
Andy, memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah. Andy keluar dari mobilnya dan langsung berjalan menuju kelasnya.
Andy tidak menghiraukan anak-anak perempuan yang memanggil-manggil namanya, itu semua sudah biasa bagi Andy.
"Punya wajah tampan mememang merepotkan" ucap Andy dalam pikirannya.
Andy, masuk kedalam kelasnya.
Disana sudah ada para sahabatnya yang sedang mengobrol bersama.
"hey, kalian lagi pada ngomongin apa sih, serius banget.?" Andy yang baru datang langdung bertanya.
"kita lagi bahas acara liburan nih, kita kan sedang ujian jadi sebentar lagi ada libur sekolah. Nah liburan lo mau kemana An?" Ucap irwan.
"kemana ya..., bingung gw mah" Andy menjawab sambil garuk-garuk kepala.
Kemudian Rio memberi saran.
"mending kita ke pantai ujung genteng aja yuk, disan pantainya indah loh.!" ucap Rio.
"nah, bener tuh, gw pernah kesana. disana, tempatnya sangat nyaman dan cowok buat anak-anak muda seperti kita." Rizki menyahuti perkataan Rio.
"yaelah.... Pantai Ujung genteng itu dimana sih?" irwan bertanya, karena memang dia baru kali ini mendengar nama pantai yang namanya aneh banget itu.
"Masa namanya ujung genteng, kenapa gak ujung pintu aja sekalian" pikir Irwan.
"heh, wawan. elo mah kurang gaul, masak pantai ujung genteng aja gak tau.?" Rizki menjawab.
"iya iya... gw gak tau, jadi jelasin dong, dimana tempatnya....?" ucap irwan
"tempatnya itu, Ada di sukabumi jawa barat. Tepatnya di daerah pajampangan..!" ucap Rizki.
"pajampangan..?" irwan masih bertanya.
"yaelah susah banget sih, ngomong sama elo, coba lo cari dah di google, pasti ada.!" ucap Rizki.
Kemudian Irwan menuruti perkatan Rizki, dan benar saja dia menemukan tempatnya di google.
"oh iya bro, ternyata pajampangan itu sebuah tempat yang ada di sukabumi jawa barat. Tempat itu, sangat indah dan banyak sekali tempat wisatanya, seperti pantai, puncak, gunung, air terjun dan banyak lagi yang lainnya." ucap irwan berkata setelah menemukannya di google.
Ketika mereka asik ngobrol, tiba-tiba guru masuk kedalam kelas itu. Setelah guru masuk, Akhirnya mereka berhenti ngobrol dan langsung duduk dengan rapih di kursi nya masing-masing.
__ADS_1
***
Brian, hari ini dia tidak ke kantor.
Brian sedang duduk bersama Yanti di ruang keluarga, Brian berkata kepada Yanti.
"sayang, hari ini kita akan pergi ke keluarga Sanjaya untuk menemui ayahnya Rina." ucap Brian.
"emang mau pa kesana.?" Yanti bertanya.
"tentu saja untuk meminta persetujuan keluarganya Rina, untuk menikahkan Rina dengan Andy." Brian menjawab.
"oh.. yasudah mari pergi kesana" ucap Yanti.
"ntar dulu dong, aku menghubungi Bimo dulu, apakah dia ada di rumah atau enggak? Ucap Brian.
Bimo Sanjaya. Dia adalah sahabat Brian dan juga ayahnya Rina dan Rio.
"hallo... Bimo, apakah kamu ada dirumah?" Brian bertanya melalui panggilan telepon.
"ada bro, tumben kamu menghubungi ku?" ucap Bimo bertanya.
"ada sesuatu yang harus di bicarakan sama kumu, ini menyangkut masa depan Anak kita. Untuk lebih jelasnya, nanti aku jelaskan di rumahmu" Brian memberikan jawaban kepada Bimo, lalu Brian menutup sambungan teleponnya.
***
Bimo, saat ini tengah berbicara di ruang tamu bersama istrinya, yaitu Anjani.
Anjani adalah ibu dari Rina dan Rio, Anjani sangat cantik dan sexy, meskipun usianya tidak muda lagi tapi kecantikannya tidak pernah berubah. Dan sekarang kecantikan Anjani telah menurun kepada anaknya, yaitu Rina.
Mereka mengobrol disana membicarakan Brian yang mau datang ke rumahnya.
"sayang, tumben sekali mereka mau datang kesini.?" Anjani bertanya.
