Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Pertemuan Sherlyn dan Nyonya Sandra


__ADS_3

Begitu keduanya berada di pintu depan butik, mereka langsung disambut dengan baik oleh Mommy Dylon. Mommy Dylon sudah diberitahu Dylon ketika sarapan tadi pagi kalau Sherlyn mau bertemu dengan Mommynya. Mommy tentu saja sangat senang mendengar hal itu. Bahkan tadi ia menyuruh karyawannya untuk memberitahunya jika putranya sudah datang. Jadilah sekarang Mommy Dylon menyambut kedatangan keduanya dengan antusias.


"Ehhh...anak kesayangan Mommy udah dateng bawa calon mantu. Yuk langsung masuk aja, nggak perlu sungkan-sungkan." sambut Mommy Dylon yang tentu saja mendapatkan protes dari Dylon.


"Mommy apa-apaan sih? Kan kemarin Dylon udah bilang kalau dia cuma temen Dylon di kampus. Ngapain pake bilang calon mantu sih?" protes Dylon mendengar ucapan sang Mommy.


"Ya nggak papa dong. Mommy seneng aja nyebut temen kamu begitu. Siapa tau nanti diaminin sama malaikat yang lewat. Hahaha." ucap Mommy Dylon menjawab protesan sang anak diakhiri dengan tawanya. "Owh iya, sayang Mommy hampir lupa mah tanya. Nama kamu siapa cantik?" tanya Mommy Dylon mengalihkan pandangannya kepada Sherlyn yang sedari tadi hanya terdiam menyimak perdebatan kecil yang terjadi antara ibu dan anak itu.


"Nama saya Sherlyn, Tante. Tante bisa aja muji saya cantik. Padahal Tante juga nggak kalah cantik kok. Walaupun mungkin Tante udah berumur, tapi Tante tetap kelihatan awet muda kok. Kalau Tante sendiri namanya siapa?" jawab Sherlyn.


"Ahh, kamu bisa aja muji Tante kaya gitu. Nama Tante Sandra. Kamu panggil Tante Sandra aja ya. Ya udah, kalo gitu kita langsung masuk aja yuk. Kita lanjutin ngobrolnya di dalem biar lebih enak. Kalo di sini banyak orang yang lewat. Jadi nggak bisa leluasa deh ngobrolnya." ajak Mommy Dylon sambil menggandeng tangan Sherlyn untuk masuk ke dalam.


"Padahal yang anak kandungnya gue. Kenapa Mommy justru nyambut dia sih. Udah gitu gue kayak nggak dianggap ada lagi." gerutu Dylon sambil ikut berjalan mengikuti langkah kaki Mommy dan Sherlyn.


Nyonya Sandra mengajak Sherlyn dan Dylon berkeliling setiap sudut butik itu. Nyonya Sandra juga sesekali menjelaskan kepada Sherlyn tentang butiknya tersebut. Sherlyn dan Mommy Dylon berjalan berdampingan sedangkan Dylon berada di belakang mereka. Dylon merasa dirinya sudah seperti seorang bodyguard yang tengah membuntuti sang majikan. Merasa diabaikan, Dylon mencoba menyadarkan keduanya jika sedari tadi ia ada di belakang mereka.


"Ekhemm, kayaknya ada yang lupa sama anak sendiri nih. Asyik banget ngobrol sama anak orang tapi anaknya sendiri dianggap nggak ada." sindir Dylon kepada Mommynya yang sedari tadi mengabaikannya.


"Owh kamu cemburu, Lon? Nggak papa lah, anggap aja kamu lagi simulasi sekarang. Biar nanti kalo kamu udah nikah jadi nggak bakal kaget kalo Mommy juga memperlakukan kamu kayak tadi." balas Mommy.


"Astaga, Mom. Kenapa dari kemarin yang dibahas nikah mulu sih? Dylon sekarang masih kuliah, Mom. Dylon mau menyelesaikan pendidikan Dylon dulu. Lulus kuliah Dylon masih mau kerja dulu. Kalau Dylon udah mapan, baru Dylon nikah. Jadi please, Mommy jangan bahas-bahas nikah di depan Dylon lagi." keluh Dylon yang sudah tak bisa lagi menahan kekesalannya ketika Mommynya lagi dan lagi membahas soal menikah.


"Dih, siapa juga yang bilang kalo kamu harus nikah sekarang. Sok tau kamu. Kan Mommy tadi bilang 'nanti kalo kamu udah nikah'. Jadi kan bukan berarti sekarang juga, Lon." ucap nyonya Sandra sedikit menekankan kata-katanya.


"Terserah deh, terserah. Laki-laki mah nggak pernah bener di mata perempuan manapun." pasrah Dylon yang sudah mati kata.


"Hahaha...kan emang kenyataannya gitu. Di dunia ini tuh nggak ada yang namanya mbaksalah. Adanya tuh masalah." ucap nyonya Sandra membuat Sherlyn tertawa kecil.


"Apa loe ketawa kek gitu? Seneng banget ya loe ngeliat gue dinistain sama nyokap sendiri?" sewot Dylon melihat Sherlyn tertawa kecil karena ucapan sang Mommy.


"Ya abisnya mau gimana lagi? Kan perkataan Tante Sandra emang bener. Jadi gue sebagai pendengar yang baik ya cuma mengiyakan aja dong." ucap Sherlyn mendukung ucapan nyonya Sandra.


