
Irwan dan bela sudah masuk kedalam mobil, setelah duduk di kursi kemudi irwan bertanya kepada bela.
"kaka dimana rumahnya" ucap irwan
"lurus aja dulu, ntar kalau ada belokan akan saya kasih tau" ucap bela menjawab pertanyaan irwan
Irwan melajukan mobilnya menuju Rumah bela.
Di perjalanan bela bertanya "nama kamu siapa" ucap bela
"irawan Frasetya, biasa di panggil irwan" ucap irwan menjawab.
"oh... Nama saya Arabela, panggil aja bela" ucap bela, memperkenalkan dirinya.
"ka bela, masih kuliah apa sudah kerja?" ucap irwan bertanya.
"saya baru saja di widuda, saya belum mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan saya" ucap bela menjawab.
"oh... Emng kaka kuliahnya ngambil jurusan apa?" ucap irwan, sambil pokus mengemudikan mobilnya.
"karena saya sangat menyukai seni, saya mengambil jurusan musik" ucap bela.
"oh.... Kebetulan sekali kalau begitu, kita memiliki hobi yang sama, bagaimana kalau kita mendirikan perusahaan industri musik?" ucap irwan.
"bisa saja kita mendirikan perusahaan itu, tapi bukannya membuat sebuah perusahaan itu butuh modal yang sangat banyak?" ucap bela bertanya.
"kalau masalah uang kaka tenang saja, aku memilikinya dari hasil kerja ku sendiri, apalagi di tambah pemberian orangtua ku setiap bulan" ucap irwan menjawab santai.
Irwan selain suka bermain DJ ia juga suka menabungkan uang hasil konsernya, jadi irwan sudah banyak duit sekarang, tidak beda jauhlah dengan Andy, cuman cara mereka menghasikan uang berbeda.
Sementara bela yang mendengar jawaban dari irwan, ia merasa tertarik dengan karakter irwan yang tampan baikhati dan tidak sombong, rajin menabung pula.
Bela langsung menyetujui untuk bekerjasama dengan irwan.
"jadi kapan kita akan memulai progres ini" ucap bela bertanya.
"semakin cepat semakin baik" ucap irwan.
Tidak lama setelah mereka mengakhiri pembicaraan, mereka sampai di rumah bela, bela tinggal sendiri di rumahnya.
Rumah bela terlihat sangat minimalis, satu ruangan tamu, ruangan utama, ruangan dapur, dan hanya memiliki satu kamar tidur.
Setelah mereka sampai, irwan memarkirkan mobilnya di carport rumah kecil itu.
"kamu mampir aja dulu, biar saya buatin minum, mau teh manis atau kopi, kebetulan ada banyak di rumah saya" ucap bela sambil turun dari mobil irwan.
"boleh, emang gak ngerepotin?" ucap irwan bertanya sambil turun juga dari mobilnya.
"enggak ko, justru saya yang ngerepotin kamu, karena nganterin saya ke sini" ucap bela.
Setelah berbicara, akhirnya mereka masuk ke dalam rumah bela, irwan duduk di sopa yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
Irwan melihat ke sekeliling ruangan itu, meskipun kecil tapi ruangan itu di tata dengan sangat elegan.
Irwan mengambil ponsel dari saku celananya, ia melihat jam di ponselnya sudah menunjukan pukul 03.00 dini hari.
Ketika irwan sedang mengutak-ngatik ponselnya, tiba-tiba bela datang dengan secangkir kopi di tangnnya, lalu menaruh kopi itu di meja.
"ini kopinya, di minumya..." ucap bela.
"iya..ka, terimakasih" ucap irwan sambil meminum kopinya.
Setelah minum kopi, irwan membicarakan soal rencana perusahaan, mereka berbicara saling memberi saran satu sama lain.
Karena sudah ngantuk, bela tertidur di sopa yang ada di samping irwan.
Sementara irwan sedang mengutak-ngatik ponselnya, setelah selesai irwan menaruh ponselnya di meja, irwan melirik ke arah bela, lalu bergumam pelan
"eh.. Malah tidur.." ucap irwan.
