
Sementara itu di kamar hotel, Andy terbangun dari tidur lelapnya ia berjalan ke kamar mandi meninggalkan Rury yang masih tertidur dengan pulas, ia membasuh mukanya lalu keluar dari kamar mandi, Andy sengaja tidak membangunkan Rury karena ia berpikir Rury pasti sangat kelehan karena pertempuran dengan nya tadi di kamar mandi, apalagi di tambah semalam mereka melakukannya di pinggir pantai.
Andy keluar dari kamar hotel lalu turun menggunakan lift menuju ke bawah, setelah sampai di bawah Andy berjalan ke basemant hotel untuk mengambil mobilnya yang ada di sana.
Andy sampai di basemant hotel, ia menekan remot di tangannya "bip..bip" suara notipikasi mobil menyala sambil sen nya berkedip mesra.
Lalu pintu mobil terbuka otomatis, Andy langsung masuk kedalam mobil dan duduk di bangku kemudi.
"brum..brum..." suara mobil Andy meraung-raung di basemant hotel lalu mobil itu melaju keluar dari basemant, mobil itu melaju menuju lestoran yang kemarin Andy datangi.
Mobil berhenti dengan elegan di parkiran lestoran, lalu seorang pemuda tampan keluar dari mobol itu, pemuda tampan itu adalah Andy.
Andy berjalan menuju lestoran, setelah sampai di pintu lestoran tiba-tiba ada seseorang menyapanya dari arah samping kanan.
"ka Andy, kamu di sini...?" ucap suara yang terdengar manis dan merdu.
Andy menengok ke arah suara itu, ia melihat seorang gadis cantik, rambut hitam sedikit bergelombang, alis terukir rapi, bulu mata lentik, bola mata indah bagai mutiara, hidung mancung dan mungil, bibir merah cery tersenyum menampilkan deretan gigi putih yang terlihat rapih.
Gadis itu memakai baju kaos berwarna putih, di tangan kirinya melingkar gelang berwarna hitam, di bahu kanannya menggantung sebuah tas, sementara tangan kanannya di angkat sampai dekat mukanya.
"iya.., kamu kesini sama Rio gak?" ucap Andy bertanya
"enggak.. Aku sendirian kesini, Rio tadi pergi sama temannya" ucap Rina menjawab
"oh... kirain sama Rio kesini" ucap Andy
"enggak..ka, soalnya kalo jalan sama Rio suka di kira pacaran sama orang-orang, jadi males aja jalan sama dia heheh.." ucap Rina menjawab
"oh... Kalau begitu mari masuk, mau makan bareng gak, tenang biar saya yang bayarin" ucap Andy menawarkan.
"mau ka, ayo..." ucap Rina dengan tidak sadar menarik tangan Andy kedalam.
Andy merasakan tangan Rina sangat lembut, Andy membiarkan saja tangannya di genggam oleh Rina, lalu ia mengikuti Rina sambil bergandengan tangan.
Orang-orang yang melihat mereka langsung mengira bahwa mereka sepasang kekasih.
Andy memesan tempat khusus seperti kemarin, lalu memesan makanan untuk di bawa pulang, dan juga untuk mereka makan disini.
Setelah memesan makanan mereka masuk ke Ruangan yang telah di persiapkan untuk mereka.
Saat ini mereka sedang makan bersama, setelah makan Andy berpamitan kepada Rina untuk pulang.
__ADS_1
Tapi tiba-tiba Rina menggenggam tangan Andy dengan tangannya, Andy terpaksa harus duduk kembali.
"ada apa.." ucap Andy betanya kepa Rina
"i-itu ka, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kaka" ucap Rina menjawab sambil masih menggenggam tangan Andy
"bicara saja jangan sungkan" ucap Andy
"sebenarnya aku suka sama kaka.., kaka mau gak jadi pacarku" ucap Rina sambil menatap Andy dengan menawan
"maaf Rin, kaka sudah mempunyai pacar" ucap Andy menolak dengan halus
Jika para jomlo di luar sana tau, mereka pasti akan mengutuk Andy sampai mati, karena Andy telah menyia-nyiakan gadis se cantik Rina.
Sementara Rina yang mendapatkan penolakan itu, ia tidak gentar untuk mendapatkan Andy" kalau belum bisa aku mendapatkan, Sampai matipun aku penasaran" ucap Rina bergumam dalam hati. Memang Andy yang paling tampan dianta lelaki yang pernah Rina lihat, bahkan mantannya pun yang ada di korea tidak se tampan Andy.
Rina belum mau menyerah ia pantang mundur sebelumnya gugur, pantang pulang sebelum perang, bahkan jika gunung menghalangi jalannya untuk mendapatkan Andy ia akan mendaki gunung itu, meskipun laut membatasi ia akan menyewa kapal pesiar untuk menyebrangi lautan, bahkan jika bumi terbelah ia akan tetap berjuang untuk mendapatkan Andy.
Rina ini adalah tipe orang pekerja keras, karena ia percaya siapapun orang yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
Saat ini Rina mendekatkan wajahnya ke arah Andy, matanya menatap mata Andy dengan sendu, lalu iya mendekatkan bibirnya dengan bibir Andy dan menempelkannya di sana, mengecupnya dengan lembut. Setelah itu Rina berbica
"bagai mana jika aku memaksa, aku mau jadi wanitamu yang ke berapapun aku gak peduli sama sekali, yang penting aku bisa selalu bersamamu" ucap Rina sambil melingkarkan tangannya di leher Andy.
