Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Pergi ke SR Boutique


__ADS_3

"Tapi kali ini gue nanya hal yang berguna kok. Tadi pas gue markir mobil gue di basement, gue sempet ngeliat loe lagi ngobrol sama kak Dylon. Loe ada hubungan ya sama kak Dylon?" tanya Berlian.


Sherlyn terdiam mendengar pertanyaan sahabat sedari SD nya itu. Ia bingung harus bagaimana menjelaskannya. Sebenarnya Sherlyn ingin berkata jujur tentang hubungannya dengan Dylon. Akan tetapi ia ragu, 'Apa nanti kalo gue ngomong yang sebenarnya ke Berlian, Dylon nggak marah? Gimana kalo nanti dia marah? Secara hubungan kita berdua kan cuma sebatas pacar pura-pura. Duh gue jadi bingung sendiri.' ucap Sherlyn dalam hati.


"Lyn, tolong ya loe jangan boongin gue. Loe tau sendiri kan kalo gue paling nggak suka sama orang yang boong? Jadi plis, loe jawab pertanyaan gue dengan sejujur-jujurnya." Berlian kembali berkata karena tak kunjung mendapat jawaban dari Sherlyn.


Baru saja Sherlyn akan buka suara, terdengar sepatu dosen mulai memasuki kelas Sherlyn saat ini. Sherlyn langsung bernafas lega karena untuk sementara ia tak akan bercerita dulu kepada Berlian tentang hubungannya dengan Dylon.


"Loe jangan tenang dulu. Selesai kelas terakhir nanti, gue tagih lagi jawaban loe." ucap Berlian mengingatkan Sherlyn agar tak lupa untuk menjawab pertanyaannya tadi. Sherlyn hanya menjawab dengan senyuman karena dosen sudah mulai membuka kelas.


Kelas berjalan seperti biasa. Hari ini Sherlyn memiliki jadwal 3 kelas. Semua kelasnya akan selesai pada jam 3 sore. Berbeda dengan Dylon yang hari ini hanya memiliki jadwal 2 kelas. Sehingga Dylon pulang lebih awal dari jadwal pulang Sherlyn. Dylon menunggu Sherlyn di kantin sambil mengisi perutnya yang lapar. Untuk mengusir rasa bosan, Dylon memainkan HP nya. Ia bermain game online yang sekarang tengah digandrungi oleh semua orang.


Pukul 15.00


Sherlyn mulai berjalan keluar dari kelasnya. Ia berjalan menuju gerbang kampus dan melewati basement. Ketika melewati basement, Sherlyn mendengar ada yang memanggil namanya. Sherlyn pun menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara. Begitu melihat orang yang memanggilnya, Sherlyn langsung menelan salivanya dengan susah. Orang yang memanggilnya mulai berjalan mendekat menuju tempat Sherlyn tengah berdiri saat ini.


"Loe nggak lupa kan sama pertanyaan gue tadi? Kalo loe lupa juga nggak papa. Gue bersedia kok buat ngingetin loe lagi." ucap orang tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Berlian.


Mendengar perkataan Berlian, Sherlyn menjadi sedikit gugup. Ia mencoba menutup rasa gugupnya dengan bersikap setenang mungkin seperti aliran air sungai๐Ÿ˜‚. Sherlyn berharap semoga saja jawabannya bisa dipercaya oleh Berlian.


"Ehmm...gimana kalo kita duduk dulu di taman? Biar lebih enakan ngobrolnya. Hehe.." ucap Sherlyn yang diakhiri dengan senyuman gugupnya.


"Ok. Yuk kita ke taman!" ucap Berlian menyetujui ide Sherlyn untuk berbicara di taman.


Namun, baru saja Sherlyn dan Berlian melangkahkan kaki mereka ke taman. Dari arah belakang, ada orang yang kembali memanggil nama Sherlyn dengan lantang. Sherlyn pun mulai menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara. Begitu ia menoleh, ia terkejut melihat orang yang memanggilnya sudah ada di belakangnya dengan motornya. Ya, orang itu adalah Dylon. Dylon memanggil Sherlyn karena dia akan mengantar Sherlyn menuju kost-annya. Sherlyn yang sudah mengerti maksud Dylon memanggilnya tadi langsung berbicara kepada Berlian.