"Udah deh, capek gue debat sama perempuan. Mau gimanapun gue berusaha buat jawab, tetep aja pada akhirnya gue bakalan kalah. Mending gue pergi aja dari sini." ucap Dylon yang sudah lelah berdebat dengan dua wanita dihadapannya. "Dylon mau keluar bentar ya, Mom. Mommy jangan ngapa-ngapain dia. Kalo Mommy ngapa-ngapain dia yang ada Dylon yang disalahin nanti." pamit Dylon kepada Mommynya.

__ADS_1


"Iya, kamu tenang aja. Mommy nggak bakal ngapa-ngapain dia kok. Masa iya gadis secantik ini mau Mommy apa-apain? Mending juga Mommy ambil jadi mantu aja." ucap nyonya Sandra tak henti-hentinya berbicara tentang menantu.


"Hhhhhhh." erang Dylon masih mencoba menahan kesal.


Seperginya Dylon dari hadapan dua wanita itu, nyonya Sandra melanjutkan acara mengajak Sherlyn berkeliling di butiknya. Setelah lumayan lama berkeliling, mereka pun beristirahat di ruang kerja nyonya Sandra. Begitu sampai di ruangan itu, Sherlyn begitu kagum akan desainnya. Ruangan itu terlihat simpel namun tak menghilangkan suasana elegan.


"Ini ruangan Tante Sandra? Bagus banget, Tante. Sherlyn suka banget sama desainnya. Dulu pas SMA Sherlyn pernah bermimpi pengen punya butik sendiri. Tapi karena biaya sekolah desainer mahal, Sherlyn memendam dalam-dalam mimpi itu." ucap Sherlyn sedikit sedih mengingat impiannya yang tak sampai.


"Oh ya? Wah sayang banget ya, sayang. Kamu suka gambar ya?" tanya nyonya Sandra.


"Iya, Tante. Dari kecil Sherlyn suka banget gambar. Bahkan ketika SMA Sherlyn ngegambar banyak banget desain baju." jawab Sherlyn.


"Kalau kamu berkenan, Tante boleh nggak beli gambar kamu itu. Atau kamu kasih lihat dulu aja ke Tante gambar-gambarnya. Nanti kalau Tante berminat, Tante mau beli. Soal hak cipta tenang aja, Tante akan tetap menganggap itu milik kamu kok. Tante cuma pengen ngewujudin gambar kamu menjadi karya nyata aja. Gimana menurut kamu?" tawar nyonya Sandra.


"Wah...beneran Tante? Tapi desain baju buatan Sherlyn mungkin nggak sebagus buatan Tante. Sherlyn takut Tante kecewa dengan hasilnya." ucap Sherlyn yang terlihat girang namun berakhir menundukkan kepalanya.


"Hey, gimana kamu bisa bilang Tante bakal kecewa? Padahal Tante sendiri belum kamu tunjukkin gambarnya." ucap nyonya Sandra mencoba meyakinkan Sherlyn.


"Iya juga ya, Tante. Ya sudah, kalau begitu kapan-kapan Sherlyn bakal tunjukkin gambarnya ke Tante." ucap Sherlyn sambil mulai melihat jam yang melingkar di tangan kirinya. "Sudah jam segini, Tante. Sherlyn pulang dulu ya. Takut nanti pulangnya kemalaman." pamit Sherlyn ingin pergi.


"Iya, Mom." jawab Dylon.


"Kalau begitu Sherlyn duluan ya, Tante. Makasih udah ngasih kesempatan ke Sherlyn buat keliling-keliling butik Tante." ucap Sherlyn sambil meraih tangan nyonya Sandra untuk ia cium.


"Iya, sama-sama. Ini ada sedikit hadiah buat kamu." ucap nyonya Sandra sambil menyerahkan satu paper bag kepada Sherlyn.


"Ini apa Tante? Tante nggak usah repot-repot ngasih Sherlyn hadiah segala. Tante udah nerima kedatangan Sherlyn dengan baik aja Sherlyn udah seneng kok." tolak Sherlyn sambil mengembalikan paper bag itu kepada nyonya Sandra.


"Udah nggak papa, anggap aja itu hadiah perkenalan kita hari ini. Semoga kami suka ya sama hadiahnya." ucap nyonya Sandra memberikannya kembali kepada Sherlyn.


"Duh, Sherlyn jadi nggak enak. Kalau gitu Sherlyn terima ya hadiah dari Tante. Terimakasih sebelumnya." ucap Sherlyn menerima hadiah tersebut.


Setelah berpamitan, Sherlyn dan Dylon pun mulai berjalan keluar menuju tempat motor Dylon berada. Dylon langsung melajukan motornya mengantar Sherlyn pulang. Usai mengantar Sherlyn pulang, Dylon langsung kembali menjalankan motornya untuk pulang ke rumahnya.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Maaf kemarin author nggak jadi up double. Tapi hari ini author janji akan up double untuk readers semua. Tunggu up-nya nanti ya. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalin jejak setelah membaca ya. Ngasih jejaknya gampang kok cukup dengan Like dan Komen aja author udah seneng banget. Apalagi kalo dikasih vote tipis-tipis udah pasti author bakal senengnya kebangetan. See you 👋👋


__ADS_2