Sementara Andy, ia tidak bisa begitu saja memutuskan sesuatu, ia harus mempertimbangkan baik buruk nya.
Rina yang tidak terima dengan semua itu, ia akan tetap berjuang dan berjuang untuk mendapatkan Andy. Rina kembali melabuhkan ciumannya di bibir Andy sekarang Rina melakukannya dengan ganas dan penuh napsu, karena kekesalan nya kepada Andy ia melampiaskan nya dengan memaksa Andy untuk bercinta dengannya.
Tangan Rina membuka kameja yang Andy pakai, lalu Andy digagahi oleh Rina dengan paksa.
Sementara Andy yang di perlakukan seperti itu, Andy terpaksa harus memberikan pelayanan luar biasanya kepada Rina.
Andy memang baik, tapi untuk melewati tubuh Rina yang molek dan menggairahkan, itu adalah kesalahan besar, Andy tidak sebaik itu.
Setelah sekian lama jarum jam memutari bagian jam melewati beberapa menit berlalu begitu saja, akhirnya permainan mereka berakhir.
Setelah permainan mereka berakhir, meraka merapihkan baju masing-masing, lalu Andy memutuskan membawa Rina ke hotel untuk meminta persetujuan dari Rury.
Karena Andy adalah seorang lelaki sejati, dan lelaki sejati tidak akan meninggalkan wanitanya, maka iya harus memilih keduanya.
Sementara perselingkuhannya dengan calon mertuanya itumah masalah belakangan.
***
__ADS_1
Di kamar hotel Rury sudah terbangun dari tidur lelapnya, Rury tidak melihat Andy ada disana jadi Rury langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian kembali, Rury mengambil ponselnya yang tergeletak di meja.
Rury menghidupkan ponselnya, lalu mencari nomer Andy untuk menghubunginnya, tapi tiba-tiba ponsel Rury mati karena kehabisan daya.
Ketika Rury sedang kesal dengan ponselnya, seketika pintu hotel terbuka dan memperlihatkan Andy yang masuk ke dalam, di ikuti oleh Rina di belakangnya.
Rury yang melihat itu merasa biasa saja, ia sudah bisa menebak apa yang terjadi kepada mereka, tapi Rury akan berpura-pura marah untuk mengerjai mereka, karena saat ini ia sedang kesal karena ponselnya ke habisan daya, sementara ia tidak membawa charger.
"kenapa membawa dia kesini" ucap Rury berkata dengan ekspresi dingin, matanya menatap Andy dengan tajam.
"jadi bengini" ucap Andy, lalu Andy mejelaskan semuanya kepada Rury.
"oh... Jadi kalian meminta persetujuan dari ku.., tida semudah itu.." ucap Rury berbicara.
"sekarang aku mau bertanya, mengapa kamu.. ingin bersama Andy.. meskipun Andy telah mempunyai pacar..?" ucap Rury bertanya kepada Rina sambil menekan kata-katanya
Sementara Rina yang orangnya pantang menyerah, ia tidak takut sama sekali dengan penekanan Rury.
"karena aku mencintainya" ucap Rina dengan tegas menjawab pertanyaan Rury.
"apakah kamu bisa berjanji untuk tidak meninggalkan Andy apapun yang terjadi di masa depan?" Ucap Rury bertanya lagi
"dengan langit dan bumi menjadi saksi aku berjanji tidak akan meninggalkan Andy, meskipun badai menerjang aku akan tetap berdiri di samping Andy." Ucap Rina mengucapkan janji sumpah setianya untuk tidak meninggalkan Andy
"kalau begitu aku akan merestui hubungan kalian, sekarang panggil aku kaka" Rury berkata sambil mendekat ke arah Rina lalu memeluknya.
"terimakasih ka Rury.. Hik..hih..hik...." ucap Rina berterimakasih sambil menangis karena terharu, lalu Rina membalas plukan Rury lalu mereka berpelukan berdua, mengabaikan Andy.
Saat ini Rina sangat-sangat bahagia karena perjuangan dan kerja kerasnya membuahkan hasil.
Andy yang merasa di abaikan hanya duduk saja di sopa yang ada di sana sambil memainkan ponselnya.
Rury dan Rina mengakhiri acara pelukannya, lalu Rury bejalan ke arah Andy dan berkata.
"sayang mana makanan buat aku.." ucap Rury
"ini sayang" ucap Andy menjawab, sambil membuka bok makanan yang ia bawa.
Rury mengambil makanan itu lalu memakannya dengan lahap.
Sementara Rina saat ini menghampiri Andy lalu mendudukan pantatnya di pangkuan Andy, lalu membelai wajah Andy dengan tangan lembutnya dan mendaratkan beberapa ciuman di sana.
__ADS_1
Rina mencumbu andy dengan penuh kasih sayang, Rina mencium leher Andy dan menghisapnya.
Sementara Rury sudah menyelesaikan acara makannya, ia berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangannya. Setelah mencuci tangan Rury kembali ke tempat semula dan melihat kelakuan mereka, yang terlihat sangat menyenangkan.