Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Pernyataan Cinta Dylon


__ADS_3

Sherlyn menyimpan HP-nya kembali di atas meja belajar. Setelahnya, ia membuka-buka bukunya sebentar untuk mempelajari mata kuliahnya tadi siang. Ia mempelajarinya dengan seksama hingga ia benar-benar faham dan tersimpan di otaknya. Setelah agak lama membaca buku-buku itu, Sherlyn mulai merasakan kantuk mendatanginya. Ia pun mengakhiri membaca bukunya dan mulai membereskannya. Tak lupa ia juga menyiapkan buku mata kuliah untuk besok. Setelah selesai, Sherlyn langsung berjalan menuju ranjang dan langsung merebahkan badannya di atasnya. Tak lupa Sherlyn berdoa terlebih dahulu sebelum tidur dan langsung memejamkan matanya untuk mulai memasuki alam mimpi.


*****


"Sherlyn, gue nggak tau sejak kapan gue merasakan rasa yang berbeda ini ketika gue lagi sama loe. Gue awal-awal ketemu loe emang biasa aja. Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai sadar. Ternyata rasa yang dulunya gue anggap biasa aja pada akhirnya ternyata semakin tumbuh bahkan berkembang di hati gue. Rasa yang dulu gue kira nggak akan pernah ada, tapi dengan kejamnya justru muncul dengan sendirinya. Walaupun sebenarnya gue tau kalo gue ada hak buat merasakan rasa ini karena menurut surat kontrak kita nggak diperbolehkan saling jatuh cinta. Tapi apalah daya gue, Lyn? Gue nggak bisa mencegah perasaan ini untuk nggak pernah ada. Tapi di sisi lain gue juga nggak mau kehilangan loe. Loe boleh nggak membalas perasaan gue ini. Gue tau kalo loe nggak akan ada perasaan apapun buat gue. Gue juga nggak akan maksa loe buat ngeliat ke arah gue karena perasaan gue ke loe ini tulus. Tapi ijinkan gue nyatain perasaan gue ini ke loe, Lyn." ucap Dylon panjang lebar. Dylon menghela nafasnya perlahan sebelum melanjutkan ucapannya. "Sherlyn Avia Syahputri, gue sayang sama loe." ucap Dylon tulus.


Sherlyn yang mendengar ucapan Dylon begitu terkejut dibuatnya. Ia tak pernah menyangka jika laki-laki yang baginya sangat menyebalkan dan sering membuatnya naik darah, kini justru memiliki perasaan khusus untuknya. Setelah rasa kagetnya sedikit berkurang, mulut Sherlyn justru menjadi kelu. Ia bingung harus menjawab apa perkataan Dylon kepadanya. Meskipun Dylon tadi mengatakan kalau tak akan memaksa perasaan terhadapnya, tetap saja ia bingung bagaimana merespon hal tersebut.


"Gu-gue...." ucap Sherlyn terbata karena tak menemukan kata yang pas untuk berbicara. Namun kegugupannya menjadi buyar tatkala dering ponsel Sherlyn mengagetkan keduanya.


Seketika itu juga, Sherlyn langsung sadar bahwa hal yang terjadi padanya baru saja hanyalah mimpi semata. Sedangkan bunyi dering ponsel Sherlyn ialah dering alarm yang memang selalu dipasang oleh Sherlyn. Sherlyn langsung mematikan alarm itu dan masih mendudukkan dirinya di atas ranjang. Sherlyn masih begitu bingung dengan mimpinya barusan. Bagaimana bisa ia bermimpi Dylon menyatakan perasaan terhadapnya padahal mereka sudah seperti kucing dan anjing kalau bertemu. Sherlyn menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan ingatan tentang mimpi itu. Tak lama setelahnya, ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu dan menjalankan sholat Subuh di kamarnya.

__ADS_1


Setelah melaksanakan sholat subuh, Sherlyn mulai merapikan mukena yang tadi dipakainya untuk sholat. Tak lupa ia juga merapikan ranjang yang digunakannya untuk tidur. Usai merapikan segala sesuatu, Sherlyn langsung berjalan keluar kamar untuk membantu Bu Kasih memasak di dapur. Usai memasak bersama, keduanya menikmati makanan itu di meja makan bersama dengan penghuni kost-an lainnya. Usai sarapan, Sherlyn langsung kembali menuju kamarnya untuk bersiap meluncur ke kampus.


