
Sherlyn POV.
Namaku Sherlyn Avia Syahputri. Aku adalah ketua BEM fakultas bahasa Universitas A. Mungkin kalau orang mendengar kata ketua BEM mereka akan mengira identik sebagai laki-laki yang senantiasa memimpin setiap rapat yang berkaitan dengan organisasi tersebut. Akan tetapi hal tersebut berbeda dengan diriku. Aku yang perempuan ini dipilih sebagai ketua BEM fakultas oleh teman-temanku. Sebenarnya alasan mereka memilihku cukup aneh. Mereka hanya berkata jika aku ini pantas menjadi pemimpin mereka karena aku orangnya tegas dan cenderung serius. Padahal sebelum mereka memilihku masih banyak teman-temanku yang laki-laki yang masih layak jadi ketua BEM fakultas ini. Tapi anehnya, mereka tetap kekeuh untuk memilihku. Aku pun tak bisa melakukan apa-apa selain menerima kepercayaan mereka juga menjaganya.
Aku di kelas dikenal sebagai mahasiswi yang cukup ramah senyum kepada orang yang sudah kukenal. Akan tetapi, ketika bertemu orang asing pasti aku tidak akan seramah seperti aku ramah kepada teman-temanku. Ini terjadi karena aku memang tidak bisa langsung percaya kepada orang yang baru kukenal. Butuh waktu bagiku untuk bisa benar-benar percaya kepada orang lain. Meski begitu, bukan berarti teman-temanku hanya sedikit.
Selain dikenal sebagai orang yang cukup ramah, aku juga dikenal sebagai mahasiswi yang cukup cuek terhadap penampilan. Kalau kebanyakan para mahasiswi pasti akan tampil cantik dengan polesan make up tipis maupun tebal mereka. Berbeda dengan diriku yang benar-benar cuek dengan penampilan. Bahkan untuk sekedar tahu tentang make up saja tidak. Aku biasa pergi ke kampus hanya dengan memakai pelembab/bedak serta lipbalm saja. Bahkan kalau sudah terlanjur tak sempat, terkadang aku juga tidak memakai itu. Itulah sebabnya aku dikenal sebagai 'The Queen of Natural Look'.
Aku yang dari sekolah dasar hingga menengah akhir tak pernah pacaran kini dihadapkan dengan masalah yang mengharuskanku untuk berurusan dengan pacaran. Ya, ketua BEM universitas A yang bernama Dylon Bagus Anggara memintaku untuk menjadi pacar pura-puranya. Sungguh ini sebuah kebahagiaan atau apa aku benar-benar bingung dengan situasi yang kuhadapi. Hidupku yang awalnya tenang, aman, dan tentram berubah seketika ketika pertemuanku dengannya terjadi. Sungguh kalau boleh memutar balik waktu, aku ingin agar pertemuanku dengannya tak pernah terjadi. Aku akan berusaha untuk melupakan peristiwa buruk yang menimpaku saat itu.
Dylon POV.
Namaku Dylon Bagus Anggara. Aku merupakan anak tunggal dari keluarga Anggara. Aku lahir dari keluarga yang kaya raya. Ayahku yang bernama Rayhan Anggara merupakan salah satu pengusaha yang dikenal sukses dengan usahanya. Sedangkan ibuku yang bernama Sandra Anggara merupakan seorang pemilik butik yang cukup terkenal di kota A ini.
Selain dikenal sebagai anak orang kaya, aku juga cukup populer di kalangan para wanita karena wajahku yang tampan rupawan. Banyak sekali wanita yang mendekatiku untuk bisa menjadi pacarku. Tentu saja kesempatan ini tak kusia-siakan begitu saja. Sejak bangku SMA aku sudah dikenal sebagai playboy yang suka sekali bergonta-ganti pasangan. Meskipun playboy, tak pernah sekalipun aku memanfaatkan hal itu untuk mengambil keperawanan seorang gadis. Kuakui aku melakukan ini karena aku ingat dengan ibuku yang juga merupakan seorang wanita.
