
Ketika Rury melihat hal itu, iya langsung bergairah, Rury tidak menyangka ketika melihat orang lain melakukan itu di depannya sensasinya sangat luar biasa.
Saat ini Rury sedang menonton adegan Andy dan Rina yang begitu erotis, beberapa gaya bertarung Andy peragakan disana.
Setelah 30 menit Rina sudah kelelahan, Rina baru kali ini melawan senjata tombak yang begitu besar panjang dan juga tajam, jika di bandingkan dengan mantan Rina yang ada di korea, itu sangat jauh berbeda ibarat langit dan bumi.
Sementara Rury yang melihat Rina telah tepar di sopa, ia hanya tersenyum saja meremehkan Rina.
"ku kira suhu ternyata cupu" ucap Rury bermonolog dalam hatinya.
Rury membuka pakaiannya sendiri lalu berjalan ke arah Andy, setelah sampai di depan Andy ia langsung melahap tombak Andy dengan mulut mungilnya, meskipun hanya masuk ujungnya saja, tapi sudah membuat Andy merintih ke enakan.
Rury menunjukan ke ahliannya kepada Rina, menunjukan bahwa dia lebih baik dalam hal bertarung dengan Andy, karena Rury telah berpengalaman beberapa kali mengalami pertarungan dengan Andy, meskipun Akhirnya ia selalu kalah, dan berakhir pingsan.
Dan benar saja setelah mereka melakukan pertarungan selama 2 jam, Rury berakhir dengan pingsan karena terlalu ke enakan.
Sementara Rina yang menyaksikan pertarungan mereka akhirnya memiliki pencerahan, sekarang ia paham bagaimana cara bertarung yang baik dan benar.
Rina bangkit dari duduknya dan langsung kembali melawan Andy yang super kuat dan tahan lama, setelah 2 jam Rina juga berakhir pingsan dengan wajah berseri-seri.
Andy tetap menjadi juara dia antara juara.
Andy yang melihat merak pingsan di sopa, ia memindahkan mereka ke kasur. Setelah memindahkan mereka Andy memakai bajunya kembali yang berserakan di lantai.
Andy mengambil ponselnya yang ia taruh di meja, lulu Andy memesan 2 set pakaian wanita dan satu pakaian pria secara online.
Sambil menunggu pakaian datang Andy menghungi bundanya untuk memberi kabar, tidak lama telepon pun ter sambung dengan bundanya, lalu Andy mendekatkan ponsel ke arah telinga dan menempelkannya disana.
"hallo.. bunda.." ucap Andy
"Andy.. kamu dimana.. Kenapa kamu gak pulang-pulang, sudah gak ingat jalan pulang kamu..?" ucap Yanti di sebrang telepon, suaranya sangat nyaring seperti radio butut.
"aku nginep di hotel bun.. Dan malam ini juga Andy gak bisa pulang, jadi bunda jangan khawatir ya..?" ucap Andy menjawab, dengan santai dan seperti tidak berdosa
"Andy... Bagus kamu ya.. Sekarang sudah suka keluyuran, awas aja kamu..., kalau kamu keluyuran gak jelas bunda akan aduin sama Ayahmu" ucap Yanti panjang lebar mengomeli Andy
"jangan...bunda jangan ngaduin Andy ke ayah.., Andy di sini juga sama Rury ko, jadi bunda tenang aja" ucap Andy dengan cepat menjelaskan kepada bundanya karena ia takut terkena bogem mentah dari Brian.
Biasanya kalau Andy melakukan kesalahan Brian pasti akan mengajaknya adu tinju sampai Andy babak belur, Brian dulunya seorang bos mafia yang sangat kejam, jadi kalau Andy melakukan kesalahan Brian tidak Akan segan untuk mengajak Andy latih tanding, dan itu sangat di hindari oleh Andy, karena kalau dia latih tanding dengan ayahnya bukan latihan namanya tapi penyiksaan bagi Andy.
Sementara Yanti yang mendengar perkataan Andy, ia langsung berubah mood nya, ia langsung senang ketika mendengar Andy sedang di hotel bersama Rury, pikiran Yanti langsung trepeling kemana-mana.
"oh... bilang dong kalau kamu lagi kencan dan brakhir di hotel, jangan bertele-tela, kan kalo gini bunda jadi seneng, lalu kapan kamu akan ngasih cucu kepada bunda" ucap Yanti dengan somplak nya.
