
Andy naik ke tempat tidur lalu memeluk Rury dan mencubit-cubit hidung Rury, supaya Rury bangun, dan ternyata benar saja Rury akhirnya bangun dan menepis tangan Andy sambil berkata "ih..sayang, sakit tau" ucap Rury
"bangun sayang, sudah siang" kata Andy
"iya iya...sayang..., kamu udah mandi yah?" ucap Rury bertanya, sambil menenggelamkan wajahnya di dada bidang Andy.
"udah dong.., sekarang aku mau pamit pulang ke rumahku mau ganti baju dulu" ucap Andy.
"gak temannin aku mandi dulu..." ucap Rury dengan manja.
"engga...kan aku sudah mandi" Andy menjawab.
"yasudah kamu pergi sana" ucap Rury dengan cemberut.
"dah...sayang..cepetan kamu mandi keburu siang" ucap Andy sambil pergi keluar dari kamar Rury.
Andy berjalan ke luar dari kamar, lalu pergi ke bawah menuruni tangga, setelah sampai di bawah Andy menuju ke pintu depan, Andy membuka pintu dan langsung keluar dari rumah Rury dan berjalan ke arah gerbang Rumah.
Andy sampai di dekat gerbang lalu memanggil satpam yang bekerja di sana "pak, tolong bukain gerbangnya" ucap Andy.
"ok siap" ucap pak satpam
Setelah itu Andy keluar dari gerbang rumah Rury, lalu berjalan ke rumahnya yang ada di sebrang jalan.
***
"sayang, kemana si Andy belum pulang-pulang?" Brian bertanya kepada Yanti istrinya.
"paling nginep di rumahnya jeng Dinda" ucap Yanti menjawab
"ah..bocah itu.., harus di nikahin dulu kayaknya, biar gak jadi bahan gibah tetangga" ucap Brian sambil mendesah pelan.
Tidak lama Andy datang dari arah pintu depan dan langsung menyapa mereka "pagi bun, pagi yah" ucap Andy
"wih seger banget itu muka, habis ngelonin pacar ya" ucap Brian mengejek Andy.
"ayah apaan sih, ngaur deh ngomongnya" Andy ngeles.
"kamu kira ayah gak tau, kelakuan kamu selama ini sudah ayah pantau sejak awal, setelah kamu ujian kita akan mengurus pernikahan buat kamu" ucap Brian.
"iya ayah" ucap Andy pasrah.
Setelah berbicara dengan ayahnya, Andy naik ke kamarnya, ia langsung berganti pakaian, lalu turun kembali untuk sarapan bersama ayah dan bundanya.
Setelah sarapan, Andy berangkat sekolah dengan mengendari mobil ferrari miliknya..
***
Di sebuah rumah besar dan mewah, terlihat seorang pemuda sedang memohon-mohon kepada adilnya.
"dek, mohon ya... Pinjemin mobil kamu sehari... Aja" ucap Rio kepada Rina
"buat apa si..., kan lo biasa ke sekolah bawa motor sfort, kenapa sekarang tiba-tiba mau bawa mobil segala" ucap Rina menjawab
__ADS_1
"sebenarnya gw mau ngejemput Nia, gw sekarang sudah jadian sama Nia, jadi lo bantu gw napa.., pelit banget lo sama kaka sendiri" ucap Rio.
"oh..., jadi lo mau sekalian kencan ceritanya..., bilang dong dari tadi jangan bertele-tele, bikin gw kesel aja, mana kunci motor lo, biar gw yang bawa motor" ucap Rina,
"ini" ucap Rio sambil melemparkan kunci motornya ke arah Rina
"grep" suara tangan Rina menangkap kunci motor yang Rio lemparkan.
"mana kunci mobil lo?" ucap Rio betanya.
"di atas meja makan tadi gw ketinggalan disan" ucap Rina menjawab.
"ok.. Maksih dek" ucap Rio sambil berlari ke arah meja makan untuk mengambil kunci mobil, setelah itu Rio pergi ke sekolah dengan menggunakan mobil milik Rina.
Sementara Rina, ia kembali lagi ke kamarnya untuk mengganti pakaian yang ia pakai, Rina mengganti Rok span dengan celana jeans ketat warna hitam, lalu memakai jaket kulit warna hitam juga, pakaian sekolahnya ia masukin ke dalam tas.
Setelah selesai, Rina turun kebawah dengan menenteng tasnya lalu menggendongnya. setelah sampai di bawah, Rina bejalan keluar dari Rumahnya lalu menghampiri motor Rio yang sudah berada di halaman depan.
"sialan.., motor si Rio gede banget lagi" ucap Rina
Motor milik Rio adalah motor kawasaki Ninja H2R
Motor sport bermesin 4-silinder ini memiliki kapasitas mesin 998 cc DOHC dilengkapi dengan supercharger.
Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimal 326 dk pada 14.000 rpm dan torsi 155 Nm pada 12.500 rpm.
Dengan mesin tersebut, Ninja H2R diklaim sebagai motor terkencang di dunia dengan kecepatan maksimum mencapai lebih dari 337 km/jam.
Akhirnya Rina berangkat ke sekolah dengan mengendari motor.
***
Di lain tempat tapi masih di waktu yang sama, mobil Honda Civic Type R sedang terparkir di depan gerbang Rumah besar.
Terlihat dari gerbang rumah besar itu seorang pemuda tampan sedang berjalan ke arah mobil, lalu pemuda itu masuk ke dalam mobil, setelah di dalam mobil pemuda itu berbicara "ayok kak, berangkat" ucap pemuda itu.
