
Sesampainya di kantin, ia langsung mengambil minuman di lemari pendingin. Dia sengaja mengambil minuman dingin untuk menetralkan emosinya. Sherlyn bukanlah termasuk orang yang suka minuman dingin. Dia hanya minum minuman dingin sesekali jika dia tengah kesal atau dilanda kehausan akut. Setelah meminum minuman itu, dia mulai sedikit tenang. Nafasnya mulai berangsur normal tak seperti tadi saat berhadapan dengan Dylon. Setelahnya ia menuju kasir untuk membayar minuman itu. Ia mulai melangkahkan kakinya kembali menuju ruang rapat tadi untuk menemui Dylon.
Sesampainya di tempat yang tadi, Dylon langsung meminta Sherlyn untuk duduk di dekatnya. "Jadi gimana sama tawaran gue tadi? Mau nggak?" tanya Dylon kepada Sherlyn.
"Sebelum gue jawab pertanyaan Lo, gue mau tanya dulu sama Lo." ucap Sherlyn memulai pembicaraannya.
"Mau tanya apalagi sih? Bisa nggak sih elo langsung jawab aja ya/nggak? Nggak usah ribet-ribet amat." keluh Dylon yang tak kunjung mendapat jawaban dari Sherlyn.
"Elo jadi orang sabar dikit napa. Gue tuh cuma mau nanya. Kalo misalkan gue jadi pacar pura-pura Lo, elo nggak bakal bilang ke nyokap bokap Lo kan? Gue nggak mau ya nanti gue berakhir disuruh nikah sama elo hanya karena nyokap bokap Lo nyuruh Lo cepet nikah. Ogah banget gue nikah sama cowok modelan kaya elo." ucap Sherlyn bertanya kepada Dylon.
"Kalo masalah itu mah gampang. Lagipula siapa juga yang ada niatan buat ngenalin elo ke nyokap bokap gue. Dan satu lagi, gue juga ogah kali nikah sama cewek bar-bar kek elo." Jawab Dylon.
"Huftt...lega gue. Ok kalo gitu gue mau jadi pacar pura-pura elo." putus Sherlyn akhirnya. "Tapi bentar gue mau nulis dulu." sambung Sherlyn.
"Ok jadi mulai hari ini Lo resmi jadi pacar seorang Dylon Bagus Anggara. Emang elo mau nulis apaan sih?" tanya Dylon sembari sedikit mengintip apa yang ditulis Sherlyn di kertas.
"Udah Lo diem aja dulu dan nggak usah ngintip. Kalo udah selesai gue kasih tau elo." jawab Sherlyn yang tidak mau diganggu acara menulisnya.
Sementara di sisi lain....
Seorang gadis cantik sedang menangis di bangku sebuah cafe ditemani temannya yang berusaha menenangkannya. Gadis itu terus menangis seolah stok air matanya setara dengan luasnya samudra Pasifik. Hal itu tentu saja membuat teman yang ada di depannya menjadi bingung sendiri harus melakukan apalagi agar temannya bisa menghentikan tangisnya. Tingkah mereka tentu saja menjadi perhatian banyak pengunjung yang kebetulan saat itu cafe yang mereka datangi cukup ramai.
Ya, gadis cantik yang sedang menangis itu adalah Lydia Rosdiana. Sedangkan orang di depannya adalah temannya sejak kecil yang bernama Faizal Tahir Qadri, laki-laki yang diam menyimpan rasa untuk gadis di depannya itu. Faiz yang saat itu tengah sibuk bekerja kaget tiba-tiba Lydia menghubungi dirinya untuk menemuinya di cafe tempat mereka biasa bertemu. Sesampainya di sana, Faiz langsung mencari keberadaan gadis yang dicintainya dan menemukannya di dekat jendela. Ia bergegas menemui Lydia di sana. Dan betapa kagetnya Faiz ketika melihat Lydia tengah menangis tersedu-sedu. Faiz langsung duduk di kursi depan gadis itu. Setelahnya ia mulai bertanya tentang hal yang membuat gadis itu sampai menangis.
"Dia, kenapa loe nangis? Loe ada masalah ya? Kalo iya coba loe cerita sama gue. Siapa tau gue bisa bantu cari jalan keluar buat masalah loe." ucap Faiz dengan lembut. Faiz biasa memanggil Lydia dengan sebutan Dia sejak kecil. Mereka cukup dekat satu sama lain. Usia Faiz terpaut 2 tahun lebih tua dari Lydia.
"Dylon iz. Dia udah punya pacar. Malahan tadi dia dengan terang-terangan nyium pacarnya di depan mata gue. Sakit hati gue iz. Sakit." jelas Lydia dengan sesenggukan.
