
Andy sampai di sekolah.
Andy memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, seperti biasa ketika Andy datang pasti anak-anak sekolah mengerumuninya, Karena Andy sangat populer di sekolah.
Tidak lama Rio datang bersama Rina, lalu menghampiri Andy. Rio menyapa Andy sambil menepak pundaknya "pagi Bro." ucapnya.
"ya, pagi juga bro" Andy menjawab, sambil melirik ke arah Rina yang ada di samping Rio. Andy mendekat ke arah Rina lalu mengelus-elus kepala rina dengan tangannya, Andy berbicara kapada Rina "pagi sayang.." ucap Andy sambil mencubit hidung Rina dengan gemas.
"ih.. Sayang, kamu itu kebiasaan banget sih. Aku malu tau... di perhatikan anak-anak..." ucap Rina sambil menyembunyikan wajahnya yang merah, di dada bidang Andy.
Tapi kelakuan Rina malah membuat heboh anak-anak yang melihat kejadian itu, bahkan banyak anak-anak yang memotret adegan ketika Rina merajuk dan memeluk Andy lalu menyembunyikan wajahnya yang memerah, di dada bidang Andy.
Adegan mereka terlihat sangat Romantis dan menggemaskan, banyak anak-anak yang bersotak meneriaki mereka.
Kemudian Andy bertanya kepada Rina yang ada di pelukannya, "kamu gak bawa motor lagi?" ucapnya.
"enggak, aku bareng sama Rio. Ntar kalau pulang ikut bareng kamu ya.. Bolehkan sayang?" Rina menjawab sambil meminta ijin untuk ikut pulang bersama Andy.
"Boleh..., yu sekarang kita masuk ke kelas." Andy mengijinkan Rina untuk pulang bersama dirinya, setelah itu mereka pergi ke kelas bersama-sama.
Di dalam kelas, Irwan dan Rizki sudah ada disana. Andy dan Rio datang menghampiri mereka, lalu duduk di bangkunya masing-masing.
Sementara Rina duduk di bangkunya, yang ada di samping Nia.
DRING....!" suara bel sekolah berbunyi, menandakan jam pelajaran sudah di mulai.
Setelah bel sekolah berbunyi, guru yang bagian mengajar di kelas Andy masuk kedalam kelas, lalu membagikan kertas soal buat ujian hari ini.
***
Hari sudah sore, jam pelajaran telah usai, dan sekarang waktunya anak-anak sekolah untuk pulang ke rumah masing-masing.
Andy dan Rina sudah masuk kedalam mobil, setelah mereka masuk, mobil melaju meninggalkan kawasan sekolah mereka.
Di dalam mobil Andy bertanya kepada Rina "sayang, apakah kamu mau mampir ke rumah baruku? Disana ada Adnan dan Alma adik angkatku" ucap Andy..
Kemudian Rina menjawab sambil menatap wajah tampan Andy yang sedang pokus menyetir, "apakah kamu menginginkan sesuatu dariku, disana.?" Rina menggoda Andy.
"di sini juga bisa.!" ucap Andy sambil menghentikan mobilnya ke pinggir jalan.
Setelah menghentikan mobilnya. Andy menatap wajah Rina dengan penuh kasih sayang, Andy mendekatkan wajahnya ke wajah Rina, mata mereka saling ber-adu di sertai dengan lamunan masing-masing.
Hasrat di dalam tubuh mereka bergejolak, mengatakan untuk melakukan per-aduan cinta mereka sekarang juga.
Ketika ke inginan mereka sudah mencapai puncak, dan tidak ada lagi pijakan untuk menahan ke inginan mereka. tiba-tiba jalanan mulai macet dan banyak mobil yang membunyikan kelakson, menyuruh mobil yang di tumpangi mereka untuk segera jalan kembali.
"Ehah.." Andy mendesah jengkel, lalu ia melajukan mobilnya kembali.
Sementara Rina hanya tersenyum dan menutup mulutnya dengan tangannya, karena merasa lucu dengan ke sialan mereka.
***
Di lain tempat tapi masih di waktu yang sama.