"iya ayok sayang" ucap seorang wanita cantik yang cukup matang, karena sudah dewasa. wanita itu adalah Bela, dan pemuda yang di jemputnya adalah Irwan.
Irwan hari ini minta di jemput oleh Bela, karena ia sangat ogah membawa motor ke sekolah, sementara mobil di rumahnya di pakai sama orang tuanya.
***
Di apartemen yang tidak jauh dari sekolah, Rizki masih tidur dengan nyenyak di kasur empuk yang ada disana.
Rizki tidak tau bahwa hari sudah pagi dan hampir menjelang siang, Rizki masih saja berkelana di alam mimpi.
dring... Dring..." suara ponsel Rizki bergetar.
Karena mendengar suara ponsel Rizki akhirnya terbangun dan mengambil ponselnya, ternyata Irwan yang menghubungi dirinya, lalu Rizki menggeser icon warna hijau di layar ponselnya, lalu mendekatkan ketelinga sambil berkata dengan suara khas bangun tidur "halo wan kenapa lo nelpon gw, gatau gw lagi nyenyak-nyenyaknya apa?" ucap Rizki.
"Heh, muhamad Rizki Alfarizi.... bangu sialan gak tau hari ini hari senin apa, hari ini kita ujian, jadi harus pagi-pagi datang ke sekolah" ucap Irwan memaki-maki Rizki di sebrang telepon.
__ADS_1
Sementara Rizki yang mendengar itu, secepat kilat ia loncat dari kasurnya, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah itu ia keluar dari kamar mandi lalu memakai seragam sekolah, lalu ia mengambil tas yang ada di meja.
Rizki keluar dari Apartemen lalu bejalan ke arah lift untuk turun ke bawah, setelah sampai ke bawah Rizki langsung berlari ke arah motornya yang di parkirkan di basemant apartemen.
Rizki menaiki motornya dan langsung melajukan motornya untuk pergi ke sekolah, untung apartemen dan sekolahnya sangat dekat, jadi kemungkinan Rizki tidak akan telat.
***
Di parkiran sekolah, saat ini tengah heboh karena kedatangan para idola sekolah.
Andy datang dengan mobil ferrari nya, Irwan datang di antara oleh bela dengan mobil Honda Civic Type R, Rio datang dengan mobil ferrari berdua dengan Nia, Rizki datang dengan motor Honda SBR1000RR miliknya.
sementara yang paling menghebohkan kali ini, seorang gadis yang datang mengendari motor sport, tubuh gadis itu berbanding terbalik dengan motornya, kalau motornya besar dan gagah, sementara gadis itu mungil dan sexy, gadis itu turun dari motornya lalu membuka helmnya, dan terlihat wajah cantik manis dan imut terpang-pang jelas di sana.
Para murid pria langsung meneriaki namanya, "Rina...Rina.Rina.Rina." ucap banyak Murid-murid pria.
Rina mengabaikan itu semua, Rina langsung berjalan ke arah Andy dan langsung menggandeng tangan Andy, dan kehobohan terjadi kembali.
"huh....huh....huh..." suara murid-murid pria dan wanita langsung berteriak karena melihat idola mereka sudah berpasangan.
Andy dan para sahabatnya berjalan beriringan menuju kelasnya, setelah sampai di kelasnya barulah ke hebohan di sekolah mulai mereda.
Rina yang sudah sampi di kelas, ia melepaskan gandengan tangannya dari tangn Andy lalu berjalan ke arah Nia dan berbicara "Nia anter gw ke ruangan ganti yu" ucap Rina
"ayo.." Nia menjawab.
Setelah itu mereka keluar dari kelas dan berjalan ke ruang ganti yang ada di sekolah, setelah sampai di sana Rina masuk ke ruangan khusus wanita, ia berganti baju di sana dengan di tungguin oleh Nia.
Setelah selesai ganti pakaian, Rina dan Nia kembali ke kelas.
***
Di rumah Dinda hari ini kedatangan seseorang.
"kinar... Akhirnya kamu sampai juga, kamu bawa motor kesini" ucap Dinda bertanya kepada kinar yang baru datang
"iya mah, aku bawa motor kesini" ucap Kinar.
Kinar memang memanggil mamah kepada Dinda, karena ia merasa Dinda sudah seberti ibunya sendiri.
"kak Rury kemana mah?" kinar bertanya.
"dia ngajar di sekolah" ucap Dinda menjawab.
"kenapa dia jadi guru mah?" Kinar bertanya lagi.
"mamah juga gak tau, mungkin dia gabut aja di rumah mulu" ucap Dinda menjawab dengan enteng.
"oh... Iya juga ya.." ucap Kinar
"kamu ke kamar gih, istirahat, kamu pasti cape bawa motor dari bandung ke sini, mamah udah siapin kamar buat kamu, tapi kamarnya agak jauh dari kamar Rury, kamu gak apa-apa kan?" ucap Dinda
"gak apa-apa mah, justru itu bagus" ucap kinar menjawab, lalu kinar pergi ke kamar yang sudah di persiapkan untuknya.
__ADS_1
Sementara Dinda berbicara dalam pikirannya "huh... Untung aku telah menyiapkan kamar untuknya, yang jauh dari kamar Rury, soalnya kalau dia dekat dengan kamar Rury pasti dia akan mendengar permainan Andy dan Rury, kalau itu terjadi... Bisa-bisa rumahku jadi istana harem, karena kinar pasti akan meminta jatah kepada Andy" ucap Dinda dalam pikirannya.