Karena merasa kasihan melihat bela tidur sambil duduk, irwan menarik tubuh bela dengan pelan lalu menidurkan kepala bela di pangkuannya.
Irwan mengambil kembali ponselnya, dan langsung asik sendiri dengan ponselnya, entah apa yang sedang di lihat oleh irwan hingga membuat irwan tersenyum-senyum sendiri.
***
Mentari pagi menyapa dengan indah, cahayanya yang terang menyinari bumi, mengusir kegelapan malam dan di gantikan dengan pagi yang cerah.
Di sebuah hotel yang letaknya dekat dengan pantai, Andy terbangun dari tidur lelapnya, ia langsung pergi ke kamar mandi untuk sekedar gosok gigi dan mencuci muka, lalu kembali lagi ke tempat tidur untuk membangunkan Rury dan Rina.
Namun yang di bangunkan bukannya bangun malah saling menatap, Rury menatap Rina memberikan isarat yang hanya di mengerti oleh mereka berdua, Rina menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Setelah itu Rury menarik tubuh Andy membawanya ke tengah-tengah mereka, lalu Rury dan Rina memeluk Andy dengan erat hingga membuat Andy susah bernapas.
Rury mengangkat kaki kirinya lalu melingkarkannya untuk mengunci kaki Andy, sementara Rina ia juga melakukan hal yang sama, Rina mengangkat kaki kanannya lalu melingkarkannya di kaki Andy.
Andy yang tidak bisa bergerak, hanya diam saja menerima perlakuan kejam dari mereka.
Rury dan Rina memakai kembali selimut untuk untuk menutupi mereka, lalu mereka berdua mencumbu Andy di dalam selimut.
Andy sangat tersiksa karena tidak bisa bergerak bebas, ketika mau menggerakan tangannya, Rury langsung menindih tangan Andy dengan tubuhnya, ketika mau menggerakan tangan yang satunya lagi, Rina juga melakukan hal yang sama.
Andy hanya pasrah saja, Andy di cumbui oleh mereka berdua dengan kasar, ciuman dan isapan di daratkan oleh mereka di leher Andy, leher Andy saat ini sudah penuh dengan tanda merah.
Rury dan Rina membuka baju Andy dengan menarik kerahnya ke kanan dan ke kiri, hingga membut kancing baju Andy copot dan berterbangan kemana-mana.
Setelah baju Andy terbuka dan menampakan tubuh Andy yang begitu indah, mereka berdua langsung mencumbu tubuh Andy dengan mencium dan menghisapnya bahkan memberikan beberapa gigitan keci disana.
Andy yang sudah kehabisan kesabarannya, ia mengangkat tubuh mereka berdua lalu keluar dari kukungan mereka.
Andy menatap mereka dengan marah dan penuh napsu, setelah itu Andy menerkam ke Arah Rury untuk membalasnya, namun tiba-tiba Rina menarik tubuh Andy dari belakang, hingga membuat tubuh Andy terjatuh ke lantai, Rina langsung menindih Andy disana.
Ketika Andy mau melepaskan diri dari Rina, tiba-tiba Rury datang dan langsung menindih tangan Andy dan mengunci kaki Andy dengan kakinya.
__ADS_1
"kamu diam saja sayang, biar kita yang ber main" ucap Rury sambil menarik celana Andy.
Andy pun menerima usul itu, dan membiarkan apa saja yang mereka inginkan.
Setelah 1 jam mereka menguasai pertandingan, akhirnya mereka lelah juga, Andy yang melihat kesempatan emas itu, ia tidak menyia-nyiakannya, Andy membawa tubuh mereka ke atas kasur lalu membaringkannya di sana.
Andy menyerang mereka dengan tombak pusaka andalannya, setelah 1 jam tombak Andy telah mencapai batas pemakaian, Andy langsung mencabut tombaknya lalu membawanya ke arah mulut Rury,
Rury yang mengerti hal itu, ia langsung membuka mulutnya dan lahar panaspun tumpah dari tombak pusaka Andy di dalam mulutnya.
