KESANDUNG CINTA CALON DUDA

KESANDUNG CINTA CALON DUDA
Pengkhianatan seorang teman


__ADS_3

Dua hari setelah kedatangannya Hermansyah ke anak cabang perusahaannya di Surabaya, ia memutuskan untuk terbang ke Taipei menuju tempat yang sudah diinformasikan oleh Jepri, spion sewaan Hermansyah untuk menyelidiki Nadira selama menjalankan fashion show yang selama ini ia geluti.


Antara kemarahan dan kepasrahan akan kehidupannya kedepan, Herman sudah bertekad untuk mengakhiri pernikahan yang hanya untuk kedok Nadira saja, gaya hidup foya-foya bahkan sudah melakukan adegan ranjang dengan laki laki lain, ini sangat memalukan bagi Herman. Sebab dalam hidupnya pernikahan adalah janji sakral, dan bukan sebuah permainan ataupun ajang perselingkuhan.


Pesawat yang Herman tumpangi mendarat dengan selamat di bandara internasional Taipei. Seorang guide datang menghampirinya, dan membawanya kesebuah hotel yang sudah disediakan oleh Jepri, di hotel yang sama dengan Nadira bertempat tinggal bersama kekasih gelapnya.


Semua trik untuk menangkap kebejatan Nadira sudah tersusun rapi, Herman hanya tinggal menjalani saja. Namun hati siapa yang akan semudah itu menerima kenyataan bahwa kekasih jiwa dan pernah mengucapkan ikrar sehidup semati, ternyata menusuk dari belakang.


"Nadira...." Desis Herman ketika dengan mata kepalanya sendiri, wanita yang sangat ia cintai menggelayut manja di pundak laki-laki lain, dan yang paling menyakitkan dia adalah teman dekat sekaligus sahabat saat masih duduk di bangku SMA.


"Ini tidak mungkin! Ronny!" Bagaikan petir di siang bolong, ketika dari kejauhan ia mengetahui laki-laki itu benar-benar adalah Ronny Pramono, teman yang selama ini ia bantu secara finansial di saat ia mengalami penurunan bisnis.


"Sabar tuan... Biarkan mereka melakukan apa yang ia rasakan saat ini, kita tunggu saja." Jepri menahan emosi Herman yang sudah berada di ambang ketidaksabarannya.


Herman saat itu menghadiri acara fashion show, dan sebagai tamu eksekutif di ”Taipei Fashion Week” dengan tema “NOWism”. Pagelaran mode bertaraf internasional ini, bertempat di Taipei World Trade Center Hall 3 dan Songshan Cultural and Creative Park.


"Jepri kau ikuti dia, beri info detail mungkin padaku." Herman pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan hancur berkeping.


Jepri menyaksikan kepergian Herman dengan perasaan yang hancur, tekadnya adalah hanya satu, ia akan membantu sebaik mungkin membongkar kebusukan Nadira untuk Herman.


Sedangkan di barisan tempat duduk para wanita pada bangku kursi paling depan terdapat Nadira dan Ronny Pramono duduk dengan mesra, tangan mereka selalu bertaut seakan enggan untuk menjauh satu sama lain.


Waktu mendekati masa akhir pergelaran fashion show tersebut, terlihat dari jauh Nadira berjalan bersama Ronny, mereka menuju lobby hotel yang tidak jauh dari area center hall.


Menuju hotel tempat mereka menginap yang juga sama dengan tempat dimana Herman juga berada di area tersebut.


Nadira yang sedang di mabuk asmara, tidak peduli dengan apapun di sekitarnya hanya satu kemauan saja saat ini, yaitu segera sampai pada private room tempat dia menginap lalu segera menikmati keinginan yang sudah ia tahan sejak menyaksikan fashion show tadi.


"Sayang...lakukan sesuka mu, aku adalah milikmu..." Nadira dalam kekuasaan Rony saat ini, mereka melakukan kenik matan liar dan lupa akan status masing-masing.

__ADS_1


Tubuh putih bersih itu mulus tanpa balutan selembar kain, menikmati apa yang ia cari.


Kenik matan yang sudah mengelora telah membuat akal sehat mereka mati, mereka tidak menduga sama sekali bahwa setiap gerakannya sedang dalam pantauan.


