Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Sherlyn Mendatangi Salon Juju


__ADS_3

"Dah, Berlian." ucap Sherlyn sambil melambaikan tangannya kepada Berlian dan langsung berjalan menuju tempat driver ojol yang telah dipesannya berada. Berlian membalas lambaian tangan Dylon dan tersenyum melihat sahabatnya mulai menghilang di depan gerbang. Berlian mulai melangkahkan kakinya menuju mobilnya untuk pulang ke rumah.


Sementara di sisi lain.....


Sherlyn sudah sampai di depan salon milik Juju. Ia langsung turun dari motor driver ojol yang dinaikinya dan melepas helm yang ada di kepalanya.


Ya, iyalah di kepala. Masa di kaki? Kalo di kaki mah namanya sepatu. Ok skip.


Tak lupa Sherlyn memberikan sejumlah uang kepada driver ojol itu untuk membayar ongkosnya. Sherlyn memberikan uang pas karena memang kebetulan ia memiliki uang pas. Setelah menerima uang dan berterimakasih, driver ojol itu langsung pergi dari hadapan Sherlyn yang juga mulai melangkah masuk menuju salon. Sesampainya di sana, Sherlyn melihat Juju yang tengah melayani seorang pelanggan yang keliatan sudah berumur. Meski begitu, kecantikan pelanggan itu seakan tak luntur oleh usia.


Sherlyn langsung berjalan mendekati Juju untuk menyapanya. Akan tetapi, semakin Sherlyn mendekati Juju semakin bertambah pula Sherlyn merasa jika orang yang tengah dilayani oleh Juju adalah orang yang dikenalnya. Sherlyn sedikit berfikir untuk mengingat-ingat siapa orang tersebut. Pada akhirnya, Sherlyn justru mengabaikan pemikirannya tadi dan tetap berjalan mendekati Juju.


"Hi, Ju. Loe apa kabar?" sapa Sherlyn sambil menanyakan kabar kepada Juju.


"Oh, Sherlyn. Kabar eike baik kok. You udah sampe di sini kok nggak ngasih tau eike sih? Kan eike bisa nyambut you pas dateng tadi." ucap Juju.


"Udah, loe nggak usah repot-repot nyambut gue segala. Kayak gue presiden aja pake disambut segala pas dateng." ucap Sherlyn.


"Ya udah deh, eike lagi layanin pelanggan nih. You tunggu dulu di sofa itu ya. Nggak lama kok." pinta Juju kepada Sherlyn.


"Ok." jawab Sherlyn.


Sherlyn langsung berjalan menuju sofa dan menghempaskan pantatnya di sana. Sherlyn duduk sambil memperhatikan cara Juju melayani pelanggannya. Tangan Juju bagai menari-nari ketika melakukan pekerjaannya itu. Sherlyn yang tak tau apa-apa tentang dunia itu tentu saja terkagum-kagum. Tak lama kemudian, Juju berjalan ke dalam untuk memanggil karyawannya agar melanjutkan pelayanan kepada wanita itu yang sepertinya sebentar lagi selesai.


"Ju, kok udah? Emang nggak takut orangnya komplain ke loe?" tanya Sherlyn yang sedikit heran melihat Juju justru menghampirinya.


"Nggak papa kok. Lagipula eike udah bilang ke pelanggan eike yang tadi kalo eike udah selesai ngelayanin tinggal dikit lagi abis itu selesai." jawab Juju.


"Owh gitu, sekarang bisa dimulai dong pelatihannya buat gue?" tanya Sherlyn lagi.


"Iya, yuk ikutin eike." ajak Juju menuju tempat di dekat Juju melayani pelanggan tadi. Sherlyn hanya mengikuti saja karena ia sedang dilatih oleh Juju yang artinya Juju adalah gurunya.


*****


Setelah hampir setengah jam Juju menjelaskan kepada Sherlyn, akhirnya Sherlyn mulai mengerti sedikit demi sedikit tentang make-up. Tanpa Sherlyn sadari, pelanggan yang ada di dekatnya tadi mendekati tempat Juju sedang menjelaskan kepada Sherlyn. Pelanggan tadi juga sempat mengenal Sherlyn dari suaranya.

__ADS_1


"Eh, Sherlyn. Tante kira tadi siapa, nggak taunya setelah Tante mendekat ternyata emang bener itu kamu. Kamu apa kabar?" sapa perempuan pelanggan Juju tadi.


"Oh, Tante Sandra. Pantesan tadi Sherlyn sempet ngenalin. Eh nggak taunya emang Sherlyn kenal. Maaf Sherlyn agak lupa sama Tante tadi. Kabar Sherlyn baik kok Tante." ucap Sherlyn begitu menoleh ke arah wanita tadi yang merupakan ibu dari pacar pura-puranya, Tante Sandra.


