Kesayangannya Guru Cantik

Kesayangannya Guru Cantik
Adik angkat


__ADS_3

Mobil Andy akhirnya sampai di depan gerbang Rumah Irwan, Irwan turun dari mobil Andy dan langsung berjalan ke rumahnya.


Sementara Andy, ia melajukan mobilnya kembali untuk pulang ke rumahnya.


Ketika Andy sedang melajukan mobinya di jalan yang agak sepi, ia melihat ada seorang anak kecil yang sedang di kejar-kejar Anjing, di belakang anjing itu ada seorang pria-tua yang ikut mengejarnya.


Karena merasa penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, akhirnya Andy menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu Andy memperhatikan anak kecil yang sedang di kejar-kejar tersebut.


"berhenti kau bocah sialan" ucap pria yang di belakang Anjing, berteriak kepada anak keci yang di kejarnya.


Anak kecil itu adalah anak laki-laki kumal dan kucel, pakaian nya compang-camping terlihat seperti gembel, tapi paras wajahnya seperti keturunan orang arab.


Akhirnya anak keci itu berhenti, lalu berbicara kepada pria tua yang mengejarnya. "ampun pak.... Saya terpaksa mencuri dagangan buah bapak, karena saya butuh makanan buat Adik saya yang sedang sakit." ucap anak kecil itu.


PLAK...


Pria-tua yang jelek dan bau tanah, menampar pipi anak kecil yang kumal dan kucel namun tampan.


"akhh...." anak kecil memekik kesakitan, lalu berguling-guling di tanah.


Pria-tua langsung mendekat ke arah buntelan yang dibawa anak kecil itu, lalu pria-tua mengambil buntelannya. setelah itu pria-tua pergi meninggalkan anak kecil yang masih tersungkur pingsan sambil memegang pipinya, yang terdapat bekas tamparan disana.


Sementara Andy yang melihat kejadian yang begitu menyedihkan itu, ia langsung turun dari mobilnya lalu menghampiri anak kecil itu, Andy menggendong anak kecil itu lalu membawanya masuk kedalam mobilnya. setelah itu, Andy melajukan mobilnya ke rumasakit yang ada di daerah sana.


Andy sampai di rumahsakit, Andy keluar dari mobilnya, lalu berjalan masuk ke rumahsakit untuk memanggil dokter.


Tidak lama kemudian Andy datang kembali dengan seorang dokter yang memakai setelan jas putih, dokter itu langsung memeriksa kondisi anak kecil yang masih di dalam mobil Andy.


Setelah memeriksanya, dokter itu berbicara. "dia hanya pingsan, untuk luka lebam di mukanya bisa di kasih obat salep, setelah itu dia akan baik-baik saja" ucap dokter menjelaskan.


"oh, kalau begitu saya beli salepnya aja" ucap Andy berkata, ia memilih untuk membeli salep saja, karena anak kecil yang dibawa nya ternyata tidak kenapa-napa.


Setelah membeli obat, Andy masuk kembali ke mobilnya.


Ketika Andy masuk ternyata anak kecil itu sudah sadar, lalu Andy bertanya kepada anak kecil itu. "apakah kamu baik-baik saja" ucap Andy.


"baik ka, terimakasih kaka sudah menolongku" anak kecil berterimakasih kepada Andy.


"iya sama-sama, ini obatin dulu luka lebam kamu" Andy memberikan obat salep kepada anak kecil itu.


Anak kecil itu, kira-kira umurnya baru 10 tahun, jadi tidak kecil-kecil amat.


"iya kak" ucap Anak kecil


"kalau kaka boleh tau, nama kamu siapa?" Andy menanyakan nama bocah kecil yang kumal namun tampan itu.


"namaku Adnan ka" anak kecil memperkenalkan namanya, yaitu (Adnan) yang mempunyai arti (penenang hati).


"sungguh nama yang bagus" ucap Andy mumuji nama Adnan.


"makasih ka, nama itu pemberian dari Almarhumah ibuku" Andan menjawab dengan raut wajah yang terlihat sedih, karena mengingat kenangan-kenangan indah bersama ibunya.


"eh maaf, kaka malah membuat kamu sedih" Andy meminta maaf


"e-engak apa-apa kak, aku baik-baik saja ko" ucap Adnan dengan mencoba bersikap tegar dan tersenyum.