"gak tau, bilangnya ada yang mau dia bicarakan tentang anaknya dan anak kita." ucap Bimo menjawab.
"jangan-jangan mereka mau menjodohkan anaknya dengan anak kita.!" seru Anjani dengan gembira.
"mungkin" ucap Bimo
DRET.... DRET.... DRET... Ponsel Bimo berdering.
__ADS_1
"hallo" ucap Bimo, kepada Brian yang meneleponnya.
"Bim, aku udah di depan nih" ucap Brian.
"oke, sebentar aku jemput kesana" Bimo mematikan teleponnya. lalu berjalan, untuk keluar Rumah.
Di depan Rumah. Brian turun dari mobil dengan gayanya yang super cool dan keren, di ikuti oleh Yanti yang keluar dari pintu mobil yang sebelahnya. Yanti terlihat sangat cantik dan sexy, meskipun sudah tua tapi kecantilannya tidak pernah pudar, sedikitpun.
Bimo menyambut mereka, lalu membawa mereka ke Ruang tamu. Di ruang tamu, Anjani sudah menunggu disana.
"hay... Yanti... Kamu makin cantik aja" ucap Anjani, sambil memeluk Yanti dan cipika-cipiki disana.
"kamu juga makin cantik aja.." Yanti menjawab sambil langsung duduk di sopa yang ada disana.
Brian mengeluarkan sebungkus Rokok, lalu di taruh di meja dekat Bimo.
Bimo membuka bungkus Rokok itu dan mengambilnya satu batang, sambil berbicara kepada Brian.
"gimana kabarmu Bro, makin sukses aja kayaknya..?" ucap Bimo kepada Brian, sambil menyulut sebatang Rokok di tangannya.
"baik-baik Bro, dirimu sendiri gima?" Brian bertanya balik, sambil melakukan hal yang sama yaitu membakar ujung Rokok.
"ah.. Baik-baik Bro, jadi apa yang mau kamu bicrakan itu. Sepertinya sangat penting?" ucap Bimo.
"jadi, begini Bro.. Anak kamu Rina, dengan anakku Andy, mereka sudah pacaran. dan kamu tau sendirilah pacaran jaman sekarang itu gimana.! Jadi aku kesini untuk meminta persetujuan kalian selaku orang tua Rina, untuk menikahan Rina dengan Andy, secepatnya. Karena tidak baik kalau mereka terus di biarkan berpacaran saja. bagai mana, apakah kalian setuju?" ucap Brian.
"kita sih, ngikut aja gimana baiknya. Lagian kita juga sudah tua, sudah pengen rasanya menimang cucu yang manis dan imut." Bimo menjawab, mengikuti usul Brian untuk menikahkan Rina secepatnya.
"jadi, kapan mereka akan di nikahkan?" Anjani bertanya dengan semangat 45, karena sebentar lagi akan mempunyai menantu yang gagah dan tampan yaitu Andy.
"mungkin besok, atau lusa. tapi masalahnya Andy akan menikah dengan tiga wanita, apakah kalian keberatan jika Anak kalian di madu?" Brian bertanya untuk memastikan.
"tiga wanita..." Anjani berterik kaget.
"iya... hebatkan anak ku..!" Ucap Yanti, Dia malah bangga kepada anaknya sendiri.
"Aku gak bisa bayangin gimana si Andy ketika malam pertamanya" Anjani berkata sambil pikirannya langsung Trepeling kemana-mana. Maklumlah emak-emakmah emang gitu.
"Aku sih, gak keberatan Bro. Yang penting si Andy bisa adil aja sama istri-istrinya" ucap Bimo menjawab.
"oke, kalau begitu sudah di putuskan. Minggu depan ketika ujian mereka sudah selesai, acara pernikahan akan di gelar di hotel milikku. Karena pernikahan ini sangat Rahasia, jadi kita jangan mengundang orang lain selain keluarga terdekat kita, karena akan menghebohkan jika pernikahan ini terdengar publik." ucap Brian, menjelaskan panjang lebar.
__ADS_1
Usai membicarakan soal pernikahan, Brian dan Yanti pamit kepada Bimo dan Anjani untuk segera pulang ke Rumahnya, karena harus mengurus persiapan untuk acara pernikahan Andy minggu depan.
(sampai jumpa kembali di chapter selanjutnya... Cerita ini sudah mencapai puncaknya ya... Jadi akan segera tamat. Nanti akan ada novel lain yang ceritanya berkaitan dengan ini... 👋)