
Setelah berpamitan, Sherlyn dan Dylon pun mulai berjalan keluar menuju tempat motor Dylon berada. Dylon langsung melajukan motornya mengantar Sherlyn pulang. Usai mengantar Sherlyn pulang, Dylon langsung kembali menjalankan motornya untuk pulang ke rumahnya.
Seusai Sherlyn diantar pulang oleh Dylon ke kost-annya, Sherlyn langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Selang 15 menit, ia sudah selesai dengan ritual mandinya dan langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Sebenarnya tidak ada bedanya dengan ketika ia berada di kampus😂.
Sherlyn membuka kotak makanan yang tadi sempat diberi oleh Dylon sebelum ia memasuki kost-an. Begitu melihat isinya, Sherlyn langsung menelan salivanya karena makanannya terlihat begitu menggugah selera. Tanpa berlama-lama lagi, Sherlyn langsung menyantap makanan itu dengan lahap. Begitu suapan pertama mendarat di mulutnya, Sherlyn sudah langsung jatuh cinta dengan rasa makanan itu. Makanan itu begitu enak di lidah Sherlyn. Walaupun Sherlyn tak tau apa nama makanan yang ia makan, ia tak peduli. Sherlyn berfikir pasti makanan itu adalah makanan mahal yang dibeli oleh Dylon di restoran. Tak butuh waktu lama, makanan itu sudah berpindah ke dalam perut Sherlyn. Sherlyn meminum air putih yang ada di kamarnya tanda ia selesai makan. Setelahnya, ia membereskan bekas makannya untuk ia buang ke tempat sampah.
Tak lama setelah selesai membereskan sisa makanannya, terdengar notifikasi pesan dari HP-nya. Sherlyn pun dengan segera meraih HP-nya yang ia letakkan di dalam tas. Ia mulai membuka aplikasi perpesanan yang ada di sana dan melihat siapakah gerangan yang mengirimi pesan. Namun yang dilihatnya di sana hanyalah nomor tanpa nama. Merasa penasaran dengan isi pesan tersebut, Sherlyn pun langsung membuka pesan itu dan membacanya.
On Chat:
Juju: Hi Sherlyn, ini eike Juju. Masih inget sama eike kan? Ituloh, eike yang dandanin you kemarin lusa di salon yang didatengin sama Dylon.
^^^Sherlyn: Owh, loe Ju. Gue kira tadi siapa. Iya, guemasih inget kok sama loe. Btw ada apa loe ngechat gue?^^^
Juju: You masih inget kan pembicaraan kita kemarin lusa kalo eike bakal ajarin you tentang make-up. Besok you ada waktu luang nggak? Kebetulan besok eike lagi ada waktu luang nih.
^^^^^^Sherlyn: Owh kebetulan besok gue juga lagi nggak ada acara apa-apa. Kira-kira jam berapa kita ketemu? Tempatnya juga dimana?^^^^^^
Juju: Jam 7 malem aja gimana? Tempatnya di salon eike aja. Kalo malem eike nggak terlalu sibuk sama pelanggan. Jadi masih bisa eike ngajarin you.
^^^^^^Sherlyn: Owh ok, Ju. Gue bisa kok kalo jam segitu. Kalo gitu fiks ya kita ketemu besok di waktu dan tempat yang udah loe bilang tadi?^^^^^^
Juju: Ok, cinn. Sampai ketemu besok ya. Dahhhh👋👋
^^^...Sherlyn: Ok....^^^
Chat berakhir.....
Setelah berbicara via chat dengan Juju, Sherlyn berniat untuk menelepon Dylon. Ia ingin mengucapkan terimakasih kepada Dylon atas makanan tadi. Ia pun mulai mencari nomor dengan nama 'Cowok Brengsek'. Setelah menemukannya, Sherlyn langsung menekan tombol panggil. Setelah bunyi tut ketiga, Dylon menjawab telepon dari Sherlyn.
"Halo." ucap Sherlyn mengawali percakapan via telepon itu.
'Hmmm, ngapain loe telepon gue malem-malem begini? Ganggu orang aja, untung gue berbaik hati buat angkat telepon loe.' jawab Dylon di seberang sana. Saat mendengar hpnya berbunyi, Dylon sebenarnya sangat malas untuk mengangkat panggilan itu. Namun hal itu langsung tak berlaku ketika ia melihat siapa orang yang meneleponnya malam itu. Dylon langsung bergegas mengangkatnya meskipun ia bersikap sok cool ketika sudah mengangkatnya.
