Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Pergi ke Salon


__ADS_3

Begitu Sisil pergi, nyonya Sandra langsung berfikir tentang gadis yang dibonceng putranya. 'Dasar anak dan bapak sama aja. Seleranya untuk gadis aja sama aja. Dulu mas Rayhan juga suka aku karena dulunya aku tomboy. Eh nggak tahunya ternyata nurun ke anaknya yang juga suka sama cewek tomboy.' batin nyonya Sandra sambil menggelengkan sedikit kepalanya karena terheran-heran dengan suami dan putranya yang memiliki banyak kesamaan bahkan untuk urusan tipe gadis pun juga sama.


Niat nyonya Sandra datang ke butiknya sore itu adalah untuk mengambil beberapa desain baju dan gaun yang tadi siang dibuatnya. Akan tetapi ketika makan siang, dirinya lupa untuk kembali ke butik karena ada arisan. Jadilah nyonya Sandra kembali lagi ke butik itu untuk mengambil desainnya yang belum selesai untuk ia kerjakan di rumah. Usai mengambil desain itu, nyonya Sandra langsung beranjak pulang ke rumahnya karena suaminya sebentar lagi juga akan pulang.


*****


Dylon menghentikan motornya di depan sebuah salon ternama di kota A ini. Sherlyn yang diajak pun mulai bertanya-tanya. 'Kenapa ni cowok ngajak gue ke sini? Masa iya dia mau perawatan? ' batin Sherlyn bertanya-tanya.


"Eh, ngapain loe ngajak gue ke sini? Kenapa nggak nganterin gue pulang ke kost-an aja sih? Lagipula ngapain juga sih kita malah pergi ke salon ini? Loe emangnya mau perawatan? Kalo emang iya, nggak usah ngajak-ngajak gue dong. Gue tuh pengen pulang ke kost-an tau." tanya Sherlyn yang ingin segera pulang ke kost-annya karena merasa gerah ingin mandi.


"Enak aja bilang gue mau perawatan. Gue ngajak loe ke sini udah pasti gue mau loe dimakeover lah. Loe kan mau gue ajak buat dateng ke pesta ulang tahun temen gue. Masa iya gue bawa loe yang kucel kek gini ke pesta. Yang ada loe jadi bahan ejekan orang-orang di sana. Dan bukan cuma loe aja yang bakal jadi bahan ejekan. Gue juga pasti kena imbasnya karena gue yang ngajak loe buat dateng." jelas Dylon panjang lebar kepada Sherlyn.


"Owh gitu, nggak usah bilang gue kucel juga kali. Meskipun gue nggak pernah pake makeup, gue pede-pede aja tuh. Gue juga nggak jelek-jelek amat kok kalo nggak pake makeup karena gue emang udah cantik dari orok. Kalo gue jelek, mungkin nggak akan ada tuh cowok yang suka sama gue. Tapi selama ini banyak tuh cowok yang ngejar-ngejar gue. Gue sampe capek buat ngadepin mereka yang selalu caper sama gue." ucap Sherlyn juga panjang lebar.


"Masa sih loe cakep? Kalo emang loe cakep kenapa loe tetep jomlo sampe sekarang? Kalo bukan karena nggak laku apa coba?" tanya Dylon seakan mengejek Sherlyn.


"Itu karena gue tuh emang nggak pernah berniat buat pacaran. Gue nerima tawaran loe aja, sebenernya gue masih ragu kok. Tapi karena loe maksa gue, jadi gue terima deh. Gue nggak tegaan sama orang yang melas-melas sama gue. Secara gue kan orangnya emang simpatik banget." jawab Sherlyn balas mengejek Dylon dengan bilang kalau Dylon mengemis untuk jawaban Sherlyn tempo hari tentang tawarannya.


"Enak aja bilang gue ngemis sama loe. Emang dasarnya loe aja yang emang mata duitan." balas Dylon.


"Gue tuh bukannya mata duitan, tapi realistis. Hidup di dunia ini tuh butuh duit. Emang ada loe makan nggak harus beli dulu pake duit?" ucap Sherlyn sambil mengangkat sedikit kepalanya ke arah Dylon.