Lahar panas Andy masik banyak, jadi ia mencabut tombaknya dari mulut Rury lalu memasukanya ke mulut Rina, Andy menumpahkan kembali lahar panas itu di mulut Rina, Rina langsung menelannya dengan habis, karena rasanya sangat enak bagi Rina.
Setelah acara pertempuran mereka seselai, mereka langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, mereka check out dari hotel, rencananya mau pulang ke rumah Andy, karena Andy mau mengenalkan mereka ke bundanya.
Saat ini di basemant hotel, mereka masuk ke mobilnya masing-masing lalu mobil itu melaju meninggalkan kawasan hotel.
Di jalan raya, 2 mobil ferrari dan 1 mobil BMW melaju dengan kecepatan sedang, mobil itu menuju ke kawasan perumahan yang di tinggali Andy dan Rury.
***
Di sebuah rumah yang tampak megah dan besar, seorang wanita paruh baya yang masih kelihatan cantik, sedang di bantu oleh ART untuk menyiapakan makan siang, di meja makan sudah tertata dengan rapih makanan yang sangat banyak, berbagai lauk-pauk ada disana.
"bi tolong buatin jus mangga, jus sirsak, dan jus melon" ucap Yanti, kepada bibi ART.
"ok siap" ucap bibi ART itu
Tadi pagi Yanti telah menerima pesan dari Andy, bahwa siang ini Andy akan membawa Rury kerumahnya, ia belum tau bahwa ada satu orang lagi yang Andy bawa yaitu Rina.
"brum...brum..." suara raungan mobil Andy terdengar hingga ruang makan
Yanti yang mendengar itu, ia langsung sumringah dan langsung berjalan menuju ke depan untuk membuka pintu rumahnya.
Setelah membuka pintu Rumah, Yanti keluar dan melihat ada 3 mobil sport yang berjejer di halaman depan rumahnya.
"lah, ko mobilnya banyak" ucap Yanti bergumam karena merasa heran.
Dari mobil ferrari 458 Spider Andy keluar, dari mobil ferrari 458 italia warna putih Rina keluar, sementara dari mobil BMW M8 Rury keluar dan langsung menggandeng tangan kiri Andy, sementara Rina ia juga tidak mau kalah, Rina berjalan ke arah Andy dan langsung menggandeng tangan kanan Andy.
Sementara di sisi Yanti yang sedang berdiri di depan pintu, matanya langsung celohok melotot, bola matanya hampir loncat keluar karena melihat putra semata wayang nya, sedang di gandeng oleh dua bidadari tak bersayap.
Ketika Yanti masih berkelana dalam lamunanya, tiba-tiba Andy sudah di depan matanya, Andy menyapa Yanti
"bunda.., kenalin ini pacar Andy, yang ini namanya Rury dan yang ini karina atau bisa di panggil Rina" ucap Andy memperkenalkan 2 kekasihnya.
Yanti yang sudah tersadar dari ke terkejutannya langsu menyapa 2 calon menantunya.
"hay, sayang... Kenalin Yanti, bundanya Andy, kalian panggil bunda saja sama seperti Andy" ucap Yanti sambil merentangkan tangnnya untuk memeluk Rury dan Rina.
Di sisi Rury dan Rina, mereka merasa lega kerena Yanti tidak menolak mereka, mereka langsung menjawab dengan serampak.
"iya bunda.." ucap mereka lalu memeluk Yanti.
__ADS_1
Setelah mereka berpelukan, Yanti mengajak mereka untuk masuk kedalam.
Saat ini Yanti sangat gembira karena sudah mempunyai calon mantu, yang lebih menggembirakan lagi calon mantunya 2 sekaligus, mana cantik semua lagi, "memang hebat si Andy, sekali dayung 2 pulau terlewati" ucap Yanti bermonolog di dalam hatinya.