Kesayangannya Guru Cantik

Kesayangannya Guru Cantik
makan malam bersama


__ADS_3

Andy membawa secangkir kopi itu ke dekat mulutnya lalu meniupnya, aroma kopi pun langsung tercium di hidungnya.


Dalam secangkir kopi hitam


ada banyak sekali renungan


tentang kehidupan yang terus berjalan kadang semua terasa manis, tidak sedikit terasa begitu pahit sama seperti secangkir kopi Andy ini. ada banyak rasa didalamnya tidak hanya pahit dan manis tapi juga nuansa keduanya yang membuat gairah untuk terus melangkah.


Hari ini waktu sudah jam 17 : 30 jadi matahari sudah senja,


Andy masih duduk di balkon kamarnya sambil menikmati semburat senja yang mengajarkan bahwa sesuatu yang berakhir, tak selamanya tak indah. Karena senja termasuk salah satu suguhan ternikmat yang disajikan.


Setelah puas menikmati senja Andy masuk ke kamarnya lalu merebahkan dirinya di atas tempat tidur, Andy mengingat saat pertempuran dirinya kemarin melawan Rury dan Dinda. Andy berpikir mengapa dia kemarin harus melawan Dinda juga padahal Rury saja sudah cukup baginya, Andy itu ibarat orang yang sedang melempar manggis tapi yang jatuh bukan hanya manggis tapi mangga pun andy dapatkan.


Lebih jelasnya, Andy sedang mendekati Rury yang masih gadis tapi tidak di sangka Dinda yang sudah janda pun Andy dapatkan. Sepertinya surga sangat menyayangi orang seperti Andy ini makanya Andy di kasih keberuntungan yang berlipat ganda, hebat sekali bukan?


Memang kalau di pikir-pikir permainan Dinda memang lebih hebat di banding Rury, wajarlah mungkin karena Dinda sudah berpengalaman sementara Rury baru sekali nyoba jadi sudah pasti perporma mereka berbeda jauh.


Disaat Andy sedang memikirkan semua itu tiba-tiba ponsel Andy berdering, Andy mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelponnya ternyata Rury yang menelponnya. Andy langsung bersemangat dan langsung mengangkat telepon dari sang pujaan hati


"hallo sayang ada apa" ucap Andy bertanya setelah sambungan telepon mereka terhubung.


"sayang malam ini kamu sibuk gak, kalo kamu gak sibuk kamu datang ke rumah aku yah aku sama mama sudah nyiapin makan malam buat kita. Aku sama mama mengundang kamu makan malam di sini" ucap Rury di sebrang telepon.


"iya sayang setelah mandi aku akan jalan kesana, kamu tunggu aja di sana" ucap Andy menjawab


Setelah mematikan teleponnya Andy langsung bergegas ke kamar mandi dan langsung membersihkan tubuhnya, setelah bersih dan wangi Andy keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian.


Setelah berpakaian Andy turun ke bawah dan langsung berjalan menuju rumah Rury yang ada di sebrang Rumahnya, Andy hanya berjalan kaki karena memang rumah Rury sangat dekat.


Setelah kira-kira 500 langkah Andy sudah sampai di depan pintu rumah Rury, setelah Andy mengetuk pintu tiba-tiba Rury membukakan pintu dan langsung memeluk Andy lalu mencium bibir Andy dengan mesra.


Setelah sesi ciuman mereka selesai Rury langsung mengajak Andy masuk ke dalam. sementara di dalam rumah, Dinda sedang menunggu mereka di ruang tamu.


Setelah sekian lama menunggu akhirnya Rury dan Andy masuk lalu menghampiri Dinda di ruang tamu, Andy duduk di sopa berhadap-hadapan dengan Dinda. hanya meja berbentuk bundar yang menghalangi jarak mereka

__ADS_1



Sementara Rury ia pergi ke dapur untuk membuat minuman.


Dinda saat ini berdiri lalu mendekat ke arah Andy dan langsung mendudukan pantatnya di pangkuan Andy dan setelah itu kegiatan mereka tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata, karena tidak ada kata mutiara yang pas untuk mencerminkan hal ini.


Kegiatan mereka berlangsung selama 10 menit, sungguh perselingkuhan yang epic antara calon mertua dan menantu.


Mereka langsung merapihkan baju meraka masing-masing lalu duduk kembali di tempat sebelumnya dengan rapih dan tertib seperti tidak ada kejadian apapun di antara mereka sebelumnya, tidak lama kemudian Rury datang dari arah dapur membawan nampan dengan 3 gelas jus alpukat di atasnya.


"maaf ya kalian lama menunggu" ucap Rury sambil menurunkan gelas-gelas jus di taruh di atas meja


"iya sayang santai aja" ucap Andy sambil menarik tubuh Rury untuk duduk di sampingnya.