Dylon yang mendengar perkataan Sherlyn langsung dibuat diam tak berkutik. Memang benar dengan ucapan gadis itu kalau hidup ini pasti membutuhkan uang. Tanpa berkata lagi, Dylon langsung menarik tangan Sherlyn untuk memasuki salon itu. Sherlyn hanya mencetak senyum miringnya ketika ucapannya tak lagi dibalas oleh Dylon. Seketika itu juga ia sadar kalau tangannya tengah dipegang oleh Dylon. Sherlyn pun langsung menepis tangan Dylon yang memegang tangannya. Dylon yang merasakan tangannya ditepis pun langsung menoleh ke belakang.


"Kenapa loe lepas genggaman tangan gue?" tanya Dylon.


"Pake nanya lagi loe. Kita ini kan cuma pacar pura-pura. Jadi, ngapain juga harus gandengan tangan. Di kontrak kan udah ditulis. Ayo jangan-jangan loe lupa ya." jawab Sherlyn mengingatkan Dylon kepada kontrak mereka yang di dalamnya berisi "boleh berkontak fisik tapi harus dengan persetujuan keduanya".

__ADS_1


"Oke-oke, gue ngerti. Gue nggak akan pegang-pegang loe sembarangan lagi. Puas?" ucap Dylon yang sedikit kesal.


"Puas banget lah. Hahahaha" jawab Sherlyn sambil tertawa lepas.


"Udah buruan masuk. Ntar yang ada kita berdua jadi telat dateng ke pesta ulang tahun temen gue lagi." ucap Dylon menyuruh Sherlyn untuk segera masuk ke dalam salon tersebut.


"Tapi gue belom mandi. Masa iya gue udah didandanin cantik-cantik tapi bau badan gue asem? Kan nggak lucu." ucap Sherlyn.


"Di salon ini ada toiletnya kali. Loe bisa mandi di sana. Kalo harus pulang ke kost-an loe dulu kelamaan. Udah buruan masuk sana." ucap Dylon langsung mendorong Sherlyn masuk.


"Iihhhh, nggak usah dorong-dorong bisa kali. Emangnya loe kira gue sapi yang disuruh masuk kandang apa?" kelas Sherlyn karena dirinya didorong oleh Dylon.


Dylon tak menanggapi karena kalau terus begitu, bisa-bisa mereka akan terus berdebat sampai tak ada habisnya. Begitu mereka berdua di dalam, mereka langsung disambut oleh seorang perempuan yang sangat cantik lengkap dengan make-up tebal dan pakaian seksinya. Perempuan itu melihat kedatangan Dylon dan langsung menghampirinya.


"Hi, Dylon ganteng. Udah lama banget you nggak ke sini. Sekali dateng udah bawa cewek cantik aja." ucap perempuan itu dengan suara centil yang dibuat-buat. Sherlyn yang awalnya mengira bahwa orang itu perempuan, langsung kaget begitu menyadari kalau perempuan yang menghampirinya dengan Dylon adalah seorang waria alias bencong. Nama perempuan jadi-jadian itu adalah Ajun/Juju(Ketika menjadi laki-laki bernama Ajun sedangkan ketika menjadi perempuan bernama Juju).


"Oke, siap. Semua itu serahkan aja sama eike." jawab Juju. "Hi, cantik. Ikut sama eike dulu yuk." ajak Juju kepada Sherlyn.


Sherlyn awalnya takut-takut untuk ikut bersama Juju. Tapi setelah mendapat pelototan mata dari Dylon, dengan terpaksa Sherlyn mengikuti Juju untuk masuk. Sherlyn diberi handuk oleh Juju untuk mandi. Sherlyn langsung pergi menuju toilet di sana. Ia membersihkan badannya yang sedari tadi sangat lengket oleh keringat. Setelah selesai mandi, Sherlyn langsung dimakeover oleh Juju yang sepertinya sudah sangat ahli dalam hal tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Sesuai janji tadi ya.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote juga ya. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞

__ADS_1


__ADS_2