Kesayangannya Guru Cantik

Kesayangannya Guru Cantik
Dinda yang bilik kesal


__ADS_3

Setelah berbicara dengan ayahnya, Andy kembali lagi ke mobilnya.


Di dalam mobil. Andy melihat Rury yang masih tertidur, wajah Rury ketika tidur terlihat cantik dan mempesona.


Andy mendekatkan wajahnya ke arah wajah Rury, "cup" Andy mencium kening Rury.


Setelah mencium Rury, Andy melajukan mobilnya untuk kembali ke rumahnya.


***


Di rumah besar dan mewah.


Saat ini Dinda sedang gelisah, karena Rury belum pulang kerumah.


Dinda sudah beberapa kali menghubungi kontak Rury, namun tidak dapat terhubung.


Dinda mengambil ponselnya kembali. setelah mengambil ponsel, Dinda menghubungi Andy. Tidak lama, sambungngan teleponnya terhubung.


"hallo Andy, apakah kamu bersama Rury?" Dinda bertanya kepada Andy.


"iya mah, Rury lagi bersama Andy." ucap suara Andy, terdengar di dari ponsel yang di tempelkan ke telinganya.


"oh.. Syukur lah kalau begitu, soalnya perasaan mamah dari tadi gak enak, kepikiran Rury terus." ucap Dinda.


"iya mah. mah malam ini Rury aku suruh nginep di Rumahku, mamah gak apa-apa kan sendirian disana?" ucap suara Andy.


"iya gakpapa. tapi kalau kamu kesini, kamu harus tidur denganku sampi pagi hihi.." ucap Dinda.

__ADS_1


Sementara Andy yang mendengar godaan dari Dinda langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan, "ehah..." Andy menghela napas, lalu keluar dari mobil.


Andy berjalan menjauhi mobilnya.


Setelah jauh dari mobil, Andy berbicara lagi kepada Dinda yang masih menunggu jawaban di sebrang telepon. "sayang" ucap Andy.


Ini pertama kali Andy memanggil sayang kepada Dinda.


"kenapa sayang?" ucap suara Dinda, menjawab.


Andy sudah memikirkan hal ini sejak lama, sekarang sudah saatnya Andy membicarakan hal yang sangat penting ini.


Hal ini menyangkut masa depan dirinya dan Rury juga Dinda.


Andy tidak mau membuat Rury kecewa, Andy sangat menyayangi guru cantiknya itu, karena Rury adalah cinta pertama baginya.


"aku ngerti, aku ikhlas ko sayang. Aku tidak akan mengganggu kamu lagi." Dinda memotong perkataan Andy yang belum selesai.


"bukan begitu sayang" Andy menjawab. dengan sedikit kesal, karena ucapannya belum selesai, Dinda malah langsung menanggapi dengan maksud lain.


"jadi begini sayang.." ucap Andy mau menjelaskan kembali.


Tapi dinda sudah menjawab lagi.


"iya sayang, aku mengerti. Kamu sudah jadi menantuku aja, aku mah sudah bahagia." ucap Dinda.


Sementara Andy. yang ucapannya di potong lagi, jadi sangat jangah dibuatnya.

__ADS_1


Andy berbicara lagi kepda Dinda dengan sedikit emosi. "sayang, kamu bisa diem dulu enggak sih..!, aku ngomongnya belum selesai, main jawab-jawab aja. Emangnya ini lomba panjat pinang apa? Siapa cepat dia dapat." ucap Andy.


"hihi, iya sayang. Yaudah, tadi kamu mau ngomong apa?" Dinda menjawab sambil tertawa.


"sialan, gak jadi lah." Andy merajuk.


"ups, jangan marah-marah dong, nanti Anu kamu mengecil loh?" ucap Dinda di sebrang telepon.


"ah. sudah lah, nanti aja bicaranya. Susah bicara sama orang sinting mah, bicaranya harus di kasur mulu sambil uh ah uh ah" ucap Andy.


Karena kesel, Andy langsung mematikan sambungan teleponnya.


Andy mengantongi ponselnya kedalam saku celananya. Setelah itu, Andy kembali lagi kedalaman mobilnya.


Sementara Dinda. Ketika sambungan teleponnya dimatikan secara sepihak, Dinda menggerutu kesal. "apaan sih, gak jelas itu orang." ucap Dinda kepada dirinya sendiri.


Dinda langsung berjalan ke Ruang keluarga, lalu duduk di sopa yang ada disana. Setelah duduk, dinda melihat ke samping, disana ada kinar yang sedang bermain game di ponselnya.


kinar melihat ke arah Dinda, lalu Kinar bertanya. "Mah, bengkel motor yang bagus dimana ya?" ucap Kinar.


Dinda, memegang dagu nya sambil mengingat-ngingat nama bengkel motor.


Setelah mengingat namanya, Dinda berbicara kepada Kinar. "ada, namanya MEGA MOTOR, coba kamu cari lokasinya di google." ucap Dinda.


Kemudian Kinar mencari lokasi bengkel itu di google. setelah ketemu, kinar berpamitan kepada Dinda. "mah aku pergi dulu ya." ucap Kinar.


"iya hati-hati, jangan pulang ke-malaman. Soalnya malam ini Rury gak pulang ke sini, jadi mamah kesepian kalau malam sendirian di rumah" Dinda mengingatkan kinar untuk tidak pulang ke-malaman.

__ADS_1


"iya mah" Kinar menjawab.


__ADS_2