
Sementara putri malam, ia juga membuka helmnya, ketika helm putri malam di buka terlihatlah wajah seorang gadis cantik yang dewasa kira-kira seumuran dengan Rury.
Putri malam menaruh hlem nya di jok motornya, lalu membalas uluran tangan Rizki mereka berjabat tangan dan bersalaman, lalu putri malam berbicara.
"em...boleh, mau bicara soal apa?" ucap putri malam, menjawab
"sebenarnya saya hanya ingin sekedar berkenalan saja jika kaka berkenan, karena saya sangat tertarik dengan ke hebatan kaka dalam balap motor" ucap Rizki berkata dengan sopan.
"oh..begitu... Kamu juga hebat, baru pertama kali saya menemukan lawan sekuat kamu" ucap putri malam balik memuji dengan di dampingi senyum manis miliknya.
Rizki yang melihat senyuman itu, langsung terpana terpanah dan terpesona, Rizki malah bengong saja memandang putri malam yang melambai-lambaikan tangannya ke arahnya untuk menyadarkan Rizki dari lamunannya.
Setelah tersadar dari lamunannya Rizki berbicara dengan gelagapan "p-perkenalkan n-nama saya, Rizki Alfarizi" ucap Rizki sambil mukanya memerah karena malu ketahuan sedang memandang putri malam dengan pikiran mesumnya.
"hey, biasa aja gak usah malu-malu gitu, perkenalkan juga gw Kinara Elmyra, panggil aja kinar" ucap putri malam, ia juga memperkenalkan dirinya.
"salam kenal ya...ka, kaka pulang kemana?" ucap Rizki bertanya
"gw sebenarnya orang bandung, tapi besok gw mau pindah ke jakarta sekalian nemenin mamah sepupu gw yang ada di sana, soalnya dia tinggal sendiri kalau anaknya lagi pergi" ucap Kinar menjawab
"apakah sepupu kaka namanya Rury?" ucap Rizki bertanya.
"eh, kok kamu tau!" ucap Kinar menjawab ke heranan
"soalnya.., nama belakang kaka sama seperti bu Rury guru IPA saya di sekolah" ucap Rizki menjelaskan
"hah..! Guru IPA, yang benersaja... Ternyata dia sibuknya karna menjadi guru.. Wah harus di intogasi itu anak" ucap Kinar.
Kinar merasa heran, dalam pikirannya kinar bermonolog "kenapa kak Rury jadi guru IPA padahal dia sendiri lulusan menejemen bisnis, S2 lagi, bikin penasaran saja" ucap Kinar dalam pikirannya.
"iya ka...guru IPA," ucap Rizki
"oh...begitu ya, yaudah saya duluan ya sampai ketemu lagi di lain waktu" ucap kinar berpamitan, karena takut keburu turun hujan.
"iya.. Kak, hati-hati di jalan" ucap Rizki
Setelah berpamitan, kinar langsung menaiki motornya dan langsung pergi menuju rumahnya yang ada di bandung.
Sementara Rizki yang di tinggal pergi, ia juga harus pergi karena sudah mau hujan dan kinar juga sudah pergi, jadi tidak ada yang harus di tunggu lagi olehnya, akhirnya Rizki melajukan motornya untuk kembali ke rumahnya.
__ADS_1
***
Di rumah besar yang terlihat megah dan mewah, seorang wanita tengah berpamitan kepada yang lainnya, wanita itu terlihat cantik manis dan imut, masih muda lagi, wanita itu adalah Rina.
"ka, aku pulang yah.." ucap Rina kepada Rury.
"sayang aku pulang yah..." ucap Rina kepada Andy.
"iya sayang hati-hati di jalan" ucap Rury kepada Rina
Sementara Andy hanya mengangguk dan tersenyum saja, sambil tangannya mengacak-acak rambut Rina dengan lembut dan penuh kasih sayang.
Malam ini Rina pulang ke Rumahnya karena takut kena marah dari orang tuanya, apalagi ocehan dari Rio yang selalu membuat Rina emosi di buatnya.
