Kesayangannya Guru Cantik

Kesayangannya Guru Cantik
Penyelamatan & Pembantaian


__ADS_3

Ratusan orang bersenjata lengkap, telah mengepung markas BLACK DRAGON, mereka tinggal menunggu printah untuk meratakan markas BLACK DRAGON.


Di dalam mobil pajero sport warna hitam, Brian sedang berbicara bersama Andy dan Adam.


Adam, sedang meretas CCTV yang ada di markas BLACK DRAGON, untuk mengetahui dimana posisi Rury disekap.


Tidak lama kemudian, Adam berhasil mengetahui lokasi Rury disekap. Kemudian, Adam memperlihatkan Rekaman CCTV itu kepada Brian dan Andy.


"lihat ini bos" ucap Adam.


Brian dan Andy, melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Ridwan meminumkan segelas Air kepada Rury.


"Adam, kamu dan Andy menyelinap-lah kesana untuk menyelamatkan Rury. untuk mengalihkan perhatian, aku dan yang lain akan langsung menyerbu markas mereka dari luar" Brian memberi instruksi.


Adam dan Andy langsung menyelinap masuk kedalam markas.


***


Di Ruangan Ridwan. Saat ini Ridwan sangat bahagia, karena sebentar lagi ia akan menikmati tubuh indah Rury.


Ridwan mendekat ke arah Rury untuk melepaskan tali yang mengikat Rury, sementara Rury tubuhnya sudah memerah karena menahan hasrat dalam tubuhnya.


Ketika tangan Ridwan mengenai kulit Rury, Rury langsung mendesah "aeh...." suara ******* yang terdengar menggairahkan keluar dari mulut mungil Rury.


Ridwan yang mendengar suara itu, ia dengan cepat membuka tali yang mengikat Rury. Ridwan menggendong tubuh Rury yang menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, Ridwan membawanya ke sopa yang ada disana.


Ridwan berpikir "inilah saatnya aku menikmati tubuhmu Rury, kamu sekarang akan menjadi milikku, haha..." ucap Ridwan dalam pikirannya.


Ketika Ridwan akan merobek pakaian Rury, tiba-tiba kohar masuk ke ruangan itu.


"bos gawat..! Markas kita di serang" ucap kohar.


"APPA..! Siapa orang yang berani menyerang markas kita.?" ucap Ridwan bertanya sambil berteriak karena marah. Ridwan sangat marah, karera dia akan melakukan hal enak-enak, malah ada yang mengganggunya.


Ridwan dan kohar keluar dari kamar itu. meninggalkan Rury yang sedang kesakitan, menahan sesuatu dalam tubuhnya.


Ridwan dan kohar sampai di depan.


DOR.. DOR... DOR..


baku tembak sedang terjadi disana, banyak anak buah Ridwan yang sudah tersungkur mati di tempat. Meskipun anak buah Ridwan banyak dan kuat, tapi tidak semua anak buah Ridwan memiliki senjata api.


Ridwan mengambil pistolnya yang ia bawa di balik jaketnya, Ridwan langsung bertempur melawan pasukan yang di bawa Brian.


DOR.. DOR... DOR...

__ADS_1


Ridwan melepaskan tembakan kepada pasukan GOLDEN PHOENIX yang di bawa Brian. namun sayang, tidak ada satupun tembakan yang mengenai pasukan GOLDEN PHOENIX, karena GOLDEN PHOENIX sudah terlatih di dalam pertermpuran dekat maupun jauh.


Ketika Ridwan sedang frustasi dengan tembakannya, karena tidak satupun mengenai lawannya. Tiba-tiba Brian datang ke arahnya.


DOR.. Brian menembak tepat mengenai tangan Ridwan.


"HAHA.. Ridwan... Ridwan, Berani sekali kamu menculik calon menantuku. Apakah kamu sedang menggali kuburanmu sendiri, HAHA.." Brian berkata sambil tertawa


Ridwan tidak menjawab. karen ia merasa bahwa ia yang salah, karena tidak menyelidiki terlebih dahulu identitas kekasih Rury. Awalnya Ridwan menganggap dirinya yang paling kuat, karena memilika organisasi mafia BLACK DRAGON, Ridwan tidak menyadari bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Ridwan terlalu bangga dengan apa yang dirinya miliki, hingga tidak sadar bahwa ia sudah melangkah ke dalam jurang kematian.


***


Setelah Ridwan keluar, Andy masuk kedalam Ruangan itu, sementara Adam berjaga di depan pintu.


Andy sampai di dalam ruangan itu. Andy melihat Rury sedang memeluk lututnya sendiri, mukanya memerah karena kesakitan, akibat menahan napsu birahi yang membara di dalam tubunya.


Andy berjalan ke arah Rury lalu menggendongnya, Andy membawa Rury ke kamar yang ada disana.


Untung saja Ruangan itu ada kamarnya juga, jadi Andy tidak usah Repot-repot mencari tempat untuk bersembunyi.


Andy masuk kedalam kamar itu lalu mengucinya dari dalam, karena takut kalau nanti ada orang yang masuk.


Andy mau merebahkan tubuh Rury di ranjang, tapi Rury malah memeluknya dan berkata "Andy bantu aku.." ucap Rury dengan suara purau.


Meskipun sangat tersiksa, Rury masih kuat mempertahankan kesadarannya. Ketika Andy datang dan membawanya ia masih bisa mengenali Andy.