"Oh iya, kamu ngapain ke sini? Kamu mau perawatan ya di sini?" tanya nyonya Sandra.


"Oh, bukan Tante. Sherlyn ke sini bukan untuk perawatan. Sherlyn ke sini karena memang Sherlyn ada janji temu sama Juju yang mau ngajarin Sherlyn tentang make-up." jawab Sherlyn.


"Oh gitu, Tante baru inget kalo kamu kan anaknya sedikit tomboy. Makanya nggak tau tentang make-up. Tante dulu juga gitu, bahkan dulu temen Tante pada jelasin tentang make-up tetep aja Tante nggak paham juga. Akhirnya Tante dimasukin ke kursus make-up sama temen Tante biar lebih cepet paham." cerita Tante Sandra.


"Wah, Sherlyn nggak nyangka kalau ternyata dulu Tante juga tomboy kaya Sherlyn. Soalnya Tante sekarang kelihatan anggun banget nggak ada unsur-unsur tomboynya sama sekali." ucap Sherlyn sedikit tak menyangka jika dulunya nyonya Sandra sama sepertinya yang sedikit tomboy.


"Iya. Tapi setelah Tante menikah dengan Daddy Dylon, Tante udah nggak lagi tomboy kaya kamu. Daddy Dylon bener-bener ngerubah Tante jadi layaknya perempuan pada umumnya yang anggun." ucap nyonya Sandra.


"Kayaknya Tante cinta banget deh sama Daddy Dylon sampe bisa berubah banget kaya gini." ucap Sherlyn sedikit menggoda nyonya Sandra.


"Ah, enggak. Tante dulu bahkan benci banget sama Daddy-nya Dylon. Dulu waktu kuliah Daddy Dylon tuh terkenal banget sama ketampanan dan keplayboyannya. Meski begitu, tetep aja banyak banget cewek yang suka. Nggak beda jauhlah sama Dylon yang sekarang. Iya nggak, Lyn?" ucap nyonya Sandra menceritakan kenangannya dulu sebelum sekarang sangat mencintai suaminya.


"Iya Tante, Dylon di kampus juga terkenal seperti Daddy-nya. Bahkan rasanya Sherlyn jadi pengen banget nonjok muka sok gantengnya yang kalo mutusin cewek seenaknya banget." ucap Sherlyn sambil mengepalkan tangannya seperti akan menonjok muka Dylon secara nyata.


"Hehehe, maaf Ju. Saya lupa kalo kamu ada di sini. Saya boleh bawa Sherlyn dari sini nggak? Saya mau ngajak dia mampir ke rumah saya dulu." ucap nyonya Sandra meminta izin kepada Juju untuk membawa Sherlyn ikut bersamanya.


"Iya Tante, nggak papa kok. Lagipula pelajaran pertama Sherlyn hari ini udah selesai kok. Sherlyn gampang banget buat paham sama yang eike jelasin ke dia." ucap Juju.


"Ya udah, kalo gitu Sherlynnya Tante bawa dulu ya. Makasih juga untuk pelayanan kamu tadi buat Tante." ucap nyonya Sandra berpamitan kepada Juju.


"Iya Tante, sama-sama. Itu udah jadi kewajiban buat eike buat melayani pelanggan dengan baik." ucap Juju sambil tersenyum.


"Gue duluan ya, Ju. Makasih juga loe udah mau ngajarin gue tentang make-up." pamit Sherlyn sambil berterimakasih kepada Juju.


"Iya, sama-sama juga Lyn. Eike seneng kok kalo harus jelasin tentang make-up ke orang nggak tau apa-apa tentang hal itu." jawab Juju.


"Kami duluan ya, Ju. Dah." ucap nyonya Sandra sambil menggandeng tangan Sherlyn untuk ikut bersamanya.


"Iya Tante, hati-hati di jalan ya." ucap Juju yang dibalas dengan senyuman oleh nyonya Sandra.

__ADS_1


Nyonya Sandra dan Sherlyn mulai berjalan keluar dari salon menuju parkiran tempat mobil nyonya Sandra berada dengan sopir tentunya. Nyonya Sandra langsung menyuruh Sherlyn untuk duduk bersamanya di jok belakang agar bisa ngobrol dengan leluasa. Begitu nyonya Sandra dan Sherlyn duduk di jok belakang, sopir itu langsung mulai menjalankan mobil sesuai perintah nyonya Sandra. Di sepanjang perjalanan, keduanya terus mengobrol dengan akrab seperti sudah mengenal lama. Padahal ini adalah hali kedua mereka bertemu. Tapi hubungan mereka sudah seperti mengenal bertahun-tahun lamanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Sesuai janji author up 3 kali ya hari ini. Kalau nanti malam author sempat, author akan kembali up lagi. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak setelah membaca dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote juga kalau bisa. See you👋👋


__ADS_2