
"Hmmm" Dylon hanya menanggapinya dengan berdehem. Setelahnya dia mulai menyusul untuk keluar menuju basement kampus untuk mengambil mobilnya dan pulang ke rumah.
*****
Di atas ranjang kamar kost ada seorang gadis yang tengah berbaring telentang. Matanya menatap dalam langit-langit kamar yang ada di atasnya. Meski begitu, pikirannya justru berkelana jauh entah kemana. Gadis itu memikirkan kejadian-kejadian yang terjadi padanya hari ini. Mulai dari bibirnya dicium tiba-tiba oleh seorang laki-laki yang tak dicintainya hingga dirinya berakhir menjadi pacar pura-pura lelaki yang menciumnya. Kejadian-kejadian tadi sungguh di luar dugaannya.
Gadis tersebut adalah Sherlyn. Dia beranjak dari ranjangnya dan menghampiri meja belajarnya tempat dia menaruh tasnya. Ia mencari sebuah kertas di tas tersebut. Setelah menemukannya, ia mengambil kertas tersebut dan kembali berjalan ke arah ranjang. Ia mendudukkan dirinya di atas ranjang sambil membaca kembali kertas yang ada di tangannya. Setelah membaca kertas itu, Sherlyn mulai bimbang. Ia tak tau apakah keputusannya ini sudah tepat atau tidak? Ia merasa dirinya mengambil keputusan terlalu buru-buru. Seharusnya gue minta waktu dulu sama tu cowok. Tapi kenapa gue malah langsung main setuju aja sih? Ahhhh...bodoh.. bodoh. Ucap Sherlyn dalam hati merutuki kebodohannya dengan memukul-mukul kepalanya. Namun mau bagaimana lagi? Nasi sudah menjadi bubur. Sherlyn sudah tak bisa lagi mengulang kejadian tadi.
Akhirnya Sherlyn memutuskan beranjak menuju kamar mandi untuk mandi sekaligus mendinginkan kepalanya dari banyak masalah yang menimpanya. Sherlyn berada di kamar mandi cukup lama. Setelah sekitar 30 menit barulah ia keluar dari dalam sana. Ia segera mengganti pakaiannya dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Tak lama kemudian, ia pun sudah tertidur pulas.
.
.
.
.
.
Pagi datang menjelang. Mentari mulai memancarkan sinarnya ke penjuru bumi. Burung-burung pun mulai berkicauan bagaikan alarm alami yang dibuat sang pencipta. Manusia-manusia mulai beranjak dari tidur pulas mereka bahkan ada sudah terbangun sebelum matahari terlihat.
Di pagi yang cerah itu, seorang pria masih bergelung di balik selimutnya. Ia masih begitu malas untuk bangun. Namun semua hal tersebut buyar seketika tatkala seorang wanita mulai masuk ke dalam kamarnya dan meneriakkan namanya. Wanita yang membangunkannya adalah orang yang telah melahirkannya di dunia ini. Ya, dia adalah Mommy Dylon, Sandra Anggara. Sudah menjadi kebiasaan Mommy Sandra setiap pagi pasti membangunkan putra semata wayangnya. Itu semua karena putranya ini memang termasuk orang yang sulit bangun pagi.
"Dylon.....bangun. Bangun Dylon. Ini sudah jam 7 pagi. Bukannya kamu hari ini ada kelas jam 8? Cepat bangun. Kalau kamu tidak mau bangun juga, Mommy ambil air seember dari kamar mandi buat nyiram kamu biar cepat bangun." Ucap Mommy Sandra sambil berteriak.
Mendengar ancaman Mommynya, Dylon langsung bergegas bangun dari tidurnya"Ahhhh..... Mommy. Iya iya Dylon bangun sekarang nih." Ucap Dylon yang sudah duduk sambil mengucek matanya yang tadi tak bisa terbuka dengan lebar.
"Ya sudah sekarang kamu mandi gih. Daddy sama Mommy tunggu di meja makan. Kita sarapan bareng nanti." Ucap Mommy Sandra kepada Dylon. Usai berbicara, Mommy Sandra langsung keluar dari kamar putranya dan menutup pintu kamar itu.
__ADS_1
"Hmmm" Dylon hanya berdehem menanggapi ucapan Mommynya. Ia pun mulai beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tak butuh waktu lama ia sudah selesai dengan acara mandinya. Ia berganti baju di walk in closet. Usai berganti pakaian, Dylon mulai menyisir rambutnya di depan cermin dan memakai pomade untuk merapikannya. Setelah dirasa siap, ia pun mulai berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah untuk sarapan bersama Daddy dan Mommynya.