Andy membuka blazer Rury, lalu membuka kancing kameja Rury dan melepaskan kameja itu dari tubuh Rury.


Setelah melepaskan kameja, Andy juga membuka Rok span yang Rury pakai, lalu menarik Rok span itu kebawah kaki Rury, lalu melepaskannya.


Setelah selesai membuka pakaian luar Rury, Andy juga langsung membuka pakaian dalamnya yang berwarna merah jambu.


Setelah itu Andy juga membuka pakaiannya sendiri.


setelah mereka berdua tidak menggunakan pakaian, Andy langsung bercocok tanam di lembah basah dan rapat milik Rury, meskipun lembah itu sudah sering Andy gunakan, tapi tetap saja kondisinya menjadi Rapat kembali. cuman bedanya kali ini tidak mengeluarkan darah, seperti waktu Andy pertama kali bercocok tanam disana. tapi, rasanya masih tetap sama, Malah sekarang menjadi lebih nikwat.


***


DOR... DOR.. DOR...


Di luar Brian menembak kepala Ridwan tanpa berkedip. kondisi kepala Ridwan langsung hancur, karena Brian kali ini menembak dengan pistol Desert Eagle,



Senjata ini begitu terkenal sehingga sering ditampilkan pada film-film bergenre action.

__ADS_1


Dijuluki sebagai Prestige Resolve in the World, Desert Eagle dilengkapi peluru magnum yang dapat menusuk sekaligus menciptakan ledakkan pada target.


Darah dari kepala Ridwan memuncrat kemana-mana, tubuh Ridwan yang tampa kepala langsung jatuh ke lantai dengan di penuhi darah.


Setelah membunuh Ridwan, Brian langsung kembali ke mobilnya dan bersantai di sana.


Sementara pasukan GOLDEN PHOENIX masih bertempur menghabisi semua antek-antek BLACK DRAGON, itu semua di lakukan untuk menghilangkan bibit balas dendam di masa depan.


Pembantayan itu terus berlanjut, hingga menghabiskan waktu 3 jam lamanya.


Setelah 3 jam, semua Antek-antek BLACK DRAGON sudah mati, habis tak tersisa.


***


Di kamar, Andy juga telah menyelesaikan pertempurannya melawan Rury. Andy dan Rury sudah melewati pertemuan hidup dan mati, sudah beberapa kali nyama Andy melayang, namun Andy bangkit kembali dan melawan lagi. Hingga menghabiskan 10 ronde pertempuran.


Sekarang Rury, sudah terlepas dari pengaruh Afrodisiak itu. Tapi, Rury sudah kehabisan tenaga, dan akhirnya Rury pingsan disana.


Sementara Andy yang selalu menjadi juara bertahan, ia memakaikan pakaian Rury kembali.


Setelah memakaikan pakaian Rury, Andy juga memakai pakaiannya sendiri.


Usai berpakaian. Andy menggendong Rury, lalu membawanya keluar dari kamar dan Ruangan Ridwan itu.


Di luar Ruangan, ternyata Adam masih menunggu disana. Dalam hatinya Adam berbicara "sekian lama aku menunggu, akhirnya bocah ini keluar jua" Adam menggerutu dalam hatinya.


Andy, berjalan keluar dari Markas itu, di ikuti oleh Adam di belakangnya.


Andy langsung membawa Rury masuk kedalam mobilnya, lalu menidurkan Rury di bangku penumpang. Setelah itu Andy keluar dari dalam mobinya untuk menemui ayahnya.


Andy sampi di dekat mobil ayahnya, Andy melihat ayahnya sedang duduk menyilang di kap-depan mobilnya. Di tangan ayahnya ada sebatang Rokok yang sedang mengepul.


Brian atau ayahnya Andy, sedang bersantai disana, Brian menghisap rokoknya dengan khidmat, setelah menghisapnya Brian mengeluarkan asap rokok itu dari mulutnya lalu menghirup aroma rokok itu dengan hidungnya, Brian melakuka itu hal berurang-ulang.


Setelah bosan merokok, Brian membuang puntung Rokok itu ke bawah, lalu Brian turun dan menginjak puntung Roko itu.


Brian melihat ke arah Andy yang baru datang menghampirinya, Brian berbicara kepada Andy. "lama banget kamu, orang mah perang di luar, lah kamu malah enak-enak perang di atas kasur" ucap Brian menyindir.


"Ayah, kayak ayah gak tau aja" Andy menjawan sekenanya. Karena Andy sudah terbiasa dengan Brian yang suka sindir-sampir.


"gimana, apakah Rury baik-baik saja?" Brian bertanya.


"baik yah, untung saja kita tepat waktu, kalau kita terlambat beberapa menit saja, mungkin Rury sudah di mangsa oleh manusia sialan itu" ucap Andy menjawab.


"syukur kalau begitu" ucap Brian.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan Andy, Brian menghubungi Adam untuk datang ke hadapannya. Tidak lama Adam datang kesana, lalau Brian berbicara kepada Adam. "Adam, karena sekarang BLACK DRAGON sudah kita habisi.! untuk mengurus mayat mereka, Kamu bakar saja markas ini sampai habis. bila perlu taruhlah beberapa bom disana, lalu ratakan markas ini dengan tanah" ucap Brian memberi instruksi kepda Adam.


"oke siap bos" Adam menjawab, setelah itu Adam bergegas pergi untuk melakukan tugasnya.


__ADS_2