Hingga pada saat aku mulai memasuki kuliah, aku merasakan diriku jenuh sekali dengan semua wanita yang datang mendekatiku. Aku mulai muak dengan apa yang mereka lakukan kepadaku untuk bisa dekat denganku. Bahkan ada wanita yang selalu menggodaku dan selalu memaksaku untuk bisa menjadi kekasihnya. Ya, dia adalah Lydia Rosdiana. Teman sekelasku sejak masih duduk di bangku SMA. Sedari dulu dia selalu mengejarku. Bahkan ketika dia tahu aku melanjutkan studiku di Universitas A ini, dia juga ikut-ikutan untuk mendaftarkan diri di kampus ini. Aku benar-benar sudah muak dengan sikapnya yang selalu mengganggu hidupku. Hingga akhirnya, aku berencana untuk membuat dia mundur sendiri untuk tidak mendekatiku lagi.
Akhir-akhir ini aku sering mendengar teman-temanku membicarakan tentang ketua BEM fakultas bahasa yang katanya sangat cantik bahkan dia masih belum memiliki kekasih. Dalam hati aku cukup penasaran dengan gadis itu. Bagaimana bisa seorang gadis cantik masih belum memiliki kekasih? Pasti banyak sekali pria yang sudah mencoba untuk menyatakan cinta padanya. Tapi kenapa dia belum memiliki kekasih? Bahkan ada yang bilang kalau dia belum pernah berpacaran sama sekali.
__ADS_1
Cukup menarik, batinku saat memikirkan tentang gadis itu. Setelah berpikir panjang aku pun memutuskan untuk mencoba mengajaknya berpacaran secara pura-pura denganku. Namun, entah ini kebetulan atau bagaimana aku bertemu dengannya di saat yang sangat tepat yakni ketika aku, Lydia, dan Sherlyn berada di ruang yang sama dengan Lydia yang seperti biasa mencoba mendekatiku.
Author POV.
Seorang gadis cantik dengan tampilan natural tengah berjalan menuju ke ruang rapat rutin bulanan BEM. Ya, dia adalah Sherlyn. Ketika sampai di ruangan tersebut, di sana masih sepi dan hanya ada 2 orang yang berjenis kelamin berbeda. Sherlyn sangat mengenali 2 orang itu. Siapa lagi kalau bukan Dylon dan Lydia.
Sherlyn melihat sekilas ke arah mereka hingga akhirnya dia tak lagi peduli dan memilih untuk memainkan handphonenya untuk mengusir rasa jenuh sembari menunggu yang lain. Namun, tanpa ia duga laki-laki tadi justru berjalan mendekatinya. Begitu laki-laki ada di dekatnya, ia langsung menyapanya dengan panggilan sayang layaknya Sherlyn dan Dylon berpacaran.
"Hi sayang. Kamu darimana aja sih? Kok lama banget." Ucap Dylon yang tentu saja membuat Sherlyn serta Lydia membulatkan mata. Sherlyn menatap ke arah Dylon dengan pandangan penuh tanya.
Dylon yang seperti mengerti maksud tatapan itu langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Sherlyn. Begitu jarak mereka sudah dekat, dengan cepat Dylon langsung melahap bibir merah alami Sherlyn. Diperlakukan begitu, Sherlyn tentu saja syok ditambah matanya yang sudah daritadi melotot semakin ingin keluar saja.
Setelah memastikan bahwa Lydia sudah keluar, Dylon pun melepaskan ciumannya dari bibir Sherlyn. Sherlyn yang semula bingung akhirnya mendapatkan kesadarannya kembali dan langsung menampar pipi Dylon.
Plakk
"Lo apa-apaan sih, main nampar orang aja. Sakit tau." Protes Dylon yang merasakan pipinya nyut-nyutan. "Elo yang apa-apaan. Main nyium bibir orang aja. Asal Lo tau ya tadi tuh ciuman pertama gue!" Ucap Sherlyn dengan suara yang lantang.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.
Hi semua author kembali dengan cerita baru. Semoga suka ya. Jangan lupa Like, Komen, Rate, dan Vote nya ya. Kalau kalian suka author pasti bakal lebih semangat lagi buat up. Jadi jangan pelit-pelit ya buat ngedukung author. Hehehe.
__ADS_1
Sekian dulu ya readers semua. See you emuach😘😘