"sialan..., Andy masih sekolah bunda.. Main nanya-nanya cucu aja, gw punya ema ko somplak banget ya" ucap Andy kepada Yanti
"apa... Kamu ngatain apa... sama bundamu yang cantik baik dan tidak sombong ini, awas... aja, kalau kamu sekali lagi ngatain yang jelek-jelek kepada bunda, bunda akan laporin kamu ke ayah." ucap Yanti mengancam
__ADS_1
"huh.... Ngancam mulu bisanya" ucap Andy kesel, lalu Andy memutuska sambungan teleponnya.
Tidak lama pintu hotel di ketuk dari luar, Andy berjalan ke arah pintu lalu membukanya, ternyata tukang paket dari toko pakaian sebelah yang Andy pesan lewat online.
Setelah menerima paket pakaian, Andy menutup pintu dan menguncinya kembali.
Andy berjalan ke arah sopa lalu mendudukan dirinya disana, Andy membuka paketnya dan mengeluarkan pakaian miliknya, sementara yang 2 set lagi itu untuk Rury dan Rina karena itu pakaian wanita.
Setelah mengambil pakaian Andy pergi ke kamar mandi sambil membawa pakaiannya, di kamar mandi Andy mencuci tubuhnya, setelah bersih Andy mengeringkan tubuhnya dengan handuk putih yang di sediakan oleh pihak hotel.
Setelah tubuhnya kering lalu Andy berpakaian dan keluar dari kamar mandi, Andy keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah memakai pakaian, jadi Andy tidak memperlihatkan otot-otot dan Roti sobek kali ini.
Andy berjalan ke arah para kekasihnya yaitu Rury dan Rina yang masih tertidur dengan lelap, kemudian Andy mengguyang-goyang pantat mereka dengan kedua tangannya sambil berkata.
"sayang...bangun sayang..." ucap Andy, setelah melewati banyak perjuangan akhirnya Rury dan Rina tersadar, dari tidur lelapnya yang seperti orang mati saja.
Rury membuka matanya lalu melihat ke arah Andy dan berkata.
"laper.. Sayang." ucap Rury
Sementara Rina menggeliat lalu berkata "ah... Lelahnya..." ucap Rina sambil langsung turun dari atas ranjang.
Rina langsung pergi ke kamar mandi, setelah mandi Rina keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.
"sayang ga ada baju ganti..?" ucap Rina bertanya kepada Andy
Lalu Andy menjawab "ada sayang aku sudah beli, tapi gak tau ukurannya pas gak buat kamu." ucap Andy sambil menunjuk ke arah bok paket yang ada di meja.
"glek..! Andy meneguk saliva nya, karena melihat ke molekan tubuh Rina di depannya.
Sementara Rina ia hanya cuek saja memasang ekspresi tanpa dosa, dan melanjutkan memakai pakaiannya.
Sementara Rury saat ini ia bangun dari tempat tidur, lalu menuju kamar mandi, setelah mandi Rury keluar dari kamar mandi, Adegannya sama persis seperti Rina, namun bedanya Rury tidak menanyakan pakaian, karena ia sudah tau pakaian untuk dirinya ada di meja.
Saat ini Rury dan Rina telah berdandan dengan cantik, setelah itu Andy mengajak mereka untuk makan di restoran yang tadi siang ia datangi.
Mereka keluar dari kamar hotel, di luar matahari sudah condong ke barat, itu menandakan bahwa hari sudah sore.
Setelah keluar dari kamar hotel mereka berjalan sambil bergandengan tangan Rury di sebelah kiri, Rina di sebelah kanan, tangan mereka menggenggam tangan Andy dengan erar seperti sedang membawa anak bayi baru jalan saja.
Mereka berjalan memasuki lift, lalu lift itu membawa mereka turun ke bawah. Setelah sampai di bawah mereka berjalan di basement hotel menuju mobil Rury, mereka memutuskan membawa mobil BMW M8 milik Rury karena mobil itu sudah keluaran lama, jadi masih memiliki 4 pintu, beda dengan yang keluaran terbarunya yang memiliki 2 pintu saja.
Andy masuk ke dalam dan duduk di bangku kemudi, sementara Rury dan Rina duduk di bangku belakang berdua, biar adil dan makmur.
"brum..brum.." mobil itu meraung-raung di basemant hotel, lalu melaju meninggalkan basemant dengan kecepatan biasa aja.
__ADS_1
***
Di Restoran tempat Andy tadi siang bertemu dengan Rina, terlihat banyak orang yang makan disana, di parkiran Restoran itu terlihatlah mobil BMW M8 berhenti dengan elegan.
