
"Lo apa-apaan sih, main nampar orang aja. Sakit tau." Protes Dylon yang merasakan pipinya nyut-nyutan. "Elo yang apa-apaan. Main nyium bibir orang aja. Asal Lo tau ya tadi tuh ciuman pertama gue!" Ucap Sherlyn dengan suara yang lantang.
Dylon yang mendengar perkataan Sherlyn hanya menyunggingkan senyum tipis. Ia tau itu adalah ciuman pertama bagi Sherlyn karena dari kabar yang mengatakan kalau Sherlyn belum berpacaran dengan pria barang sekali pun. Ia mulai mendekati Sherlyn dan membicarakan rencana yang telah ia pikirkan sebelumnya.
"Sebelumnya gue minta maaf kalo gue ngambil ciuman pertama Lo tadi. Tapi tenang aja gue bakal ngasih kompensasi kok buat perbuatan gue ke elo tadi. Gue bakalan jadiin elo pacar gue. Gimana menurut Lo?" tanya Dylon.
"Hahahaha...... elo bercanda? Mana mau gue pacaran sama cowok brengsek kayak elo. Lagian gue suka sama elo aja kagak ngapain juga gue mau jadi pacar elo." ucap Sherlyn dengan sedikit ngegas.
"Elo jadi cewek gampang GR juga ya. Kalo nggak karena pengen bikin cewek ngejauhin gue juga gue sebenernya ogah kali pacaran sama elo. Jadi sebenernya gue ngajak elo pacaran itu karena gue pengen cewek yang tadi deketin gue ngejauhin gue. Gue udah muak banget ngeliat dia selalu nempel sama gue kek lem lalat tau nggak. Makanya gue mau jadiin elo pacar. Cuma pacar boongan doang kok. Dan selama elo jadi pacar gue, elo bakal gue kasih uang bulanan buat kebutuhan elo. Gimana mau nggak? Nggak semua cewek loh yang gue kasih tawaran kayak gini cuma elo doang." jelas Dylon panjang lebar kali tinggi🤣🤣
Sherly mulai memikirkan penawaran yang diberi Dylon kepadanya. Awalnya dia memang berniat menolaknya mentah-mentah. Akan tetapi setelah dipikir-pikir ternyata boleh juga. 'Boleh juga tawarannya. Dengan begitu aku nggk perlu lagi minta uang ke ayah ibu buat biaya uang bulanan.' Batin Sherlyn sambil menarik sedikit ujung bibirnya. 'Tapi masa iya aku langsung bilang mau setelah dikasih iming-iming begitu. Entar dia ngiranya aku cewek murahan yang dikasih uang dikit langsung mau lagi. Kan gengsi.' Lanjutnya lagi dalam hati.
"Jadi gimana? Mau nggak Lo? Gue nggak nawarin dua kali loh. Kalo nggak mau nggak papa juga sih. Gue bisa kok nyari cewek lain buat gue suruh jadi pacar pura-pura gue." Ucap Dylon menanyakan tawarannya lagi.
Namun baru saja Sherlyn mau menjawab, para peserta rapat bulanan BEM mulai berdatangan. Sherlyn yang berniat menjawab mengurungkan terlebih dahulu jawabannya karena Dylon yang menyuruhnya menjawab nanti saja.
"Anak-anak udah pada dateng. Gue tunggu jawaban elo abis rapat ini. Awas aja kalo Lo kabur sebelum ngasih jawaban ke gue." Peringat Dylon sedikit melototkan matanya ke arah Sherlyn.
Setelah semua peserta rapat berkumpul rapat segera dimulai. Mereka mulai membahas tentang banyak hal. Rapat itu dipimpin langsung oleh Dylon yang notabene adalah ketua BEM universitas itu.
Setelah beberapa jam, rapat pun berakhir dan ditutup oleh Dylon. "Baik. Rapat hari ini saya rasa sudah cukup. Bulan depan kita lanjut lagi. Semua boleh keluar sekarang kecuali Sherlyn, ketua BEM fakultas bahasa."
Mendengar ucapan Dylon, Sherlyn melototkan matanya. Sedangkan peserta rapat lain mulai membubarkan diri masing-masing untuk keluar dari ruangan rapat. Sherlyn yang tempat duduknya lumayan jauh dari Dylon berniat kabur. Dia mulai membereskan barang-barangnya dan ikut keluar dari ruangan dengan masuk ke gerombolan peserta rapat tadi.