Jepri sudah bekerja sama dengan keamanan dan kepolisian setempat untuk mendapatkan ijin dan wewenang mutlak untuk melakukan penggrebekan atas pasangan yang bukan suami istri itu.


Rinti han dan desa han Nadira semakin membuat Rony blingsatan untuk terus menyalurkan kemauan Nadira yang tidak ada batas kepu asan nya.


Hingga.... ting... tong....


Karena di setiap negara tentu ada kebijakan sendiri, atas undang-undang tentang penangkapan tersangka mesum yang bukan pasangannya, dan untuk menghindari kegaduhan atau kerusakan pada property hotel.


Jepri memakai jasa office boy, dengan dalih mengantar sesuatu ke kamar Nadira.


"Ohhh sayang ini hotel apa sih, sedang naik-naik nya ada aja bel berbunyi." Keluh Ronny sambil mengenakan boxer untuk membuka pintu kamar.


Ronny berusaha mendekat, "Her, ini tidak seperti yang kau bayangkan, kami..."


Nadira terbelalak terkejut setelah menyaksikan siapa yang berada di depan.


"Tutup mulut busuk mu Ronny! Kau bang sat, teman macam apa huh?" Hermansyah berteriak lantang.


"Sayang... Herman, ah aku bisa menjelaskan semuanya, aku!" Nadira tidak pernah menduga kalau Herman akan datang dan memergoki affair yang ia telah lakukan dengan Ronny


"Ini yang kau cari Nadira, puas?" Tangan Herman dengan kepalanya menonjok wajah Ronny dengan sekuat tenaganya.


"Dan kau! Tega kau lakukan ini Ronny, apa matamu buta huh? Siapa Nadira, atau jangan-jangan ini semua sudah kalian rencanakan," Sakit rasa hati Herman sehingga sulit bagi Herman untuk melontarkan kata-kata nya yang sudah ia susun rapi.


"Herman kita bisa bicarakan semua ini baik-baik," Ronny mengucapkan sebuah kata konyol, dan memberikan kain untuk Nadira dan dirinya sendiri sebagai penutup tubuhnya yang telan jang bulat itu.

__ADS_1


"Nadira... Malam ini kau aku talak tiga! Kita bukan sepasang suami istri lagi." Herman tidak perduli dengan jeritan dan lolongan Nadira yang menangis menyesali perbuatannya.


Langkah gontai Herman melukiskan bertapa sakitnya penghianatan seorang istri dan wanita yang paling ia sayangi dengan laki-laki yang selama ini ia tutupi kekurangannya dalam berbisnis.


Nadira pucat pasi dengan keputusan Herman yang telah memberikan talak tiga pada dirinya, seketika ia histeris dan menangis sejadi-jadinya.


"Nadira... Sudah jangan bersedih! Semua bisa di atur aku paham betul karakter Herman, dia tidak akan melakukan itu semua. Toh... andaikan ia benar benar menceraikan mu, aku akan menikahi mu." Hibur Heru pada Nadira yang masih saja histeris dan menyesali perbuatannya.


"Sayang....tidak bisa! Aku tidak akan mau di cerai oleh Hermansyah, kami sudah punya Kayla. Aku harus secepatnya kembali ketanah air, setidaknya aku harus bisa membawa pergi Kayla dari Herman."


Raungan tangis Nadira menyayat hati, Hermansyah


Hermansyah hari itu juga bertolak ke Indonesia dengan dengan segala kehancurannya, separuh nyawanya begitu saja bercinta tepat di depan matanya.


'Bro...pakai pengacara yang bagus layangkan gugatan cerai pada Nadira secepatnya."


Hermansyah menghubungi Simon untuk melakukan gugatan cerai kepada Nadira melalui pengacara.


Sakit.... Namun lega terasa, dengan perasaan yang mantap ia kembali mengacu pada bisnisnya dan bagaimana ia akan menjadi single Father untuk Kayla yang masih usia batita.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Weh kek satpol PP aja yah 🤭, tapi ya memang begitu adanya, kalau nggak di grebeg bisa-bisa tambah nakal mereka 🤧.


semangat yuk bestieh, puasanya lancar kan? jangan lupa like, komen membangun yah bestieh.


Salam Sayang Selalu By RR


To be continued 😉

__ADS_1


__ADS_2