Mendengar gadis yang dicintainya dicampakkan oleh seorang laki-laki hingga berakhir menangis. Faiz langsung berdiri dari duduknya dan berpindah di samping Lydia untuk menenangkannya. Faiz memeluk Lydia dari samping sambil mengelus kepalanya lembut. Jantung Lydia berdetak dengan cepat ketika dipeluk dan dielus kepalanya dengan lembut oleh Faiz. Dia terdiam dari tangisnya karena sedikit gugup.
"Loe tenang ya. Masih banyak kok cowok di dunia ini yang mau mencintai loe dengan tulus. Dan orang itu salah satunya gue." ucap Faiz.
"M-maksudnya?" tanya Lydia dengan tergagap.
Faiz yang baru menyadari perkataannya buru-buru meralat ucapannya barusan. "Eeee....ma-maksud gue. Gue pasti bakal terus support loe terus gimanapun keadaannya." jawab Faiz yang juga ikutan gugup.
"Owh gue kira apaan." ucap Lydia agak canggung.
Kembali ke Dylon dan Sherlyn.
"Akhirnya selesai juga." ucap Sherlyn tiba-tiba membuat Dylon yang ada di dekatnya sedikit terkejut. Tapi setelahnya ia langsung bertanya kepada Sherlyn tentang apa yang ditulisnya.
"Loe nulis apaan sih daritadi? Gue nungguin daritadi sampe gue tinggal main HP gue tapi nggak selesai-selesai." ucap Dylon sedikit kesal.
__ADS_1
"Sorry gue nggak maksud bikin loe nunggu lama. Gue tuh lagi nulis ini nih." jawab Sherlyn sambil menyodorkan kertas yang ia gunakan untuk menulis tadi ke hadapan Dylon.
Dylon mulai membaca tulisan yang ada di kertas itu. Kalimat pertama yang menjadi perhatiannya adalah "SURAT KONTRAK PACARAN PURA-PURA". Setelahnya Dylon mulai membaca satu persatu isi dari surat kontrak tersebut. Namun setelah membacanya Dylon sedikit menambahkan di tulisan tersebut. Selesai menulis ia meminta pendapat kepada Sherlyn tentang yang ditulisnya. Sherlyn membacanya sekilas dan setuju. Mereka pun membubuhkan tanda tangan di kertas tersebut.
......**SURAT KONTRAK PACARAN PURA-PURA......
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Pihak Pertama : Dylon Bagus Anggara
TTL : Jakarta, 16 Maret 19XX
Alamat : Jl. Rafflesia Perumahan Elang
No. XX
Pihak kedua : Sherlyn Avia Syahputri
TTL : Bandung, 9 September 19XX
Alamat : Jl. Kelengkeng No. XX
Pihak kedua bersedia menjadi pacar pura-pura pihak pertama. Sebagai kompensasi atas hal tersebut pihak pertama berkewajiban untuk memberikan uang bulanan kepada pihak kedua sebesar Rp x.xxx.xxx. Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika perjanjian berlangsung:
Pihak pertama dilarang mencium pihak kedua seperti awal kejadian keduanya bertemu.
Baik pihak pertama maupun pihak kedua tidak boleh ada yang jatuh cinta(no baper-baper club).
__ADS_1
Perjanjian ini akan berakhir ketika pihak pertama sudah berhasil membuat seseorang menjauh darinya.
^^^TTD^^^
^^^Dylon Bagus Anggara^^^
^^^Sherlyn Avia Syahputri**^^^
"Ok kalo gitu mulai besok loe bakal gue antar-jemput di kosan loe. Kita berangkat ke kampus bareng." Ucap Dylon mulai berdiri dari duduknya bersiap untuk pulang.
"Terserah loe aja deh. Ya udah gue duluan ya. Surat kontraknya gue bawa dulu. Entar bakal gue fotocopy abis itu yang satunya gue kasih ke loe besok." Ucap Sherlyn sambil berlalu pergi dari sana.
"Hmmm" Dylon hanya menanggapinya dengan berdehem. Setelahnya dia mulai menyusul untuk keluar menuju basement kampus untuk mengambil mobilnya dan pulang ke rumah.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hi Readers๐๐ author kembali lagi. Author juga sekalian mau ngasih pengumuman nih. Jadi, novel Ketua BEM cantikku akan update sekitar pukul 13:00-14:00 tergantung lamanya author nulis ya guys. Tapi doakan semoga ide author terus mengalir agar author bisa update tepat waktu. Pengumumannya cukup itu aja. See you. Author sayang readers banyak-banyak๐๐
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca ya readers dengan Like, Komen, rate bintang 5, dan kalau bisa berikan sedikit vote kalian untuk author juga ya. Agar author semakin semangat untuk selalu update tiap hari. Annyeong ๐๐