Kesayangannya Guru Cantik

Kesayangannya Guru Cantik
Rencana Menikah


__ADS_3

Setelah Andy berbicara kepada Adnan dan Alma, Andy pergi ke dapur untuk meminta kopi kepda bi lamah.


Bi lamah, adalah ART di rumah Andy.


Andy sampai di dapur, lalu Andy memanggi bi lamah. "bi tolong bikinin kopi hitam yah, satu." ucap Andy.


"iya den, siap." bi lamah menjawab.


Sambil menunggu bi lamah membuat kopi, Andy memikirkan Rencana untuk secepatnya menikahi Rury, Rina, dan Dinda.


Karena memang tidak baik menjalin hubungan yang melanggar hukum yang sudah di tetapkan.


Mungkin, dalam waktu dekat ini. Andy akan menikahi mereka bertiga.


Karena ke asikan berpikir, Andy sampai tidak mendengar bahwa dari tadi bi lamah memanggil-manggil namanya.


"den, den Andy, den kopinya sudah jadi" ucap bi lamah, sambil melambai-lambaikan tangan nya di depan Andy.


Setelah melihat lambaian tangan bi lamah, akhirnya Andy tersadar dari lamunan.


"eh, iyah bi. Makadih bi" ucap Andy.


Andy mengambil kopinya, lalu membawanya ke kamarnya. Andy tidak kembali lagi ke Ruang keluarga, karena ia ingin menenangkan pikirannya.


Andy masuk ke kamarnya lalu menuju balkon kamar nya. Disana Andy duduk di bangku sambil memegang secangkir kopi di tangannya.


Andy melihat ke atas langit yang di taburi bintang, bintang-bintang kecil alangkah indahnya, warnya terlihat merah kuning hijau di langit yang biru. Namun karena bulan tidak terlalu terang langitpun jadi terlihat hitam dan gelap, tapi itu semua tidak mengurangi keindahannya.


Bulan sabit yang ngenggantung, terlihat indah dimata Andy. Apa lagi di tambah semlilir angin malam yang dingin dan menyegarkan, itu semua membuat perasaan Andy menjadi nyaman dan damai.


Semua masalah yang tadi Andy pikirkan, seperti pelan-pelan meninggalkan Andy dan di bawa oleh terpaan angin malam.


Andy mengangkat secangkir kopi di tangannya, Andy mencium aroma kopi yang harum dan begiitu Syahdu itu denga khidmat.


Setelah mencium aromanya, Andy meminum kopi itu dengan pelan-pelan. Karena kopi itu masih panas.

__ADS_1


Andy menaruh kopinya di meja.


Setelah menaruh kopi, Andy masuk ke kamarnya untuk mengambil laptop. Andy membawa laptop itu keluar dari kamarmya, lalu menaruh laptop itu di meja dekat secangkir kopinya.


Andy menyalakan laptopnya.


setelah laptop menyala, Andy menyambungkan koneksi internet dari Ponselnya ke laptop itu.


Setelah internet terhubung, Andy langsung berselancar di pasar saham, seperti biasa.


Di dalam mode perdagangan Andy membeli, lalu menjual, membeli lagi, menjual lagi, Andy melakukan itu Berulang-ulang, sampai 2 jam lamanya.


Dari 2 jam itu, sudah banyak keuntungan yang Andy dapatkan.


Andy memang paling jago dalam hal ini, Andy mendapatkan sekil ini dari giatnya ia belajar.


Memang tidak mudah untuk menjadi seorang pialang saham yang handal dan cakap seperti itu, tapi Andy sudah melewati beberapa ke gagalan dan ke berhasilan.


Ketika Andy menang, ia tidak puas sampai di situ saja. dan ketika Andy kalah, ia tidak menyerah, karena ia yakin kalau kalah itu awal dari kemenangan. Jika ada yang namanya kalah, pasti ada juga yang namanya menang.


Andy menyadari jika hidup itu, tidak selamanya indah. Ada kalanya ia menang dan merasa bahagia, dan ada juga waktunya ia harus terjatuh dan kalah.


Setelah Andy mengerti hal itu, akhirnya Andy tidak pernah kalah lagi.


***


Di Ruang keluarga, tinggal Rury dan Rina.


Sementara Adnan dan Alma sudah pergi ke tempat tidur.


Rina bicara kepada Rury, "kak, gimana ceritanya kakak kok bisa sampai di culik begitu?" ucap Rina.


"sebenarnya begini....." Rury meceritakan. dari awal Ridwan menyatakan perasaannya, terus Rury menolaknya. Karena Ridwan sangat terobsesi kepada Rury, Ridwan menculik Rury, lalu Rury dikasih afrodisiak, dan hampir Rury di dapatkan oleh Ridwan tapi, Andy menyelamatkannya. Setelah Andy menyelamatkannya, Rury di bawa ke rumah Andy.


Rury mencerikan itu semua kepada Rina.

__ADS_1


Rina disana mengangguk-anggukan kepalanya, Rina menjadi seorang pendengar yang baik dan benar.


Setelah mereka ngobrol panjang lebar, Mereka mulai merasakan kantuk juga.


"kak, tidur yuk, sudah ngantuk nih." uca Rina kepada Rury.


Kemudian Rury mengangguk sambil menjawab "hayuk" ucap Rury.


Mereka berdua menaiki tangga menuju kamar Andy. Padaha kamar masih banyak yang kosong di rumah itu, tapi mereka lebih memilih untuk tidur bertiga dengan Andy. Sungguh ironisnya pemikiran mereka.


Mungkin karena meraka adalah manusia. manusia memang tiada yang sempurna, manusia tercipta untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lainnya.


Tidak semua manusia yang baik itu benar-benar baik, dan tidak semua manusia yang jahat itu benar-benar jahat.


Mereka memiliki sisi gelap dan terang nya masing-masing.


Seperti siang dan malam, dan manusia juga harus berpasangan dengan sisi berbeda mereka untuk menjadikan kelengkapannya.


Seperti pria yang menjadi lawan jenisnya wanita. Jika kedua jenis itu bersama, barulah akan terjadi kesempurnaan diantara mereka.


etika dan akhlak merak juga sama, ada yang baik maka ada yang buruk. Itu semua tercipta untuk saling melengkapai.


Sudah hukum alam, bahwa hidup itu memang berpasangan dan berlawanan.


Seperti siang, pasangannya adalah malam.


Tapi ada satu mahluk hidup yang tidak mempunyai pasangan, mahluk hidup itu adalah jomlo.


***


Kembali kepada Rury dan Rina.


Mereka masuk ke kamar Andy, mereka tidak melihat Andy ada disana.


Mereka mencari ke balkon kamar, ternyata Andy ada disana.

__ADS_1


Ketika Rina akan menghampiri Andy, Rury menarik tubuh Rina sambil berbisik kepadanya "sudahlah, biarkan saja. Mungkin dia lagi mencari ketenangan, makanya dia sendirian disana, sekarang mari kita tidur duluan saja." ucap Rury.


Rina menuruti perkataan Rury, dan Akhirnya meraka tidur di ranjang kingsize yang ada di sana.


__ADS_2