Dari pintu depan mobil keluar seorang Pemuda tampan Rupawan, lalu dari pintu belakang keluar 2 gadis cantik jelita, gadis yang pertama terlihat sudah dewasa sementara gadis yang kedua terlihat masih seumuran dengan pemuda yang keluar dari pintu depan.
Pemuda itu berjalan masuk ke dalam restoran di ikuti 2 gadis cantik di belakangnya, mereka adalah Andy, Rury, dan Rina.
Setelah memesan tempat dan makanan mereka duduk di tempat yang telah di persiapkan, tempat mereka kali ini berbeda dengan yang tadi siang, kalau yang sekarang tempatnya terbuka tepat menghadap ke arah pantai, sangat indah untuk menyaksikan matahari terbenam sambil makan disana.
Setelah pelayan mengantarkan makanan, mereka langsung makan bersama dengan di iringi canda tawa. Mereka terlihat harmonis dan Romantis.
Meskipun ini merupakan hubungan poligami, tapi mereka sangat akur dan tidak membeda-beda kan satu sama lain, Rury dan Rina sama-sama mencintai Andy dengan perasaan yang sama juga.
***
Di lain tempat tapi masih di waktu yang sama, seorang pemuda tampan sedang duduk di taman kota sambil menikmati indahnya senja.
Sementara di samping kanannya terlihatlah gadis cantik sexy mungil dan mempesona sedang duduk, dan menyandarkan kepalanya kepada bahu pemuda itu, lalu pemuda itu berbicara kepada si gadis.
"Nia, Kalau boleh tau... Sejak kapan kamu menyukai ku? Ucap pemuda itu.
Nia menjawab sambil menatap mata pemuda itu dalam-dalam. "sejak pertama kali kita bertemu saat kita baru masuk SMA" ucap Nia
Pemuda itu menganggukan kepalanya, lalu tangannya menggenggam tangan Nia dengan lembut dan penuh kasih sayang, lalu berbicara kembali sambil menatap Nia.
"sebenarnya aku juga sudah sangat lama menyukaimu, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat untuk mengutarakan perasan yang ada di dalam dadaku ini" ucap pemuda itu
Nia tersenyum mesra mendengar pernyataan dari Rio orang yang sangat-sangat di idam-idamkan nya. Lalu Nia memeluk Rio dengan erat sambil berkata "terimakasih Rio... Kamu telah menerima aku, dan membalas perasaanku, ternyata perasaanku yang aku pendam sejak dulu tidak bertepuk sebelah tangan" ucap Nia
Rio melepaskan pelukan erat Nia, lalu tangan Rio memegang tengkuk Nia, membawa wajah Nia ke arah wajahnya, Rio mendekatkan bibirnya ke arah bibir Nia, lalu lalu mendaratkan kecupan disana, setelah mengecupnya lalu m*l*m*tnya, setelah itu ia menggigit pelan bibir Nia agar bibir nia terbuka, Nia yang mengerti hal itu ia membuka bibirnya dan ciuman panas pun terjadi disana.
setelah sesi ciuman mereka selesai, Rio membawa Nia kedalam mobilnya lalu mengantarkan Nia pulang ke Rumah Nia.
Nia memang tidak membawa mobil, ia kesana sore tadi hanya menggunakan jasa taxi online. sore tadi Nia memang sudah janjian dengan Rio untuk bertemu di sana dengan alasan Nia ingin menyampaikan sesuatu dan Rio menyetujuinya, dan ternyata yang Nia sampaikan adalah perasaannya.
***
berdebur ombak samudra menerpa batu karang, suara smilir angin malam menderu dengan syahdu, lampu-lampu nelayan kerlap-kerlip indah di tengah-tengah laut.
saat bintang bertahta dan rembulan tersenyum mesra, saat itu dua orang gadis dan satu orang pemuda sedang berjlan-jalan menikmati malam yang indah di tepi pantai.
mereka sedang bergandengan tangan, dengan si pemuda ada di tengah sementara si gadis, ada di kiri dan di kanan.
mereka adalah Andy, Rury dan Rina.
__ADS_1
Rury memulai pembicaraan "sayang bulannya indah ya... kaya tersenyum gitu.." ucap Rury sambil menunjuk ke arah bulan, bulan yang di tunjuk tidak tahu kenapa sebabnya orang-orang suka menunjuk dan memperhatikan dirinya, bulan hanya diam saja sambil menikmati perputaran Rotasinya.
Sementara Andy yang mendengar ucapan Rury ia langsung menjawab. "iya...bulannya indah, tapi tak seindah kalian" ucap Andy membandingkan bulan dengan mereka berdua, jika bulan mengerti hal ini... entah apa yang akan terjadi.