Setelah kepergian Rina, Rury membawa Andy ke kamarnya. setelah sampai di kamar, pertempuran yang sering di lakukan pasangan yang sedang di mabuk cinta akhirnya terjadi disana, lenguhan dan ******* terdengar sampai kamar Dinda yang ada di sebelah kamar Rury.
Dalam waktu 2 jam lamanya, teriakan-teriakan kenikmatan terdengar tanpa henti, pada waktu 2 jam lebih 30 menit akhirnya teriakan itu tidak terdengar lagi, karena pertempuran mereka telah usai dengan di menangkan oleh Andy, dan Rury berakhir pingsan dengan wajah berseri-seri karena telah merasakan kenikmatan yang di sebut surga dunia.
Setelah selesai pertarungan, Andy memakai bajunya kembali, lalu keluar dari kamar Rury untuk ke bawah mengambil air minum. setelah Andy sampai di bawah, ternyata ada Dinda yang menunggu sambil bersidekap dada di sana, Andy bertanya kepada Dinda "ada apa mah" ucapa Andy.
"malah nanya lagi.. tentu saja menunggumu dan ngasih hukuman buat kamu sayang..." ucap Dinda sambil melingkarkan tangannya di leher Andy.
Setelah sampai di kamar tamu Dinda menyuruh Andy duduk di sopa yang ada di sana "duduk dulu sayang.." ucap Dinda
"iya mah" ucap Andy menjawab sambil duduk di sopa
Setelah Andy duduk di sopa, Dinda berjalan ke arah pintu dan langsung menguncinya, setelah itu Dinda kembali ke depan Andy lalu membuka rok yang ia pakai. setelah membuka rok, Dinda mendudukan dirinya di pangkuan Andy dengan posisi saling berhadapan, Dinda mencium leher Andy "cup" suara kecupan Dinda terdengar merdu, setelah itu Dinda berbicara "sayang kamana saja kamu membawa Rury sampi gak pulang 2 hari, hem...?" ucap Dinda mengintrogasi sambil menciumi leher dan telinga Andy.
"gak kemana-mana, cuman ke pantai doang dan nginep di hotel yang ada di sana, lalu bertemu dengan Rina, dan Rina pun menginap di sana" ucap Andy menjelaskan dengan singkat padat dan jelas.
"oh..jadi seperti itu... Jadi kamu bertemu dengan Rina di sana, awas aja kalau kamu sampai menyakiti perasaan Rury.., mama tidak akan mengampuni mu" ucap Dinda mengancam, dengan tidak tahu diri, padahal dia sendiri yang berselingkuh dengan Andy, yaitu calon menantunya.
"iya gak bakalan nyakitin perasaan Rury ko, buktinya sekarang mereka akur-akur saja, malah sudah seperti adik-kaka, Jadi sekarang apa hukuman yang akan mama berikan itu?" ucap Andy.
"hukuman buat kamu.., malam ini kamu harus tidur dengan mama sampai pagi di sini ok, kamu gak bisa nolak untuk yang satu ini" ucap Dinda dengan tegas mengutarkan hukumannya.
"kalau begitu mari kita mulai hukumannya" ucap Andy dengan entengnya menjawab.
Andy tidak takut sama sekali karena ia yakin pada akhirnya Dinda akan kalah sendiri, dan berakhir pingsan seperti Rury, tapi nasib siapa yang tau pada akhirnya, karena nasib sudah di gariskan oleh yang maha kuasa yaitu tuhan sang pencipta alam sementara, manusia hanya bisa mengikuti alur yang telah di tentukan.
__ADS_1
"tunggu sebentar mama mau ke kamar mandi dulu" ucap Dinda sambil langsung berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar itu.
Di kamar mandi dinda meminum obat Afrosidiak yang telah ia persiapkan. Afrosidiak adalah istilah untuk berbagai jenis makanan, minuman, ramuan, atau obat yang dipercaya dapat meningkatkan birahi.
Sejak zaman dulu, berbagai budaya di dunia memiliki afrosidiaknya sendiri-sendiri.