"Pagi Daddy. Pagi Mommy." sapa Dylon kepada kedua orangtuanya.
"Pagi Son." jawab Daddy Rayhan.
"Pagi sayang." jawab Mommy Sandra. "Duduk sayang. Mommy sudah menyiapkan sarapan buat kamu." lanjut Mommy Sandra.
"Thank you Mom" ucap Dylon dengan tersenyum kepada Mommynya.
Mommy hanya membalas dengan senyumannya. Semua orang di meja makan itu mulai memakan sarapan yang sudah disiapkan dengan lahap. Mereka makan tanpa bersuara hingga makanan masing-masing habis. Setelah menghabiskan sarapan mereka meminum susu di samping kanan mereka. Usai meminum susu, mereka mengusap mulut mereka dengan tissue.
Setelah acara sarapan selesai, Dylon berpamitan kepada orangtuanya untuk berangkat menuju kampusnya.
"Mom, Dad, Dylon duluan ya. Takut telat nanti." pamit Dylon kepada orangtuanya.
"Iya Son. Hati-hati bawa motornya. Pekerjaan kantor dari Daddy udah kamu kerjain kan?" tanya Daddy Rayhan. Pasalnya, meskipun Dylon masih kuliah ia sudah diminta oleh sang Daddy untuk membantu sedikit pekerjaan di kantor. Walaupun ia tak terlalu sering datang ke kantor sang Daddy karena pekerjaan-pekerjaan itu biasanya diantar oleh sekretaris sang Daddy ke ruang kerja Dylon.
"Baiklah." ucap Daddy Rayhan.
"Hati-hati ya sayang. Jangan ngebut-ngebut di jalan. Mending pelan tapi selamat. Daripada cepet tapi nanti malah jadi celaka." Ucap Mommy Sandra mengingatkan putranya.
"Siap Mommy." Jawab Dylon sambil meletakkan tangan kanannya di atas alis sebelah kanannya layaknya orang hormat. Mommy dan Daddy yang melihat ulahnya tersenyum geli.
"Ya udah, Dylon duluan ya. Assalamu'alaikum." salam Dylon.
"Wa'alaikumussalam." jawab Daddy dan Mommy bersamaan.
Dylon mulai berjalan menuju garasi rumahnya di mana tempat motornya terparkir. Di sana dia melihat motornya tengah dipanaskan oleh sopir pribadi sang Daddy, yang bernama pak Aghil.
__ADS_1
"Gimana pak? Motor saya udah siap?" Tanya Dylon kepada pak Aghil.
"Sudah den. Tinggal dibawa aja." jawab pak Aghil sambil sedikit membungkukkan badannya ke hadapan anak majikannya.
"Owh iya pak. Makasih ya." ucap Dylon. Ia pun langsung mengambil motornya dan menaikinya. "Saya berangkat ya pak. Assalamu'alaikum." pamit Dylon kepada pak Aghil sambil mengucapkan salam. Meskipun pak Aghil hanya sopir sang Daddy, tapi Dylon juga menghormati orang tua tersebut. Mommynya sejak kecil sering memberitahunya untuk selalu menghormati orang yang lebih tua darinya. Baik orang itu kaya ataupun miskin.
"Iya den. Wa'alaikumussalam." jawab pak Aghil sambil tersenyum kepada anak majikannya.
Dylon menjalankan motornya keluar dari rumah besar keluarganya menuju kampus tempatnya belajar. Namun, Dylon tak melewati jalan yang biasa ia lalui untuk menuju kampus. Ia akan mampir dulu menuju kost-an Sherlyn untuk menjemputnya sesuai janjinya kemarin untuk mengantar-jemput pacar pura-puranya.
Sesampainya Dylon di kost-an Sherlyn, bertepatan dengan Sherlyn yang juga tengah berdiri menunggu ojek online pesanannya datang. Sherlyn sedikit terkejut melihat kedatangan Dylon yang datang menjemputnya. Ia kira laki-laki itu hanya bicara omong kosong saja kemarin. Namun siapa sangka kalau laki-laki yang menjadi pacar pura-puranya ternyata menepati ucapannya kemarin.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued......
Hi readers kesayangan author๐๐maafkan atas keterlambatan author hari ini ya. Di daerah rumah author tadi ada hujan deras banget ditambah ada petirnya juga lagi. Jadi author nggak berani buat megang HP. Semoga readers suka ya dengan karya author. Maafkan juga kalau masih banyak typo tertebaran karena author ini juga manusia bukan robot. Author sayang readers banyak-banyak ๐๐.
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, Rate Bintang 5, dan vote author ya. Dukungan dari readers semua sangat membantu untuk membuat semangat author. See you ๐๐