Rury saat ini sedang melajukan mobilnya di jalan yang sepi, jalan itu tidak jauh dari sekolah.
Rury baru pulang dari sekolah. hari ini Rury tidak bertemu dengan Andy, Rury merasakan Rindu kepada sosok Andy, tidak bertemu sehari saja rasanya seperti bertahun-tahun bagi Rury. karena cintanya yang begitu dalam dan murni, Rury rela berbagi dengan bebeberapa wanita yang di cintai Andy, asal wanita itu juga mencintai Andy seperti dirinya.
__ADS_1
Ketika sedang memikirkan Andy, tiba-tiba dari belakang Ada mobil sedan hitam yang mengejar mobilnya.
Mobil itu sampai di sebelah kanan mobil Rury, lalu mobil sedan itu memepet mobil Rury hingga Rury kesusahan mengemudikan mobilnya.
Karena kesusahan akhirnya Rury menghentikan mobilnya di piinggir jalan.
Setelah mobil Rury berhenti, mobil sedan hitam juga berhenti di depan mobil Rury. Dari dalam mobil sedan hitam, keluar 2 orang pria yang makai topi hitam dan masker hitam, juga setelan bajunya warna hitam semua.
Pria itu berjalan ke Arah mobil Rury, lalu mengetuk pintu mobil Rury sambil berkata dengan sopan "maaf ka bisa buka pintunya sebenarnya, ada yang mau saya bicarakan dengan anda" ucap nya.
Rury merasa sedikit tenang, karena pria itu ternyata tidak bersikap kasar. Rury akhirnya membuka pintu mobilnya, lalu bertanya kepada pria itu "maaf ada apa ya" ucap Rury.
Pria itu tidak menjawab, tapi langsung membekap Rury dengan kain yang telah di lumuri obat bius.
Rury yang menghirup obat bius, langsung pingsan seketika.
2 pria yang memakai topi itu langsung membawa Rury ke mobilnya, lalu melajukan mobilnya dengan Kecepatan tinggi, meninggalkan mobil Rury yang masih terparkir di pinggir jalan.
Rury di bawa oleh pria itu ke markas BLACK DRAGON, pria bertopi dan memakai masker itu adalah Kohar, dan temannya yaitu Bahar.
Setelah mereka sampai di markas BLACK DRAGON, Rury di bawa ke ruangan Ridwan lalu di ikat di kursi yang ada di sana.
***
Di kantor prusahaan yang menyediakan jasa pengawalan, Brian sedang siap-siap untuk pulang dari kantornya.
TING TONG TING TONG TING TONG" suara ponsel brian berdering.
Brian mengambil ponselnya yang masih ada di atas meja, lalu brian mengangkat telepon itu.
"Hallo" ucap Brian.
"APA.." Brian berteriak kagaet.
"Brani sekali BLACK DRAGON menculik calon menantu ku" ucap Brian.
"Adam, kamu siapkan pasukan. kita akan menyerang markas BLACK DRAGON sekarang juga." Brian memberi printah kepada Adam.
Adam, adalah orang yang sering di tugaskan Brian untuk memantau Andy.
kebetulan sekali Adam tadi kelihat kejadian Rury di culik, Adam langsung mengikuti kemana Rury di bawa, dan ternyata Rury di bawa ke markas BLACK DRAGON.
setelah mengetahui hal itu, Adam langsung melaporkannya kepada Brian.
Setelah Brian memberi perintah kepada Adam, Brian langsung menghubungi Andy.
***
Beberapa menit yang lalu. Andy sampai di Rumahnya, Ternyata di Rumah Andy sudah Ada 4 ART dan 4 satpam.
Andy langsung masuk ke rumahnya di ikuti oleh Rina.
di dalam Rumah, Andy langsung menggendong Rina membawanya ke kamar, untuk menuntaskan gairah yang sempat tertunda. Andy melucuti pakaian Rina dan langsung melakukannya di atas ranjang yang super besar dan super empuk yang ada di sana.
Ketika Andy sedang enak-enaknya, tiba-tiba ponsel Andy berdering.
DRING.. DRING..." suara ponsel Andy berdering di samping dirinya yang sedang bermain dengan Rina.
