
Setelah berpamitan, kinar pergi ke garasi untuk mengambil motornya.
Kinar mengambi motornya dan melajukannya keluar dari garasi, setelah di luar Kinar membawa motornya ke arah gerbang. "pak tolong bukain gerbangnya, saya mau keluar." ucap kinar kepada pak satpam.
"baik non" satpam menjawab.
Setelah gerbang terbuka, Kinar langsung melajukan motornya untuk pergi ke bengkel. Hari ini, hari masih sore, Kinar sengaja pergi ke bengkel untuk menghilangkan kebosanannya diam di rumah. Di rumah, kinar kesibukannya hanya jedag-jedug Rebahan dan Berguling-guling.
Kinar melajukan motornya di jalan raya. jalan itu, jalan yang menuju bengkel MEGA MOTOR.
Ketika kinar sampai di tikungan, tiba-tiba ada motor sport yang melewatinya dari belakang.
Kinar merasa familiar dengan moto itu, Kinar langsung mengejar motor itu.
Sementara pengemudi motor yang di kejar Kinar, ia merasa heran karena Ada pengemudi lain yang mengajarnya. "siapa sih, ini orang kayak ngejar-ngejar gw deh" ucap Rizki, si pengemudi motor yang di kejar Kinar.
Karena merasa di kejar, Akhirnya Rizki mengemudikan motornya dengan lebih kencang lagi.
Akhirnya kejar-kejaran motor terjadi disana.
30 menit kejar-kejaran. akhirnya Kinar berhasil mengejar Rizki, karena Rizki berhenti di bengkel MEGA MOTO.
Setelah berhasil mengejar Rizki, kinar turun dari motornya dan langsung memukul pundak Rizki dengan keras.
BRUK... Pukulan kinar terdengar begitu menyakitkan.
"aduh..." Rizki meringis, sambil melihat ke belakang, Mencari siapa orang yang memukulnya.
Rizki, memang belum turun dari motor. Ketika Rizki baru membuka helm, tiba-tiba ada orang yang memukulnya dari belakang.
Pukulan itu sangat keras dan menyakitkan, Rizki turun dari motor dan langsung melihat ke belakang untuk menghajar balik orang yang berani memukulnya.
Ketika Rizki melihat orang yang memukulnya, "E-eh" Rizki terlonjak kaget.
Karena orang yang memukulnya ternyata sangat cantik, tapi wanita cantik itu menatap Rizki dengan tajam, setajam silet.
Atau setajam gosip tetangga.
Kinar, mendekat ke arah Rizki yang sedang terbengong.
Kinar menangkap daun telinga Rizki dengan cepat, lalu menjewer nya. Kinar berkata sambil menarik daun telinga Rizki. "heh, bocah sialan. Gw kejar-kejar, kenapa gak berhenti. lo malah kabur dasar sialan.." ujarnya, sambil menarik telingan Rizki kekiri dan kekanan.
"aduh... Ampun kak, ampun..! Aku gak tau kalau yang ngejar-ngejar itu ternyata kaka." Rizki memohon meminta ampun.
"sialan lo, mana gw minta kontak HP Lo. Biar gw bisa hubungin lo kalau gw lagi gabut." ucap Kinar sambil melepaskan telinga Rizki.
"ini kak" Rizki buru-buru mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan deretan Angka yang ada di ponselnya kepada Kinar.
"lo yang masukin lah. lo kan cowok, masa harus gw yang masukin?" ucap Kinar sambil memberikan ponsel dirinya kepda Rizki.
Rizki mengambil ponsel kinar sambil mengumpat dalam hati, "sialan, ini orang ngeselin banget dah. Untung cantik, kalau gak cantik Bisa-bisa gw gampar ini orang" ucap Rizki dalam hatinya.
__ADS_1
"heh bocah sialan, lo ngumpatin gw ya?" ucap kinar.
"E-enggak ka, beneran." Rizki menjawab dengan takut-taku.
"awas aja lo, kalau ngejelek-jelekin gw dalam pikiran lo. Gw gampar lo mau?" ucap Kinar.
"enggak ka, enggak." Rizki menjawab, sambil mengembalikan ponsel Kinar.
"kaka lagi mau kemana?" Rizki bertanya, untuk menghilangkan rasa canggung diantar mereka.
"gw tadinya mau ngecek kesehatan motor gw, eh malah ketemu sama elo." kinar menjawab.
"lo sendiri mau kemana sore-sore begini. udah mau malam loh, pulang gih nanti ema lo nyariin lagi. Lo pasti belum nenenkan?" ucap kinar dengan somplaknya.
"iya belum nih, pengennya ***** yang di depan" Rizki menjawab, sambil menatap gundukan kembar yang ada di dada Kinar.
"bisa aja lo, masih bocil jangan mesum-mesum dah" ucap kinar, sambil mendekat ke arah Rizki.
Setelah jaraknya sangat dekat dengan Rizki, Kinar mendekatkan tangannya ke arah jidat Rizki lalu "TUK" kinar menjitak Rizki.
"aduh...., kenapa sih. Dari tadi perasaan aku di siksa mulu?" ucap Rizki, bertanya dengan me-ngiba.
"uuh... lucu banget anak mamah. cup, cup, cup... Jangan nangis ya... Nanti nenennya di ambil kambing loh?" ucap Kinar, sambil mengelus-elus kepala Rizki dengan lembut.
