
Setelah selesai berbicara sendiri, Ridwan keluar dari apartemen itu, lalu turun ke bawah, memakai lift.
Setelah sampai di bawah, Ridwan mengambil mobilnya yang Ada di basemant, setelah itu Ridwan melajukan mobilnya meninggalkan kawasan apartemen itu.
Di jalan raya mobil Ridwan melaju dengan kencang.
30 menit kemudian, mobil Ridwan sampai di sebuah markas mafia, markas itu terlihat seperti gedung yang sangat besar.
Organisasi mafia ini mempunyai nama BLACK DRAGON, organisasi ini di dirikan oleh Imron 50 tahun yang lalu.
Imron, adalah ayahnya Ridwan.
Imron, mewariskan organisasinya kepada Ridwan, dan sekarang BLACK DRAGON di pimpin oleh Ridwan.
Di masalalu organisasi ini menjadi musuh bebuyutan organisasi mafia GOLDEN PHOENIX.
GOLDEN PHOENIX adalah organisasi Mafia yang di dirikan oleh Brian, namun sayang organisasi itu sekarang telah berubah menjadi organisasi Bodyguard, bukan Mafia lagi.
GOLDEN PHOENIX sekarang telah menjadi sebuah organisasi perusahaan, yang menawarkan jasa pengawalan untuk orang-orang penting seperti pejabat berpangkat tinggi, konglomerat atau selebriti, untuk menjaga mereka dari segala bentuk ancaman bahaya, biasanya dari ancaman pencurian, serangan, penculikan, pembunuhan, gangguan hilangnya informasi terpercaya, serta ancaman atau unsur kriminal lainnya.
GOLDEN PHOENIX juga sering di sewa oleh Figur-figur masyarakat paling berpengaruh, seperti para kepala negara, kepala pemerintahan dan gubernur.
GOLDEN PHOENIX sekarang sangat legal dan terpercaya di kalangan masyarakat indonesia, bahkan sudah sampai luar negeri.
Banyak orang-orang dari luar negeri yang menyewa Jasa GOLDEN PHOENIX.
***
Ridwan sampai di markas BLACK DRAGON.
Ketika Ridwan turun dari mobilnya, banyak anggota BLACK DRAGON yang membungkuk memberi hormat kepada dirinya.
"selamat malam bos" ucap kohar, tangan kanannya Ridwan.
Ridwan melirik ke arah kohar, lalu ia berbicara "kohar, ada sesuatu yang harus saya bicarakan" ucap Ridwan
"baik bos" kohar menjawab
Setelah berbicara, mereka masuk ke ruangan ketua milik Ridwan.
Disana Ridwan menjelaskan Rencana untuk menculik Rury besok, ketika Rury pulang dari sekolah.
"kohar, besok kamu culik wanita ini, lalu bawa dia ke markas" ucap Ridwan sambil memberika foto Rury kepada kohar.
"siap bos" kohar menjawab
__ADS_1
Setelah memberikan perintah kepada kohar, Ridwan kembali ke apartemen nya.
***
Mentari pagi bangkit dari tidurnya, menyapa hangat dalam fajar keabadian, diiringi burung kecil berkicau menyambut hari baru.
Andy di rumah barunya, terbangun dari tidur lelapnya, Andy membuka matanya, pancaran sinar mentari yang masuk dari jendela kaca kamarnya, terlihat sangat nenyilaukan di matanya.
Setelah mengerjap-ngerjap matanya, Andy bangun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah selesai mandi, Andy memakai seragam yang baru, untung saja Andy punya seragam cadangan di dalam mobilnya, jadi Andy tidak kerepotan hari ini.
Selesai berpakaian, Andy keluar dari kamarnya lalu berjalan ke kamar Alma, untuk membantu gadis kecil itu menggunakan kamar mandi yang ada di rumah mewah itu. karena pasti, Alma belum tau tatacara menggunakan perlengkapan kamar mandi di rumah barunya.
Setelah sampai di kamar Alma, ternyata Alma sudah bangun.
Andy berjalan ke depan Alma yang sedang duduk di tepi kasur, Andy betanya kepada Alma "apakah tidurmu nyenyak" ucap Andy.
"nyenyak banget ka" Alma menjawab dengan suara imutnya.
"sini kaka akan ajarkan kamu menggunakan kamar mandi di rumah ini" ucap Andy mengajak Alma ke kamar mandi.
Alma mengikuti Andy masuk ke kamar mandi, disana Andy mengajarkan tatacara menggunakan alat-alat mewah yang ada di kamar mandi itu. setelah Alma mengerti, barulah Andy meninggalkan Alma untuk mandi sendiri.
Andy keluar dari kamar Alma, lalu berjalan ke kamar Adnan. ketika masuk kedalam kamar Adnan, ternyata Adnan sedang push-up di lantai, Andy berbicara kepada Adnan "kamu suka olahraga juga ternyata" ucap Andy.
"kalau ada waktu luang, kaka akan mengajarkan ilmu beladiri kepadamu. biar kamu bisa melawan, ketika ada orang yang mau mencelakaimu" ucap Andy.