Dylon yang mengetahui Sherlyn tidak ada di tempat duduknya tadi langsung melihat ke arah pintu. Dia melihat Sherlyn yang mencoba kabur darinya. Sebenarnya teman-teman Sherlyn yang ikut rapat sudah memberi tahu Sherlyn kalau dia nanti pasti dicari oleh Dylon. Tapi Sherlyn tetap ingin kabur.
"Sherlyn bukannya tadi elo disuruh nemuin kak Dylon dulu ya abis rapat? Kenapa elo malah mau pergi?" tanya Hani, teman sekelas Sherlyn.
__ADS_1
"Udah biarin aja dia. Lagipula gue lagi pengen ceper pulang ke kosan. Pengen rebahan aja. Capek." jawab Sherlyn sambil sesekali menengok belakang ingin memastikan kalau Dylon tidak menyadari kepergiannya.
"Tapi nanti elo......." ucapan Hani belum selesai sudah dipotong oleh Sherlyn.
"Udah biarin aja. Ngapain ngurusin itu orang kayak nggak punya kerjaan aja." jawab Sherlyn memotong ucapan Hani. "Udah mending kita keluar aja yuk." lanjut Sherlyn hendak mengajak Hani keluar. Namun baru saja dirinya melangkahkan kakinya, kerah kemeja yang dipakainya ditarik oleh tangan seseorang. Saat menoleh dirinya sedikit berjengkit karena kaget. Dia tidak mengira kalau orang itu akan tahu jika dirinya hendak kabur.
"Mau kemana Lo? Lo nggak dengar tadi gue mau bicara sama elo?" ucap Dylon penuh penekanan di setiap kata-katanya.
"Hehehehe... eh kak Dylon. Enggak kok kak aku nggak mau kabur cuma....cuma aku tadi haus dan berniat beli minum di kantin. Iya beli minum." Ucap Sherlyn sedikit nyengir karena tertangkap akan kabur.
"Kalau elo cuma pengen beli minuman ke kantin ngapain elo pake bawa-bawa tas? Ditinggal bentar kan bisa. Atau bener yang gue bilang tadi kalau elo berniat kabur?" tanya Dylon penuh tatapan intimidasi.
"Enggak kok kak beneran. Suer deh." jawab Sherlyn sambil mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya diiringi senyum nyengir.
"Ya udah kalau elo mau beli minuman ke kantin. Tapi sini tas elo. Entar elo kabur lagi." ucap Dylon sambil menarik tas Sherlyn dari pundaknya.
"Iya kak. Aku pergi ke kantin dulu ya buat beli minum. Kakak mau nitip juga nggak biar sekalian." ucap Sherlyn sedikit takut-takut.
Sherlyn mulai berjalan menuju kantin sambil menggerutu mengutuk Dylon. "Nyebelin banget sih tuh cowok. Kalo gue nggak inget ada DO kalo ngelanggar aturan, udah gue tonjok tuh muka ngeselinnya sampe babak belur." Begitulah kira-kira gerutuan Sherlyn yang mengutuk Dylon.
Sesampainya di kantin, ia langsung mengambil minuman di lemari pendingin. Dia sengaja mengambil minuman dingin untuk menetralkan emosinya. Sherlyn bukanlah termasuk orang yang suka minuman dingin. Dia hanya minum minuman dingin sesekali jika dia tengah kesal atau dilanda kehausan akut. Setelah meminum minuman itu, dia mulai sedikit tenang. Nafasnya mulai berangsur normal tak seperti tadi saat berhadapan dengan Dylon. Setelahnya ia menuju kasir untuk membayar minuman itu. Ia mulai melangkahkan kakinya kembali menuju ruang rapat tadi untuk menemui Dylon.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hi Readers Semua 👋👋 author kembali lagi nih. Semoga suka ya sama cerita baru author ini. Author akan berusaha untuk up setiap hari agar pada readers tetap betah dengan novel author. Sampai ketemu besok lagi readers.
Jangan lupa untuk beri dukungan kepada author dengan Like, Komen, dan kalau bisa Vote ya. Jangan lupa juga untuk rate bintang 5 untuk cerita author. Terimakasih atas dukungan readers semua. Author sayang readers banyak-banyak💞💞