"yu ah masuk aja" Rizki mengalihkan pembicaraan, lalu masuk sambil mendorong mendorong motornya kedalan bengkel.
Disana ada beberapa kariawan bengkel yang sedang bekerja.
"oke siap, silahkan nunggu di dalam aja." ucap Zaka, sambil menunjuk ke ruangan tunggu. Ruangan itu khusus di sediakan untuk orang-orang yang menunggu motornya selesai di serpis, untuk pasilitas di ruangan itu? sangat nyaman, dan serba gratis. Seperti minuman gratis, Wi-Fi gratis, dan disana juga ada tempat untuk bermain musik juga, ada gitar, drum, biola, dan banyak lagi alat musik lainnya. Jadi, yang menunggu disana, bisa sambil bernyanyi, bermusik, dan segala macam pasilitas yang ada disana semuanya gratis.
Dengan sarat, orang yang masuk ke sana harus serpis motor.
Rizki masuk kedalam di ikuti oleh Kinar.
Setelah masuk kedalam, kinar berbicara. "enak juga yah, tempatnya" ucap kinar.
"iya dong, bengkel ini telah di sesuaikan dengan selera anak muda. Karena, yang mempunyai bengkel ini, juga anak muda." Rizki menjawab dengan bangga.
"oh..., emang siapa yang punya bengkel ini?" Kinar bertanya.
"dia sahabatku." ucap Rizki.
"dia bisa balapan gak?" Kinar bertanya lagi.
"haha... itu dia yang anehnya, dia itu suka memodifikasi motor tapi, bukan untuk balapan. dia hanya memodifikasi motornya hanya untuk bersenang-senang saja." ucap Rizki menjelaskan.
"oh..." Kibar menganggukan kepalanya.
"kak. disini juga, ada ruangan privasinya loh.!" Rizki menunjuk ke arah pintu Ruangan yang ada di sana.
"apakah boleh, kita masuk kesana." ucap kinar.
__ADS_1
"boleh, mari masuk kesana." ajak Rizki.
Mereka masuk ke Ruangan privasi.
Setelah di dalam, meraka duduk di sopa yang ada disana.
Di depan ada TV yang sedang menyiarkan berita.
Karena bosan melihat berita. kinar mendekat ke arah Rizki, lalu berbicara. "Rizki, lo belum punya pacar yah?" ucap Kinar.
"Belum ka" Rizki menjawab.
"kenapa kamu gak punya pacar?, pasti cewek gak ada yang mau ya sama kamu. hihi.." Kinar berkata meledek Rizki sambil tertawa kecil.
"Belum ada yang cocok aja kak, bukan gak ada yang mau." Rizki membantah.
"iya iya.. Terserah dah, iiih... ini pipi kamu kok gemesin sih" ucap kinar sambil mengunyel-ngunyel pipi Rizki.
"yaelah kak, itu tangan bisa diem gak sih, ini pipi masih perawan tau gak. Pipi ini belum ada yang menyentuh selain kaka, ah.... ternoda sudah pipi ku ini hih...." Rizki pura-pura sedih.
"oh... jadi maksudnya aku harus tanggung jawab gitu?" ucap kinar.
"Hem" Rizki menganggukan kepalanya.
"Rizki, kamu pernah ciuman gak?" Kinar bertanya pelan di dekat telinga Rizki.
"Belum ka" Rizki berkata dengan polosnya.
"mau nyobain gak" kinar menawarkan.
"apakah boleh" ucap Rizki, masih dengan gaya pura-pura polosnya. Padahal di dalam hati ia sudah tertawa-tawa gembira.
Di dalam hatinya Rizki bermonolog. "haha.., emang enak gw kibulin. Meskipun gw tidak punya pacar, tapi gw punya mantan. Dan gw sudah pernah melakukan yang enak-enak. Selain itu, gw juga sedah sering nonton filmnya enak-enak di situs tertentu. Hahaa" ucap Rizki dalam pikirannya.
"kalau disini tidak ada CCTV nya, boleh-boleh aja." Ucap kinar.
"gak ada ko" Rizki menjawab dengan cepat.
"hihi.. Kamu sudah gak sabar ya..." ucap kinar sambi mendekatkan wajahnya ke arah Rizki.
Ketika wajahnya sudah sangat dekat dengan Rizki, Kinar memundurkan kembali wajahnya. Lalu berkata "Tapi tidak semudah itu, kamu tidak akan mendapatkan pelayan gratis. kamu harus selalu ada di sampingku saat aku membutuhkan mu, dan jika kamu tidak bisa aku hubingi dan menghilang atu menjauh dariku. Aku akan menghancurkan keluarga mu, saat ini keluargamu jadi taruhannya. Apakah kamu setuju dengan sarat ini.? Kalau kamu setuju katakan iya, kalau tidak katakan tidak." kinar berkata panjang lebar kali tinggi.
"iya" ucap Rizki berkata dengan tegas.
"oke, sekarang bukti telah aku dapatkan" ucap kinar sambil matikan Rekaman di ponselnya.
Ternyata. sedari tadi, pembicaraan mereka sudah di rekam oleh kinar.
"Oke sayang, sekarang mari kita lakukan" ucap kinar,
kinar langsung menempelkan bibir manis nan renumnya kepada bibir Rizki, kinar ******* bibir Rizki dengan sangat Agresif.
__ADS_1
Rizki membuka mulutnya dan langsung membalas ******* itu dengan lidahnya.