
Setelah 2 minggu Indah menyetujui pertunangan itu maka kini tibalah saatnya mempersiapkan segala hal untuk acara pertunangan itu. Indah dan Fadli beserta Ibu Vera pergi mencari cincin, orang tua Fadli tidak ikut bersama mereka dikarenakan orang tua Fadli berada di kampung halamannya. Setelah selesai mencari cincin mereka mencari kebutuhan lainnya sampai semuanya lengkap baru mereka pulang.
Indah kelelahan berjalan mengikuti mamanya berkeliling. Sesampainya di rumah Indah langsung menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Dia tidak memperdulikan Fadli yang sedang mengobrol dengan abangnya. Namun tiba-tiba Ibu Vera datang dan menyuruh Indah untuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk Fadli dan abangnya yang sedang mengobrol. Rasa malas menyelimuti Indah, tapi dia tidak mau membantah perintah mamanya.
Erwin : selamat ya bro.. akhirnya perjuangan kamu gak sia-sia. Semoga kamu bisa jaga adekku dengan baik, jangan pernah sia-siakan atau bahkan nyakitin adekku, kalo sempet itu terjadi maka aku lawan pertama yang bakal kamu hadapi. Ucap Erwin sedikit mengancam kepada Fadli.
Fadli : tenang bro.. adikmu bakal aku jaga dengan sepenuh jiwa dan ragaku, gak bakal aku sia-siakan deh, kamu bisa pegang janjiku. Ucap Fadli meyakinkan Erwin.
Indah datang membawa air minum dan cemilan untuk Fadli dan abangnya. Dia meletakkan minuman dan cemilan itu dengan wajah datar tanpa expresi.
Erwin : senyum donk dek.. udah mau tunangan juga, ntar cantiknya luntur loh kalo cemberut gitu. Goda Erwin kepada Indah. Tapi Indah tidak merespon apa yang diucapkan oleh Erwin dan langsung meninggalkan mereka. Fadli merasa ada yang tidak beres dengan Indah. Akhirnya dia mengajak Indah untuk berbicara sebentar.
Fadli : dek.. bisa kita ngobrol sebentar, ada yang pengen Abang tanyain ke kamu. Ucap Fadli kepada Indah sambil berlalu meninggalkan Erwin.
Indah : oohh.. iya bang.. jawab Indah sambil mengikuti Fadli.
Fadli : dek.. kenapa kok keliatannya kamu gak semangat gitu, apa ada masalah.
Indah : gak ada. jawab Indah asal.
Fadli : yakin kamu dek? tanya Fadli lagi.
__ADS_1
Indah : iya yakin.
Fadli : kalo ada masalah kamu ceritakan ke abang, mana tau Abang bisa bantu, ato kamu kecapean ya? ucap Fadli menebak-nebak.
Indah : enggak kok..
Fadli semakin yakin ada sesuatu yang disembunyikan Indah, tak biasanya Indah bersikap ketus seperti itu dan sikap Indah membuat Fadli semakin penasaran. Dia merasa bahwa Indah belum siap untuk bertunangan dengannya, akhirnya untuk melepaskan beban dihatinya Fadli memberikan untuk bertanya kepada Indah. Sambil memegang kedua tangan Indah Fadli mencoba berbicara lagi dengan lembut kepada Indah.
Fadli : dek.. apa bener kamu yakin dan siap mau bertunangan dengan Abang?
Expresi terkejut langsung terlihat diwajah Indah, tapi dia berusaha untuk menyembunyikan.
Indah : kenapa kok Abang tanya gitu? tanya Indah penasaran.
Fadli : Abang cuma pengen kamu jawab yakin ato siap aja, jawab Fadli lagi.
Indah : Iya yakin.
Fadli : bener dek,
Indah : Iya bener
__ADS_1
Fadli : Demi Allah kamu yakin
Indah sedikit ragu untuk menjawab.
Indah : iya. jawab Indah asal.
Fadli : Alhamdulillah kalo kamu yakin, kalo Abang tau kenapa kamu keliatannya kayak ada beban, coba kamu ceritakan sama Abang.
Indah : gak ada kok, aku baik-baik aja. jawab Indah sambil berlalu pergi meninggalkan Fadli.
Fadli memaklumi sikap kekanak-kanakan Indah. Menurutnya dia harus lebih dekat dengan Indah, memahami keseluruhan sikapnya agar Indah dapat menyesuaikan diri dekat dengannya.
Seminggu setelah pembelian cincin maka acara pertunangan pun tiba. Sungguh Indah sangat merasa tidak bahagia dengan pertunangannya. Tapi dia berusaha tersenyum. Acara demi acara telah dilewati. Setelah selesai acara keluarga Fadli pun pulang kembali kekampung. Dan setelah berganti pakaian Indah langsung pergi bersama teman-temannya. Satu orangpun teman Indah tidak ada yang tau bahwa Indah telah bertunangan. Indah sengaja tidak memberi tahu temannya karna dia merasa nanti temannya akan mengejek Indah bertunangan dengan orang tua karna wajah Fadli cukup dewasa. Akhirnya jika ada yang bertanya ada acara apa dirumahnya Indah hanya mengatakan ada acara kumpul keluarga mama dan ayahnya.
Didalam perjalanan menuju kampung, keluarga Fadli merasa senang karena Fadli mendapatkan seorang wanita yang cantik dan baik seperti Indah. Mereka tak hentinya memuji kecantikan Indah yang terlihat natural. Dan dalam perjalanan juga Fadli terus diusilin oleh kedua adiknya yang merasa senang akan mendapatkan kakak ipar yang cantik. Dan Fadli merasa bangga dengan hal itu.
##############################
hallo semuanya..
mohon dukungannya ya dengan memberikan saran dan komentar untuk kemajuan novel ini.
__ADS_1
terimakasih..😊