
Sesampainya Dylon di kost-an Sherlyn, bertepatan dengan Sherlyn yang juga tengah berdiri menunggu ojek online pesanannya datang. Sherlyn sedikit terkejut melihat kedatangan Dylon yang datang menjemputnya. Ia kira laki-laki itu hanya bicara omong kosong saja kemarin. Namun siapa sangka kalau laki-laki yang menjadi pacar pura-puranya ternyata menepati ucapannya kemarin.
"Jadi ini kost-an tempat loe tinggal. Emang nggak terlalu kecil tempatnya?" tanya Dylon begitu menghentikan motornya.
"Emang kenapa? Masalah buat loe? Lagipula gue nyaman-nyaman aja kok tinggal di sini. Lagian yang tinggal di sini itu gue bukan loe. Mungkin bagi loe tempat ini terlalu kecil dan nggak akan bikin nyaman tinggal di dalamnya. Tapi bagi gue, ini udah lebih dari cukup kok. Gue nggak akan kepanasan atau kehujanan kalo di sini. Kan tujuan tempat tinggal buat lindungin kita dari panas dan hujan." telak Sherlyn. Sherlyn memang bukan termasuk anak dari orang tua mampu. Tapi meskipun begitu, ia tak akan diam saja jika direndahkan.
Dylon yang mendengar ucapan Sherlyn langsung mati kata. Ia memang membenarkan ucapan Sherlyn. Tapi ia terlalu gengsi untuk mengatakannya. Jadilah ia hanya berakhir berdehem merespon ucapan Sherlyn.
"Hmmm. Owh gitu. Ya udah, sekarang loe buruan naik. Gue nggak mau ya telat cuma karena dengerin loe ceramah ke gue." Ucap Dylon.
"Lagian siapa juga yang tadi ngehina tempat tinggal gue. Makanya jadi cowok tuh jangan sombong. Jadi nggak punya pacar kan. Bahkan saking nggak lakunya loe sampe nyuruh gue jadi pacar pura-pura loe." ucap Sherlyn mengejek Dylon.
"Enak aja bilang gue nggak laku. Gue tuh bukannya nggak laku. Tapi gue lagi males aja sama cewek-cewek yang ngejar gue selama ini. Mereka deketin gue cuma karena muka gue ganteng dan kekayaan orang tua gue doang. Dulu aja hampir semua cewek di SMA gue tergila-gila sama gue." ucap Dylon yang tak terima dirinya dihina tak laku oleh gadis di sampingnya.
"Cih........sombong amat. Udah deh daripada loe ngoceh terus mending sekarang kita berangkat." ucap Sherlyn langsung menaiki motor sport Dylon.
"Hmmm. Loe nggak mau pegangan sama gue. Kalo nggak mau juga nggak papa sih. Toh kalo loe jatoh yang masuk ke rumah sakit kan loe bukan gue." ucap Dylon.
"Udah deh loe jangan modus. Gue bisa kok pegangan bagian belakang motor. Jadi buruan loe jalanin motor loe." ucap Sherlyn yang sudah muak mendengar ocehan Dylon.
"Ya udah terserah loe aja." ucap Dylon lalu mulai menjalankan motornya.
Dylon menjalankan motornya dengan kecepatan rata-rata. Namun Sherlyn yang terburu-buru meminta Dylon untuk menambah kecepatan motornya.
"Woi lebih cepetin dong motor loe. Gue lagi buru-buru nih." ucap Sherlyn sambil sedikit berteriak karena suara jalanan yang bising.
Dylon tak merespon ucapan Sherlyn. Namun Dylon menancapkan gasnya untuk menambah kecepatan motornya. Sherlyn yang kaget dengan kecepatan motor Dylon yang mendadak sangat cepat refleks tangannya memegang pinggang Dylon agar tak jatuh. Dylon melihat sekilas tangan Sherlyn yang ada pinggangnya dan hanya menyunggingkan senyum tipis. Sherlyn terus berpegangan pada pinggang Dylon sambil menutup matanya takut.
Tak lama setelahnya, mereka pun mulai memasuki kawasan kampus. Dylon langsung memarkirkan motornya di basement kampus. Akan tetapi hingga Dylon melepas helmnya, Sherlyn tak kunjung turun dari motor juga. Bahkan tangan Sherlyn yang ada di pinggang Dylon pun tak kunjung lepas juga. Pegangannya tetap sangat erat seperti tak berniat untuk melepasnya. Dylon yang sedikit bingung pun akhirnya menolehkan kepalanya untuk melihat mengapa Sherlyn tak kunjung turun juga. Setelah menoleh, Dylon pun tau kalau Sherlyn ternyata menutup matanya karena takut. Ide jahil pun melintas di kepala Dylon.