Sesampainya di kamar, Sherlyn teringat janjinya dengan Juju. Sherlyn bingung harus berangkat ke salon Juju akan menaiki apa. Sherlyn tak mungkin meminta Dylon untuk mengantarnya. Kalau hal itu Sherlyn lakukan, sudah pasti Dylon akan bertanya banyak hal. Ia terlalu malas untuk berdebat panjang dengan Dylon. Setelah berpikir beberapa saat, Sherlyn pun sudah tau harus melakukan apa untuk pergi ke salon Juju.


Sherlyn mulai berjalan menuju gerbang kost-annya. Dan seperti biasa, Dylon sudah ada di sana dengan penampilan rapinya yang selalu berhasil memikat hati para wanita. Bagi Sherlyn tentu saja tidak. Ia justru begitu benci dengan sosok laki-laki itu walaupun status mereka sepasang kekasih. Lebih tepatnya adalah kekasih kontrak. Udah kayak rumah aja dikontrak. Tapi Sherlyn tak mempermasalahkannya, asalkan menguntungkan baginya kenapa tidak? Kita nggak boleh nolak rezeki bukan? Akan sangat bodoh jika Sherlyn sampai menolak hal tersebut. Apalagi rezeki itu begitu berlimpah bagi Sherlyn yang hanya kaum kecil. Jadi alasan apalagi yang harus dikatakan Sherlyn untuk menolak tawaran itu?(Author sambil tertawa jahat😏)


"Ngapain loe pake berhenti segala di situ? Udah gitu mata loe ngeliat gue terus lagi. Jangan diliat terus, ntar naksir lagi. Gue emang ganteng sih, jadi nggak ada salahnya juga kalo loe emang beneran jadi suka sama gue." ucap Dylon mulai menjahili Sherlyn.


"Dih, amit-amit kalo gue jadi suka sama loe. Gue bakal pastiin kalo gue nggak akan pernah suka sama loe walaupun itu cuma dikit. Loe inget-inget aja kata-kata gue." ucap Sherlyn penuh penekanan di setiap ucapannya.


"Owh, ok. Gue bakal inget-inget terus kata-kata lie tadi. Kalo sampe loe justru mengingkarinya, awas aja ya." ucap Dylon.

__ADS_1


"Siapa takut. Silahkan anda ingin melakukan apapun itu tuan muda Dylon Bagus Anggara. Saya tidak akan takut dengan ancaman anda." ucap Sherlyn berucap layaknya pelayan yang begitu hormat kepada majikannya. Padahal mah sebenarnya ogah😝😝


"Udah, loe buruan naik. Kalo loe masih mau ngelanjutin debat, gue tinggal loe ke kampus. Loe lanjutin aja debat loe sama itu ayam." ucap Dylon sambil menunjuk ayam yang tak sengaja lewat dengan dagunya.


Namun siapa sangka, ayam dengan bagian belakang sedikit ke atas itu langsung menoleh begitu ditunjuk oleh Dylon. Ekspresi ayam itu begitu menoleh sudah seperti emak-emak yang sedang marah karena dijadikan bahan ghibah. Ditambah lagi, ayam itu juga bersuara seperti berkata 'apa loe nunjuk-nunjuk gue?' Sungguh Sherlyn sudah ingin sekali tertawa ngakak melihat hal itu. Bisa-bisanya seorang laki-laki yang katanya sangat tampan di kampus itu, kini tengah dimarahi oleh seorang ayam hanya karena asal tunjuk. Sherlyn berpikir mungkin ini bisa dijadikan bahan ejekan baru untuk Dylon.


Dylon yang menyadari kalau ternyata ayam tersebut seperti marah kepadanya, langsung turun dari motor dan mulai berjalan mendekat ke arah ayam itu. Dylon mulai mengelus-elus bulu kepala ayam itu untuk menenangkannya. Udah kayak cewek aja kalo lagi marah pake dielus-elus segala kepalanya. Entah dapat ide darimana, Dylon melakukan hal itu untuk menenangkan ayam itu. Melihat tingkah Dylon yang satu itu, Sherlyn sudah tak dapat lagi menahan kebengekan yang sedari tadi disimpannya. Sherlyn langsung tertawa lepas tak tertahankan melihat perlakuan Dylon terhadap ayam tersebut. Dylon yang mendengar suara tawa Sherlyn yang begitu keras langsung menoleh menatap Sherlyn dengan dahi sedikit berkerut.


To be continued.....


Entah kenapa ide author di part ini begitu cepat ngalir. Author sendiri agak heran. Tapi semoga suka ya. Author sayang readers banyak-banyak πŸ’žπŸ’ž

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak setelah membaca dengan Like, Komen, Rate Bintang 5, dah kalau bisa vote juga. See you πŸ‘‹πŸ‘‹


__ADS_2