Andy menganggukan pelanya sambil tersenyum lembut kepada Adnan, Andy merasa kasihan sekali dengan nasib bocah itu.

__ADS_1


Andy bertanya kembali kepad Adnan, "terus kamu sekarang tinggal sama siapa" ucap Andy


"awalnya aku tinggal di panti asuhan, tapi sayang sekali panti asuhan itu sekarang di bubarkan. kami anak-anak panti, jadi gelandang dan pengemis untuk mencari sesuap makanan.!" Adnan berbicara sambil meneteskan air mata.


Lalu Adnan berbicara kembali


"bahkan aku memiliki seorang teman perempuan yang masih kecil, yang sedang sakit karena kelaparan, gadis kecil itu sudah aku anggap sebagai adik sendiri. Karena aku tidak tega melihatnya menderita, akhirnya aku mencuri buah, tapi sayang sekali aku ketahun. Aku di kejar oleh pria-tua penjual buah, aku ketangkap lalu aku di tampar, sampai seperti ini." ucap Adnan, menjelaskan masalahnya kepada Andy.


Andy yang mendengar hal itu, ia memutuskan untuk mengangkat Adnan dan teman perempuan kecinya, menjadi adiknya sendiri.


Andy berbicara lagi sambil mengusap kepala Adnan "terus ayah mu kemana?" ucap Andy.


"Aku tidak tau, dari dulu aku tidak mempunyai ayah, dulu aku tinggal hanya bersama ibuku, aku tidak tau kisah masalalu ibuku" ucap Adnan menjawab.


"oh... Kalau begitu mau gak kamu jadi adik saya, kamu akan saya belikan Rumah untuk kamu tinggali dengan teman perempun mu itu" Andy mengutarakan niat nya, untuk menjadikan Adnan adik Angkatnya.


"mau kak" ucap Adnan menjawab dengan semangat, karena akhirnya ada orang yang mau menjadi keluarganya.


"oke kalau begitu mari kita beli makan dulu, dan setelah itu kita akan jemput teman perempuan kecil mu itu" ucap Andy.


"iya kak" Adnan menjawab sambil menganggukan kepalanya


Andy melajukan mobilnya menuju restoran, untuk memesan makanan. Setelah mendapatkan makanan Andy melajukan mobilnya kembali munuju tempat tinggal Adnan.


Setelah sampai di tempat tinggal Adnan, ternyata Adnan tinggal di bawah jembatan.


Hidup Adnan sangat miris seksali, sudah tidak punya orang tua, gelandangan pula.


Andy dan Adnan turun dari mobil, lalu berjalan ke bawah jembatan. Andy melihat gadis kecil, yang sedang meringkuk sambil memegang perutnya.


Gadis kecil itu terlihat sangat kurus, kucel, pakaian nya robek-robek dan kotor, gadis itu meringkuk di tanah yang ber-alas kardus bekas.


Gadis kecil itu ber-usia 7 tahun, beda 3 tahun dengan Adnan.


Adnan mendekat ke arah gadis kecil itu, lalu mengguncang-guncangkan tangannya, karena guncangan yang di lakukan Adnan, akhirnya gadis itu bangun dan meringis. "euh.... lapar...." cicit gadis kecil itu, dengan suara kecil dan lemah


"Alma..bangun, kaka bawakan makanan buat kita, ayo kita makan" ucap Adnan kepada gadis kecil itu.


Gadis kecil itu bernama Almaera, atau biasa di panggil Alma


Alma dengan susah payah akhirnya duduk dan menatap ke arah Adnan dan Andy, lalu Alma berbicara dengan suara kecil dan lemah, "kaka, dia siapa?" ucap Alma bertanya kepada Adnan, sambil menunjuk ke arah Andy.


Sementara Adnan ia tidak menjawab, karena dia sendiri belum tau nama Andy.


"Riandy, panggil saja kak Andy, saya akan menjadi kaka angkat kamu, apakah kamu mau jadi adik saya?" Andy berbicara dan bertanya kepada Alma.


"aku ngikut sama kak Adnan aja" ucap Alma.


"oke kalau begitu kalian berdua sekarang resmi jadi adik angkat saya" ucap Andy sambil mengelus kepala Alma.


"makasih kak Andy...." ucap Alma dengan suara kecil.


"ayok kita makan dulu" Andy berbicara kepada mereka sambil membagikan bok makanan yang ia bawa.