__ADS_1
"Kayaknya pacar gue suka banget deh peluk-peluk. Bahkan saking sukanya sampe nggak mau dilepas tuh tangannya dari pinggang gue." ucap Dylon sedikit menyindir Sherlyn sambil menerbitkan senyum miringnya.
Sherlyn yang mendengar suara Dylon yang menyindirnya pun langsung membuka matanya yang sempat tertutup karena takut tadi. Begitu matanya terbuka, Sherlyn langsung melihat sekitar yang ternyata mereka telah sampai di kampus. Sherlyn pun mulai menyadari kalau tangannya tengah berada di pinggang Dylon. Ia pun dengan cepat langsung melepas tangannya dan bergegas turun dari motor.
"Loe kok nggak bilang-bilang gue kalo udah sampe di kampus sih. Jangan-jangan loe mau modus ya sama gue mentang-mentang tadi gue meluk pinggang loe. Kalo bukan karena takut jatoh gue ogah kali meluk pinggang loe." ucap Sherlyn yang kesal karena Dylon tak memberitahunya kalau sudah berada di basement kampus.
"Abisnya gue liat loe kayak masih betah banget meluk gue. Jadi ya, gue nggak mau ganggu kesenangan loe." ucap Dylon. "Apaan loe bilang ogah meluk gue. Buktinya tadi loe meluk gue kenceng banget kek nggak mau dilepas aja. Udah gitu mata loe merem lagi. Itu kan tandanya loe sangat menikmati pas meluk gue." lanjut Dylon yang masih ingin menggoda Sherlyn.
"Menikmati dari Hongkong. Gue kan tadi udah bilang kalo gue takut. Loe sih bawa motor kencengnya nggak kira-kira. Kalo gue jatoh terus masuk rumah sakit gimana? Emang loe mau ngerawat gue?" ucap Sherlyn yang kesal dengan ucapan Dylon.
"Gue sih mau-mau aja ngerawat loe di rumah sakit. Tapi loe juga harus bayar gue karena gue ngerawat loe kan juga pake tenaga." ucap Dylon yang sepertinya tak mau untuk segera mengakhiri perdebatan mereka.
"Dahlah gue capek debat sama loe. Mending gue masuk kelas aja. Kalo gue masih nerusin debat sama loe, yang ada sampe kuliah selesai juga nggak akan selesai-selesai." usai berbicara begitu, Sherlyn langsung bergegas menuju kelasnya karena sekarang ia sudah hampir terlambat.
"Dasar cewek nggak tau terimakasih. Udah dijemput juga. Bukannya bilang terimakasih malah ngajak debat." ucap Dylon yang juga bergegas pergi menuju kelasnya.
*****
Sherlyn mendudukkan dirinya di bangku paling depan. Di sampingnya duduk Berliana Febrianti, sahabatnya sejak SD. Berlian ingin mengajak Sherlyn ngobrol karena dosen masih belum datang.
"Lyn, Sherlyn." panggil Berlian kepada sahabatnya.
"Loe mau tanya apa Berlian?" tanya Sherlyn yang seolah tau kalau Berlian ingin bertanya kepadanya. Sherlyn juga menolehkan kepalanya ke arah samping, tempat Berlian duduk.
"Hehehe....tau aja loe kalo gue emang mau nanya sama gue." ucap Berlian sambil nyengir kuda.
"Ya iyalah, loe kalo tiap pagi manggil gue pasti akhirnya bakal nanya ke gue soal hal-hal nggak guna." jawab Sherlyn.
"Tapi kali ini gue nanya hal yang berguna kok. Tadi pas gue markir mobil gue di basement, gue sempet ngeliat loe lagi ngobrol sama kak Dylon. Loe ada hubungan ya sama kak Dylon?" tanya Berlian.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued....
Hi readers semua๐๐maafkan author yang kemarin nggak up ya. Karena kemarin author ada sedikit masalah yang membuat author tidak bisa up hari itu. Semoga readers nggak kecewa ya. Sebagai gantinya, insyaallah nanti author bakal up 2 kali. Untuk up yang satu lagi insyaallah sore ya guys. Author sayang readers banyak-banyak ๐๐
__ADS_1
Jangan lupa untuk tinggalkan jejak ya guys. Author tiap nulis kata-kata lebih dari 1000 loh. So jangan pelit-pelit untuk meninggalkan jejak dengan Like, Komen, Rate Bintang 5, dan kalau bisa vote juga ya. See you nanti sore ya๐๐