__ADS_1
"ahh..., Siapa sih yang nelpon." ucap Andy sambil mendesah jengkel, karena lagi-lagi ada gangguan yang menghalanginya untuk enak-enak.
Andy melihat ponselnya, ternyata ayahnya yang menghubungi dirinya.
Andy mencabut tombak pusakanya dari lembah milik Rina, lalu Andy mengangkat telepon dari ayahnya "Hallo, ada apa ayah" ucap Andy langsung bertanya.
"Hallo, Andy. Kamu bawa senjata yang pernah ayah berikan kepadamu, kita akan menghancurkan markas BLACK DRAGON" ucap Brian di sebrang telepon.
"kenapa aku harus ikut ayah, bukankah itu berbahaya?" Andy bertanya karena merasa heran, baru kali ini ayahnya mengajak ia berperang.
"Heh, Andy. ini semua demi keselamatan Rury, Rury di culik dan di bawa ke markas BLACK DRAGON, maka dari itu kamu cepat datang kesana. Lokasinya akan ayah kirimkan kepadamu, kita akan bertemu disana." ucap Brian menjelaskan pokok masalahnya.
"APA... RURY DICULIK !!" Andy berteriak karena kaget.
"iya Andy, makanya kamu harus ikut berperang melwan musuh" ucap Brian menjawab.
Sementara Andy ia tidak menghiraukan lagi perkataan ayahnya, ia buru-buru memakai baju dan langsung bergegas menuju mobilnya yang terparkir di halaman.
Setelah sampai di mobil, Andy langsung mengeluarkan senjata yang ia taruh di bawah kursi kemudi mobilnya.
Setelah itu Andy melajukan mobilnya menuju markas BLACK DRAGON.
***
Rury terbangun di dalam ruangan Ridwan, Rury membuka matanya dan melihat kesekitarnya, Rury melihat tubuh, tangan dan kakinya, di ikat kepada kursi yang ia duduki.
Sementara mulutnya di tutup oleh lakban.
Rury sangat ketakutan akan nasib dirinya sekarang.
Dari arah pintu, terlihat Rinwan masuk dengan segelas air putih di tangannya.
Ridwan berjalan ke arah Rury dan berkata "hai sayang, apakah kamu sudah siap untuk tidur denganku" ucap Ridwan
Rury sangat kaget mengetahui bahwa Ridwan yang menculiknya, Rury ingin marah dan memaki-maki Ridwan, namun sayang mulutnya di lakban, Rury hanya bisa memelototi Ridwan dengan matanya.
"kenapa, apakah kamu mau marah sayang?" ucap Ridwan sambil mengelus-elus pipi Rury.
"sayang sekarang kamu harus jadi milikku" Ridawan berkata sambil membuka lakban di mulut Rury.
Ketika lakban dibuka, Rury langsung memaki-maki Ridwan "Ridwan... Bajingan dasar manusia tidak punya akhlak, lepaskan aku sialan..." Rury sangat marah kepada Ridwan, ia tidak menyangka ternyata Riwan se-bajingan itu.
Ridwan mencengkram Rahang Rury yang sedang bicara, kemudian dengan secepat kilat Ridwan meminumkan air yang ada di tangannya kepada Rury.
Ridwan mengangkat Rahang Rury supaya Rury minum air itu, air itu telah Ridwan campurkan dengan obat Afrodisiak berdosis tinggi.
Setelah Rury meminum air itu, Ridwan melepaskan cengkraman tangannya.
"sialan, air apa yang kau berikan kepadaku, keparat.." ucap Rury membentak Ridwan.
"HAHA. HAHA.. aku memberikan Afrodisiak dosis tinggi kepadamu, dan sebentar lagi kamu akan memohon untuk minta bermain dengan ku. HAHA.." ridwan menjawab dengan tertawa penuh kemenangan.
Ternyata benar saja, Rury merasakan tubuhnya semakin sensitif, pikiran Rury mendadak kacau, keinginan untuk melakukan hubungan badan mendadak meronta-ronta.
Ridwan yang melihat Rury seperti sedang kepanasan, ia semakin bahagia.
__ADS_1
.