Akhirnya mereka makan bersama di bawah jembatan.


setelah mereka makan, Andy mengajak Adnan dan Alma untuk masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"ayok kita masuk ke dalam mobil, setelah itu kaka akan membelikan pakaian baru untuk kalian" ucap Andy


Adnan dan Alma mengikuti Andy masuk ke dalam mobil, karena mobol ferrari cuman mempunyai 2 kursi, terpaksa Adnan dan Alma harus dukuk berdempetan di kursi yang sama, untung tubuh mereka kecil dan kurus, jadi mereka masih bisa bergerak bebas disana.


Andy melajukan mobilnya, menuju tempat perbelanjaan terbesar yang ada di ibukota.


Setelah sampai di sebuah mall, Andy memarkirkan mobilnya di basemant, lalu Andy berbicara kepada mereka, "kalian tunggu di mobil saja, biar kaka yang berbelanja buat kebutuhan kalian" ucap Andy.


"siap ka" ucap Adnan dan Alma menjawab serampak.


Setelah berbicara, Andy turun dari mobilnya dan langsung berjalan ke arah lift untuk naik ke atas.


Andy sampai di atas, tepatnya di toko pakaian, Andy memborong pakaian anak-anak yang cocok buat Adnan dan Alma.


Setelah membeli pakaian, Andy juga membeli perlengkapan sekolah buat mereka, seperti tas, sepatu, pakaian sekolah, buku tulis, pulpen, pensil, dan lain-lain.


Setelah selesai berbelanja, Andy turun ke bawah dengan membawa 4 paperbag besar di tangannya, 2 paperbag isinya pakaian dan keperluan sekolah untuk Adnan, sementara 2 lagi untuk Alma. isinya sama cuman beda model doang, kalau untuk Adnan pakaian anak laki-laki, kalau untuk Alma pakaian anak perempuan.


Andy masuk ke dalam mobil, lalu memberikan paperbag itu kepada Adnan dan Alma, "ini buat kalian" ucap Andy.


"Terimakasih kak" ucap Adnan


"Terimakasih kak" ucap Alma.


Mereka berdua berterima kasih sambil menangis karena terharu, akhirnya ada orang yang membelikan pakaian untuk mereka, perasaan mereka saat ini sangat-sangat bahagia.


Setelah memberikan pakaian, Andy mengambil ponselnya lalu menghubungi Rehan.


Setelah sambungan telepon terhubung Andy berbicara, "hallo bang, abang lagi sibuk gak?" ucap Andy.


"enggak sibuk-sibuk amat An, emang ada apa?" Rehan menjawab di sebrang telepon.


"kalau gak sibuk, tolong belikan rumah yang besar buat saya, uang nya akan saya kirim sekarang juga, kalau bisa yang bisa di tempati besok" ucap Andy kepada Rehan


"wah kebetulan sekali An, temen saya sedang mencari orang yang mau membeli rumahnya, karena dia akan pindah ke luar negri, bahkan dia mau menjual dengan furniture nya juga. Jadi itu rumah tingal nempatin doang, tapi harganya lumayan tinggi, kurang lebih 995M harganya." ucap Rehan menjelaskan dengan singkat padat dan jelas.


"oke, masalah harga tenang saja" ucap Andy dengan enteng.


"yang bener lo mau membeli rumah samahal itu, siapa yang mau nempatin nya?" Rehan ke heranan


"ya buat istri-istri saya lah HAHA. HAHA.." Andy menjawab sambil tertawa.


"oke lah, sultan mah emang beda" ucap Rehan di sebrang telepon.


"sekarang saya kirim uangnya ke abang, abang langsung beli rumahnya, setelah itu kirimkan lokasi rumahnya ke saya, kita akan bertemu di rumah itu malam ini." ucap Andy.


"oke siap" Rehan menjawab.


"oke kalau begitu saya tutup ya telponnya" ucap Andy mengakhiri pembicaraan mereka.


Andy menyimpan ponselnya di saku celananya.


TRING.. ponsel Andy berbunyi didalam saku celana.


Andy mengambil ponselnya kembali lalu melihatnya, ternya Rehan mengirimkan lokasi Rumah yang ia beli.


Andy melihat lokasi rumah itu, ternyata rumah itu adalah rumah paling mewah, yang ada di komplek perumahan elit yang ia tempati, rumah itu tidak jauh dari rumah orangtua nya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2