Setelah dinda meminun itu, dinda mengganti bajunya dengan lingerie warna hitam, Dinda keluar dari kamar mandi dan berjala ke arah Andy lalu duduk di sopa tepat disamping Andy.
Andy yang melihat pakaian Dinda langsung terkediap, hidung Andy hampir mimisan, meskipun Andy telah melihat tubuh Dinda yang tanpa pakaian, tapi ketika Dinda memakai baju sexy, pesona Dinda makin terpancar jelas, janda memang semakin di depan.
"gimana... sayang, apakah aku cantik?" ucap Dinda sambil berdiri lalu berputar-putar bak model papan atas saja.
Andy tidak menjawabnya tapi langsung menerkamnya, lalu membawa Dinda ke kasur dan memakannya disana, teriakan kenikmatan duniawi langsung terdengar bersahutan.
Karena Dinda meminum Afrosidiak, permainan dinda kali ini lebih lihai dari biasanya, membuat Andy kewalahan melawannya.
Sudah 3 jam waktu berlalu, tapi Dinda masih kuat bahkan meminta lebih kepada Andy. Andy di buat gila oleh permainan Dinda, sudah beberapa kali tombak pusaka Andy memuntahkan lahar panas di dalam mulut Dinda, lahar panas itu langsung di telan habih oleh Dinda, bahkan Dinda langsung menghisap tombak Andy dengan ganas, membuat Andy menjerit-jerit ke enakan di buatnya.
Andy memasukan kembali tombaknya kedalam lembah milik Dinda, Dan itu terus-menerus berulang ulang, Ribuan gaya bercinta sudah mereka peragakan.
Permainan mereka terus berlanjut, sampi mentari pagi menyapa dari upuk timur, menampakan semburat kuning yang memberikan kehangatan bagi mahluk dan tumbuhan yang dilewati pancaran sinarnya.
Karena Dinda masih bertahan melawan Andy, akhirnya Andy membawa Dinda ke kamar mandi dan langsung mengguyur Dinda dengan air, supaya napsu birahi yang membara didalam tubuh Dinda bisa sedikit mereda, namun di kamar mandi Dinda malah menempelkan tubuhnya kepada Andy, dan menggesek-gesekan aset nya di tubuh Andy, Akhirnya Andy tanpa daya dan upaya terpaksa harus melayani Dinda di kamar mandi.
Setelah satu ronde di bawah guyuran air shower, akhirnya Dinda mencapai batasnya, Dinda terkulai lemas sambil memeluk tubuh Andy.
Andy memandikan Dinda dengan telaten, setelah bersih Andy menggendong Dinda ke luar dari kamar mandi, Andy mendudukan Dinda di sopa lalu Andy membantu Dinda memakai baju, setelah selesai memakai baju Dinda berbicara "makasih sayang, kamu memang hebat bisa memuaskan aku sampai pagi" ucap Dinda kepada Andy sambil merangkul manja pinggang Andy yang masih belum memakai baju.
Andy tidak menjawab tapi mendekatkan wajahnya ke arah wajah Dinda lalu "cup" Andy mengecup kening Dinda dengan mesra, setelah itu Andy menggendong tubuh dinda lalu menidurkannya di kasur yang ada di sana, lalu menutupnya dengan selimut.
Andy memunguti pakaianya yang berserakan di lantai lalu memakainya kembali, setelah itu Andy berkata "mah, aku ke atas dulu ya, setelah itu aku mau langsung pulang ke rumahku" ucap Andy kepada Dinda.
"iya sayang, hati-hati keluar dari kamarnya, jangan sampai ada yang lihat" ucap Dinda menjawab.
Setelah berpamitan Andy kelur dari kamar itu dengan pelan-pelan, Andy celangak-celinguk seperti maling, setelah melihat situasi aman Andy langsung berjalan ke arah tangga menuju kamar Rury.
Andy langsung masuk ke kamar Rury, dan ternyata Rury masih tidur dengan pulas, Andy berkata dalam hati "hah.., syukurlah..." ucap Andy dalam hatinya.
__ADS_1