__ADS_1
"Owh, loe sekarang lagi sibuk ya? Yah padahal tadi gue berniat buat bilang makasih ke loe karena udah ngasih gue makanan enak. Kalo loe sibuk, ya udah deh nggak jadi. Gue matiin ya teleponnya." ucap Sherlyn berniat mematikan panggilan itu.
'Eh eh eh, loe tuh gimana sih? Mau bilang makasih malah ditunda.' sela Dylon dengan cepat sebelum Sherlyn mematikan telepon itu.
"Abisnya loe kek nggak mau banget diganggu gitu. Ya gue matiin aja lah daripada malah dibilang pengganggu." ucap Sherlyn.
'Ya elah, gue becanda kali. Baperan amat sih loe.' ejek Dylon sambil terkekeh kecil.
"Enak aja bilang gue baperan. Loe kalo yang baperan." sengit Sherlyn kesal dibilang baper oleh Dylon.
'Dih, orang baperan nggak mau ngaku.' ucap Dylon yang masih terus mengejek Sherlyn.
"Au ah, kalo loe masih ngekeki gue. Gue matiin juga nih." ancam Sherlyn.
'Iya-iya, udah. Gue nggak akan ngejekin loe lagi deh. Buruan loe mau ngomong apa tadi?' ucap Dylon mengakhiri kegiatan mengejek Sherlyn.
"Gue cuma mau bilang terimakasih ke loe buat makanan yang loe kasih ke gue tadi. Makasih ya, makanannya enak. Loe beli dimana tadi? Siapa tau entar gue ngelewatin tempatnya biar gue sekalian beli di sana juga." ucap Sherlyn.
"Mungkin untuk sekarang gue emang nggak bisa beli makanan di sana. Tapi suatu saat kalo gue udah punya uang, gue janji bakal traktir loe makan di sana. Anggap aja balesan buat makanan yang loe kasih ke gue tadi." ucap Sherlyn.
'Owh, ok. Udah dulu ya, gue lagi sibuk nih. Kalo loe masih kangen, besok kan masih ada hari. Besok loe boleh tuh puas-puasin ngeliat wajah gue. Mau sampe loe muntah-muntah juga boleh.' ucap Dylon kembali menggoda Sherlyn.
"Apaan sih loe? Siapa juga yang kangen sama loe? Ogah kali, kalo gue disuruh kangen sama loe. Mending gue ngangenin monyet di kebun binatang daripada ngangenin loe." ucap Sherlyn membalas godaan Dylon.
'Jadi menurut loe gue nggak lebih baik dari monyet gitu? Wahhh, pacar sendiri malah dibandingin sama hewan. Jelas beda jauh lah.' kesal Dylon yang merasa Sherlyn membandingkannya dengan hewan.
"Siapa juga yang bilang kalo loe itu lebih buruk dari hewan? Loe sendiri kali yang berasumsi kek gitu, bukan gue. Jadi loe nggak berhak nyalahin gue. Salahin aja tuh otak loe." elak Sherlyn yang memang tak mengatakan kalau Dylon lebih buruk dari hewan.
'Dahlah, gue ngalah aja. Yang ada kerjaan gue nggak selesai-selesai karena debat sama loe. Bye.' ucap Dylon langsung mematikan panggilan.
"Hmmm." Sherlyn hanya berdehem menanggapinya.
Sherlyn menyimpan HP-nya kembali di atas meja belajar. Setelahnya, ia membuka-buka bukunya sebentar untuk mempelajari mata kuliahnya tadi siang. Ia mempelajarinya dengan seksama hingga ia benar-benar faham dan tersimpan di otaknya. Setelah agak lama membaca buku-buku itu, Sherlyn mulai merasakan kantuk mendatanginya. Ia pun mengakhiri membaca bukunya dan mulai membereskannya. Tak lupa ia juga menyiapkan buku mata kuliah untuk besok. Setelah selesai, Sherlyn langsung berjalan menuju ranjang dan langsung merebahkan badannya di atasnya. Tak lupa Sherlyn berdoa terlebih dahulu sebelum tidur dan langsung memejamkan matanya untuk mulai memasuki alam mimpi.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.....
Sesuai janji yang tadi author hari ini up double ya. Jadi tolong jangan pelit-pelit untuk memberi dukungan. Author nggak muluk-muluk kok. Cukup beri like dan komen aja author udah seneng. See you 👋👋. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞
__ADS_1