"apakah kamu bisa menggunakan kamar mandi disini?" Andy bertanya.
"bisa ka" ucap Adnan menjawab.
Ternyata Adnan sudah mengetahui cara menggunakan kamar mandi disana, karena tidak ada yang harus di bicarakan lagi Andy keluar dari kamar Adnan dan langsung kembali ke kamarnya.
Di kamar, Andy mengambil ponselnya, lalu memesan makanan untuk mereka sarapan,
"sepertinya aku harus mencari beberapa ART untuk di rumah ini" Andy berbicara kepada dirinya sendiri.
Andy masih mengutak-ngatik ponselnya, lalu Andy menghubungi nomer ayahnya, tidak lala sambungan telepon terhubung, Andy berbicara kepada ayahnya "hallo yah selamat pagi" ucap Andy
"iya pagi An, ada apa kamu menghubungi ayah, apakah ada hal penting" Brian bertanya di sebrang telepon.
"iya yah, apa kah perusahaan ayah menyediakan ART juga?" ucap Andy
"Ada, tapi kontrak kerjanya agak mahal, karena ART di perusahaan ayah bukan ART biasa, tapi ART yang jago beladiri" ucap Brian menjelaskan.
__ADS_1
"oke tidak apa-apa, Aku membutuhkan 4 ART yang bisa masak dan bersih-bersih, dan juga 4 satpam buat jaga rumah" ucap Andy.
"Banyak banget, buat siapa ART dan satpam sebanyak itu" Brian bertanya sedikit ke heranan.
"sebenarnya aku membeli Rumah besar yang deket rumah kita" Andy menjawab.
"APA...." Brian berteriak di sebrang telepon karena kaget, pasalnya Andy membeli Rumah yang harganya lebih mahal dari rumah yang ia tempati.
"apakah kamu habis merampok bank?" Brian bertanya kepada Andy.
"ayah, mana mungkin aku ngerampok bank, bukannya minggu lalu Aku sudah bilang, bahwa aku bermain saham di perdagangan saham online" ucap Andy
"iya ayah tau... Tapi ayah gak nyangka kamu sampai bisa beli rumah semewah itu, emang berapa uang kamu sebelum kamu membeli Rumah?" Brian bertanya lagi.
"tabungan ku sebelum membeli Rumah, total uangnya 2,1triliun" ucap Andy.
"APPA...." Brian berteriak lagi, Brian hampir terkena serangan jantung, karena mendengar jawaban Andy. Nominal yang di sebutkan Andy, bukan nominal yang bisa di peroleh orang kerja kantoran, meskipun orang itu kerja berpuluh-puluh tahun tapi tetap saja butuh perjuangan untuk mengumpulkan uang sebanyak itu, tapi Andy mengumpulkan uang itu hanya beberapa hari saja.
"Andy... Ayah sangat bangga kepadamu, ayah tidak menyangka ternyata kamu sehebat itu, ayah tidak sia-sia mendidikmu dengan keras sedari kecil" ucap Brian dengan bersungguh-sungguh memuji Anak semata wayangnya.
"makasih ayah... Ini semua berkat didikan ayah" ucap Andy dengan rendah hati, meskipun dia sudah kaya raya tapi dia tidak mau untuk menjadi orang sombong, apalagi bersikap sombong kepada orang yang telah membesarkannya dengan sepenuh hati.
"oke, kalau begitu nanti siang akan ayah kirim beberpa ART dan Satpam kerumahmu" ucap Brian mengakhiri pembicaraan dengan Anaknya.
Setelah itu Andy menutup sambungan telepon mereka.
DRING...DRING... Bel rumah berbunyi
Andy buru-buru pergi ke gerbang Rumah yang jaraknya sangat jauh, karena harus melewati halaman depan dulu baru sampai di gerbang Rumah. Setelah sampai di gerbang rumah Andy membuka gerbang itu, ternya kurir yang mengantarkan pesanan makanan yang ia pesan.
Andy menerima makanan itu lalu membawanya ke dapur lewat pintu yang dekat garasi, setelah sampai di dapur Andy menyiapkan makanan itu di meja makan.
Setelah menyiapkan makanan, Andy menghubungi Rehan untuk turun ke bawah dan mengajak Adnan dan Alma sarapan.
Tidak lama kemudian, Rehan, Adnan dan Alma, datang menghampiri Andy yang sedang duduk di meja makan menunggu mereka.
Mereka sapan bersama disana.
setelah selesai sarapan, Andy berbicara kepada Adnan dan Alma "kalian gak apa-apa kan tinggal berdua di rumah, nanti siang akan ada 4 ART dan 4 satpam datang kesini, jadi kalian takan kesepian" ucap Andy.
"gak apa-apa ka" Adnan menjawab.
Setelah itu Andy berbicara kepada rehan "bang Rehan, tolong urus pendaftaran sekolah mereka ya.. Supaya besok mereka bisa sekolah"
"oke siap" ucap Rehan menjawab.
__ADS_1
Setelah itu Andy dan Rehan keluar dari rumah itu, Andy pergi ke sekolah, sementara Rehan pergi mengurus pendaptaran Adnan dan Alma untuk bisa bersekolah besok.