Rury duduk di samping Andy lalu memeluk tangan kanan Andy dengan manja.


Sementara Dinda yang melihat kemesraan Rury dan Andy ia merasa agak tidak enak duduk di depan mereka, lalu ia berdiri dan mengambil gelas jus alpukat bagiannya lalu melangkah pergi ke arah televisi yang ada di ruang keluarga lalu menyalakannya.


Setelah selesai menyalakan televisi Dinda langsung duduk di sopa yang ada di ruang keluarga.


"sayang besok kamu ngajarga di sekolah" ucap Andy berbicara


"ngajar ko" ucap Rury singkat sambil menyandarkan kepalanya di punggung Andy


"mau berangkat bareng lagi gak" ucap Andy bertanya sambil mengusap lembut kepala Rury


"enggak ah, aku besok bawa mobil sendiri aja biar ga repot" ucap Rury menjawab


"oh... Yaudah kalau begitu" ucap Andy


Andy menggeser duduknya lalu menidurkan Rury di pangkuannya, Andy mencubit hidung Rury lalu membelai wajah Rury dengan jari-jari lembut miliknya.


Andy mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rury "cup" ia mencium bibir manis nan renum milik Rury.


Kemesraan mereka pun harus berakhir sampai disana karena Dinda memanggil mereka untuk makan malam,

__ADS_1


Mereka berjalan bersama menuju ke arah meja makan menemui Dinda disana.


Meja makan itu terlihat kecil tapi di penuhi dengan makanan hanya ada 4 bangku saja disana, Andy duduk di bangku yang berhadapan dengan Dinda sementara Rury duduk di samping kiri Andy.


Mereka pun langsung makan bersama sesekali Andy menyuapi Rury dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya ia masukan ke bawah meja, Dinda yang melihat tangan kiri Andy masuk ke bawah meja iya langsung tau apa artinya, Dinda langsung mendekatkan bangku yang ia duduki ke arah meja.


Rury makan dengan lahap karena di suapin oleh Andy ia tidak menyadari tangan kiri Andy sedang bermain-main di lembah milik mamanya.


Dinda dan Andy sangat pintar memainkan peran mereka berdua. jika para produser film tau tentang akting mereka, meraka pasti langsung di rekrut untuk membintangi filmnya.


Mereka sudah menyelesaikan acara makan malam mereka, saat ini mereka sedang mengobrol dan saling bercanda ria di ruang keluarga sambil nonton acara drama di televisi, tapi drama di televisi akan kalah jika di bandingkan dengan derama mereka.


Karena ke asikan, meraka tidak sadar waktu sudah tengah malam.


malam ini adalah malam jumat keliwon.


Saat ini Rury sudah ke tiduran di pangkuan Andy sementara Dinda memeluk punggung Andy dari samping kiri sambil menciumi leher Andy, lalu tiba-tiba lampu di rumah itu mendadak mati.


"Akh....." Dinda menjerit ketakutan lalu memeluk Andy dengan erat hingga membangunkan Rury yang tertidur, Rury langsung bangun dari tidurnya ia juga sangat ketakutan karena gelap apalagi barusan mendengar teriakan Dinda, ia langsung ikut memeluk Andy dengan erat.


Dinda sudah sejak dulu mempunyai terauma dengan mati lampu. berawal dari waktu Dinda mengandung Rury, waktu itu suaminya sedang di luar kota jadi ia sendirian di rumah, lalu tiba-tiba lampu di rumahnya mati. Dinda berjalan untuk mencari ponselnya tapi tiba-tiba iya melihat keluar jendela, di luar ia melihat ada sosok putih bergelantung di atas pohon. karena takut ia pun langsung pingsan di tempat, ke esokan paginya ia terbangu dari pingsannya. ia langsung pergi ke dokter kandungan untuk mengecek kandungannya, tapi ternyata kandungannya baik-baik saja ia pun merasa lega karena tidak terjadi sesuatu kepada janin yang iya kandung.


Dari situlah Dinda mempunyai trauma dengan mati lampu, saat ini Dinda sedang memeluk Andy sambil menangis karena ketakutan.


Sementara Rury iya tidak memiliki trauma apa pun, iya hanya takut saja karena mamanya menangis ia juga ikut menangis sambil memeluk Andy.


Sementara Andy yang melihat dua wanita cantik menangis karena takut. ia langsung menenangkan mereka dengan membalas memeluk mereka berdua, hingga mereka berdua tertidur di pelukan Andy.


Setelah ibu dan anak itu tertidur lampu pun kembali menyala, Andy terpaksa harus memindahkan mereka satu per satu ke kamar masing-masing karena tidak baik kalau mereka tidur di sopa.


Setelah memindahkan mereka Andy juga ikut tidur di kamar Rury sambil memeluk tubuh Rury.


.


.

__ADS_1


__ADS_2