__ADS_1


"Aduh, Berlian. Sorry banget ya, gue harus buru-buru pulang nih. Sebenarnya gue lagi ada urusan mendadak. Tapi gue lupa malah mau ngobrol sama loe. Sorry banget ya. Nanti kalo ada waktu, gua bakal cerita ke loe. Gue pulang bareng kak Dylon dulu karena rumah kita searah. Bye, Berlian๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹" ucap Sherlyn yang segera berbicara kepada Berlian sebelum keduluan Dylon yang berbicara.


"Tapi Lyn....." belum selesai Berlian berbicara, suara motor sport Dylon sudah melaju dengan kencang menuju gerbang kampus. "Isshh....kebiasaan deh tuh anak main kabur aja. Nggak tau apa kalo temennya ini bisa mati karena penasaran." gerutu Berlian.


"Udah. Daripada penasaran sama Sherlyn, mending ikut gue aja yuk. Gue bakal anterin loe pulang ke rumah dengan selamat tanpa ada lecet sedikit pun." ucap Mada Putra Dewangga, teman Dylon yang terkenal playboy.


"Aduh maaf banget ya kak." ucap Berlian dengan lemah lembut. "Tapi gue nggak mau pulang bareng sama loe. Dasar buaya darat cap badak." lanjut Berlian yang mengubah intonasi suaranya menjadi tinggi.


"Ya ampun.....judes amat sih neng. Entar nggak ada yang suka loh kalo judes-judes." ucap Mada menakut-nakuti Berlian.


"Bodo amat. Mau nanti gue nggak laku kek. Mau nanti gue jadi perawan tua kek. Gue mah bodo amat. Meskipun nanti di dunia ini cowok-cowok cuma tinggal loe, gue tetep nggak mau jadi cewek loe." ucap Berlian langsung pergi meninggalkan Mada.


Mada yang melihat Berlian pergi meninggalkannya menerbitkan senyum smirk. 'Sekarang loe boleh bilang nggak mau jadi cewek gue. Tapi tunggu aja nanti. Gue pasti bakalan bikin loe bucin sebucin-bucinnya sama gue. Gue nggak bakal nyerah buat merjuangin cinta loe. Karena loe itu berharga. Sama kayak nama loe, Berlian.' ucap Mada dalam hati.


Sementara di jalan raya........


Dylon sengaja mengajak Sherlyn ke butik sang Mommy untuk membelikan sebuah gaun untuk digunakan Sherlyn di acara pesta ulang tahun teman Dylon. Di pesta tersebut, mewajibkan semua undangan untuk hadir bersama pasangan masing-masing. Dylon yang sedang berpacaran pura-pura dengan Sherlyn tentu saja mengajak Sherlyn untuk pergi. Mereka berdua mulai memasuki butik tersebut dengan Dylon berjalan di depan. Begitu memasuki butik tersebut, keduanya disambut oleh semua karyawan yang bekerja di sana. Hal ini karena semua karyawan di sana sudah tahu bahwa Dylon adalah anak pemilik butik tempat mereka bekerja. Sherlyn yang melihat Dylon dan dirinya disambut dengan istimewa mulai bertanya-tanya dalam hatinya. 'Siapakah Dylon ini? Kenapa dia pake disambut segala coba? Emangnya dia presiden apa? ' begitulah kira-kira isi hati Sherlyn.


Begitu berada di dalam, seorang yang berkartu identitas sebagai manager mendatangi keduanya. Manager bertanya kepada Dylon.


"Selamat sore, tuan muda. Apakah ada yang bisa saya bantu?" ucap manager itu dengan sopan.


"Tolong pilihkan gaun pesta yang cocok untuk gadis ini." ucap Dylon sambil menunjuk Sherlyn.


"Baik tuan muda." ucap manager itu. "Mari nona ikut saya sebentar." sambung manager itu sambil menoleh kepada Sherlyn.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


To be continued......


Sesuai janji yang tadi ya kalau author hari ini up 2 kali. So, jangan pelit-pelit buat ngasih dukungan buat author ya. Dukung author dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote ya. See you. Author sayang readers banyak-banyak ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


__ADS_2