapa jadi mikirin gadis itu sih , tapi kalau dia nggak kembali kerumah ini lagi , nanti gimana aku menjelas kan kepada ibu dan papa . " lanjut Arya .
" Aku sihh nggak peduli ya mau dia balik atau nggak nya , tapi aku bisa di habisin sama papa , Lihat sorot mata nya aja sudah membuat ku merinding . ". gumam Arya , bisa di katakan dia tidak takut sama siapapun di dunia ini kecuali papa nya , papa nya jarang bicara , tapi sekali bicara pedas nya melebihi Cabe rawit .
semenjak angin keluar dari rumah Yoga yang menjemput Arya sama sekali tidak banyak bicara Yoga bicara seperlunya aja itupun tentang pekerjaan di luar pekerjaan diam , Yoga masih kesal dengan tingkah laku Arya .
" Lo kenapa sih dari kemarin diam aja kayak cewek datang bulan aja Lo , biasa juga nyerocos terus . " tegur Arya yang melihat Yoga hanya diam di ruang keluarga .
siapa sangka Yoga sama sekali tidak mengubris Apa yang dibicarakan oleh Arya , Yoga masih fokus pada layar laptop yang ada di depannya , Arya yang merasa omongannya tidak digubris pun kembali melihat ke arah Yoga .
"hei gue nanya lo kenapa lo nggak jawab. " Arya buka suara lagi sambil menuju ke arah meja makan untuk sarapan .
" Maaf Ya , gue lagi sibuk , pekerjaan lebih penting lagian kita setiap hari juga sudah sering ngobrol di luar pekerjaan jadi biarkan gue fokus dulu . ". jawab Yoga dingin
" Cia elah gaya Lo. "
" gue sarapan dulu , Lo tunggu aja dan tumben lo kok nggak sarapan biasa aja langsung duduk di meja makan . " sambung Arya lagi
__ADS_1
" lagi nggak nafsu . " jawab Yoga simple
karena malas berdebat dengan Yoga akhirnya Arya memilih untuk diam dan melanjutkan sarapannya karena banyak hal yang harus dia pikirkan soal pekerjaan , apalagi sekarang Anin tidak ada di rumah dia harus mencari cara gimana untuk menemukan Anin dan membawa Anin pulang kembali ke rumah .
tidak ada angin tidak ada ribut tiba-tiba Vina menelpon asisten Yoga dan menanyakan keberadaan Anin , menanyakan kabar anin , dan menanyakan keadaan Anin saat ini dan Vina juga ingin mengobrol sedikit dengan anin , itu yang membuat Yoga bingung antara menjawab Yang sejujurnya atau berbohong tapi kalau Yoga terus-terusan berbohong lama-lama juga bakal ketahuan .
" Bu Vina .. " gumam yoga .
" Haloo selamat pagi Bu Vina , apa ada yang bisa saya bantu untuk urusan pekerjaan . " Yoga basa-basi padahal dia sudah tahu tujuan Vina menghubunginya itu hanya untuk menanyakan kabar Anin .
" halo Pak Yoga Maaf mengganggu waktu Pak Yoga pagi-pagi seperti ini saya cuman mau nanya apakah Pak Yoga sekarang berada di rumahnya Pak Arya ? " tanya Vina karena setahu Vina setiap pagi dari Senin sampai Jumat pagi-pagi sebelum jam kantor Yoga pasti berada di rumahnya Arya .
" iya iya benar Bu Vina saya sekarang masih berada di rumah Pak Arya apa Bu Vina ingin bicara langsung sama Pak Arya . " tanya Yoga
" Ohh tidak pak , terimakasih , saya tidak mau mau mengganggu waktu pak Arya , lagian saya menghubungi pak yoga hanya ingin menanyakan kabar adik saya Anin . ". jelas Vina.
" oh seperti itu , keadaan Bu Anin baik-baik saja Bu Vina . ". " maaf kan aku yang harus berbohong yaAllah " gumam yoga .
" boleh kah saya bicara dengan adik saya sebentar pak , saya cuma mau memastikan kalau dia baik-baik saja , tapi itu pun kalau pak yoga nggak keberatan karena selalu saya repot kan , kalau saya mengganggu waktu pak yoga saya matiin aja telpon nya . ". sebenarnya Vina benar-benar merasa nggak enak saat ini , tapi dia bingung harus menghubungi Anin lewat siapa , nggak mungkin dia menelpon bos besar nya hanya untuk menanyakan keberadaan Anin.
" Sebenarnya saya nggak keberatan SMA sekali Bu Vina , tapi posisi sekarang disini ada pak Arya , kamu kan tahu sendiri Bu Anin nggak di boleh kan berkomunikasi dengan siapapun semenjak kejadian penculikan itu . " yoga terpaksa berbohong , karena kalau dia mengatakan yang sejujurnya Vina pasti akan sangat murka terhadap Arya dan juga dirinya .
" ohh gitu ya pak , ya udah pak gapapa , lain waktu aja. . " ucap Vina .
" sekali lagi saya minta maaf ya Bu Vina , semoga lain waktu saya juga bisa membantu Bu Vina untuk bertemu Anin. ." yoga terpaksa harus meng iming-iming kan semua itu .
__ADS_1
" iya pak yoga , gapapa saya ngerti kok posisi Anin . Terimakasih ya pak untuk respon nya , maaf mengganggu waktu bapak . ". sambung Vina .
" sama-sama Bu Vina . " telpon antara Vina dan yoga pun terputus
" Yah kakak nggak bisa ngobrol langsung sama kamu dek , padahal kakak rindu banget dengar suara kamu . ". gumam Vina yang lagi-lagi hanya bisa menatap foto Anin di layar ponsel nya .
" Semoga kamu baik-baik saja dek , semoga kamu sehat , dan di lindungi oleh Allah di mana pun kamu berada. " doa Vina , kasih sayang Vina benar-benar tulus terhadap Anin , mungkin di diri Anin Vina menemukan sosok teman , adik , sahabat , dan rekan kerja makanya dia bisa sesayang itu kepada Anin .
Arya yang dari tadi melihat yoga yang telponan sembunyi-sembunyi pun bertanya.
" Habis telponan sama siapa kamu , tumben ngomong nya pelan, dan berbisik lagi . " kepo Arya .
" bukan siapa-siapa , dan bukan urusan kamu juga . ". jawab yoga dingin .
Arya yang melihat tingkah yoga yang benar-benar cuek pun sedikit emosi .
" Kamu kenapa sih Ga dari tadi di tanya jawab nya ketus terus . " tanya Arya .
" Gimana , enak nggak di ketusin , enak nggak di cuekin , nggak enak kan " tanya Yoga .
" itulah yang Bu Anin rasain waktu bersama dengan kamu Ya , maka nya jangan terlalu dingin sama orang , kita hidup juga butuh komunikasi dengan orang lain , bukan hanya diri kita sendiri . " lanjut yoga .
" Apa kamu sudah selesai sarapan , kalau sudah kita langsung berangkat ke kantor , karena kalau terlalu lama nanti bisa kejebak macet . ". yoga bangun dari tempat duduk nya dan langsung melangkah ke luar dan membuka mobil untuk Arya .
Baru kali ini Arya tidak bisa melawan dan menjawab . karena dia merasa yang di katakan yoga itu memang benar .
__ADS_1