Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Memilih Gaun


__ADS_3

"Tolong pilihkan gaun pesta yang cocok untuk gadis ini." ucap Dylon sambil menunjuk Sherlyn.


"Baik tuan muda." ucap manager itu. "Mari nona ikut saya sebentar." sambung manager itu sambil menoleh kepada Sherlyn.


Sherlyn pun mengikuti langkah sang manager walaupun dalam hatinya ia masih bertanya-tanya. Akan tetapi, semua itu ia tahan dulu untuk sekarang. Sherlyn mulai diajak menuju tempat dimana gaun-gaun pesta yang cantik tertata dengan rapi. Ia berdecak kagum dalam hati melihat betapa indahnya gaun-gaun itu. Ia masih melamun ketika manager butik itu memanggilnya.


"Nona...nona." panggil manager itu sambil menyentuh bahu Sherlyn yang membuat lamunannya buyar seketika. "Silahkan dipilih gaun-gaunnya nona. Semua gaun ini adalah gaun pesta yang spesial karena dirancang sendiri oleh pemilik butik kami. Nona boleh pilih lebih dari satu gaun. Siapa tau nanti Nona merasa kurang suka dengan salah satu gaun." jelas manager itu panjang lebar.


"Ahhhh...iya baiklah, aku pilih-pilih dulu ya." ucap Sherlyn mulai melihat satu persatu gaun yang ada di sana. Sherlyn mendekati sebuah gaun berwarna cream dan mengambilnya. Sherlyn melihat harga yang tertera di label gaun tersebut. Betapa kagetnya Sherlyn begitu melihat harganya yang setara dengan harga Smartphone keluaran terbaru dari merk ternama(pasti tau lah ya apa maksud author hehe. Itu loh yang lambangnya apel digigit).


'Gila. Ini harga gaun ato HP sih. Duh gimana nih? Gue mana punya duit segitu. Apalagi sekarang kan dah mendekati akhir bulan.' ucap batin Sherlyn. 'Mending gue cari-cari yang lebih murah dari yang ini aja deh.' lanjutnya masih di dalam hati.


Sherlyn meletakkan kembali gaun yang dipilihnya tadi dan mulai berjalan kembali mencari gaun yang menurutnya lebih murah. Ia mengambil dan melihat harga setiap gaun yang ada. Namun begitu melihat harganya, Sherlyn langsung mengembalikan gaun itu lagi. Sherlyn melakukan hal tersebut berulang kali. Namun tak kunjung menemukan gaun yang murah.


Dylon yang sudah menunggu Sherlyn lama mulai kesal karena Sherlyn tak kunjung kembali dari tempat gaun-gaun pesta berada. Dylon yang tadinya duduk di sofa beranjak dari sofa tersebut dan berjalan menuju tempat Sherlyn berada. Dylon sudah hafal dengan isi butik dari sang Mommy karena ia lumayan sering datang ke sana. Begitu sampai di sana, hal pertama yang ia lihat adalah Sherlyn yang terus mengambil dan mengembalikan gaun yang ada.


"Loe daritadi ngapain aja sih? Gue tungguin sampe gue lumutan taunya loe malah belum nemu gaun yang loe pengenin." omel Dylon kepada Sherlyn yang kesal melihatnya tak kunjung mendapatkan gaunnya.


Sherlyn berjalan mendekat ke arah Dylon. Begitu berada di dekat Dylon, Sherlyn berbisik di telinga Dylon. "Gue belum milih gaun di sini karena harganya semua mahal. Duit gue nggak cukup. Makanya gue lama milihnya." ucap Sherlyn dengan berbisik.


"Ya ampun, ternyata karena itu. Tenang aja, gue ngajak loe ke sini itu artinya gue yang bakal bayar. Loe belum dapet gaun kan? Ya udah gue aja yang pilihin gaun buat loe." ucap Dylon sambil mulai berjalan mendekati gaun-gaun pesta di sana.


'Ya elah, bilang kek daritadi. Kalo gitu kan gue jadi nggak perlu bingung nyari gaun yang murah. Malah mungkin gue bakal pilih yang paling mahal biar dompet tuh cowok auto kempes.' gerutu Sherlyn.


Dylon memilih tiga gaun pesta untuk Sherlyn. Warna gaun itu merah maroon, hitam, dan cream pilihan pertama Sherlyn tadi. Dylon memberikan gaun pilihannya tersebut kepada Sherlyn.

__ADS_1


"Nih, loe coba semua gaun ini satu persatu. Nanti gue nilai mana yang cocok buat loe." ucap Dylon memerintah.


Tanpa berkata Sherlyn langsung berjalan menuju tempat ganti. Ia mencoba gaun tersebut dibantu oleh karyawan yang ada di butik itu. Setelah selesai, Sherlyn berjalan mendekat ke arah Dylon. Gaun pertama yang dipakai Sherlyn berwarna hitam dengan belahan dada yang sangat rendah sehingga membuat dua gundukan Sherlyn sedikit terlihat. Sherlyn menutup dadanya dengan tangannya agar tak dilihat Dylon.


"Kenapa loe tutupin sih dada loe. Singkirin tangan loe dari dada." ucap Dylon. Sherlyn ragu-ragu melepaskan tangannya dari dadanya. Begitu tangan Sherlyn terlepas dadanya, Dylon langsung tertegun melihat dua gundukan Sherlyn yang seolah meronta ingin keluar. Dylon langsung menelan salivanya dengan susah. Namun tak berapa lama, Dylon langsung bisa menguasai diri. Ia menggelengkan sedikit kepalanya. Setelahnya, ia kembali berkata kepada Sherlyn.


"Gaun itu jelek. Coba yang warna merah aja deh." perintah Dylon lagi.


Usai mencoba gaun yang diminta Dylon, Sherlyn kembali memperlihatkannya kepada Dylon. Begitu sampai di depan Dylon, Sherlyn menarik-narik ujung gaun tersebut karena pahanya hampir terlihat semua. Dylon yang melihat Sherlyn dengan gaun keduanya kembali menelan salivanya dengan susah.


'Gila, kulit ni cewek mulus banget. Padahal dia kan bukan anak yang kaya-kaya banget. Tapi kulitnya udah kek perawatan mahal di salon aja.' batin Dylon memuji kulit paha Sherlyn yang begitu. Namun sedetik kemudian, Dylon langsung tersadar. 'Ngapain gue muji ni cewek? Ni cewek kan bukan tipe gue. Kulit mulus dari mana? Mulusan juga kulit Mommy.' lanjutnya masih di dalam hati.


"Ekhemm....loe coba yang warna cream aja deh. Kayaknya yang itu lebih cocok buat loe." ucap Dylon. Sherlyn yang mulai kelas karena disuruh-suruh Dylon gonta-ganti gaun pun hanya bisa menghentakkan kakinya ke lantai. Sebenarnya Sherlyn ingin sekali mengomeli Dylon yang seenak jidat menyuruhnya bergonta-ganti gaun. Namun mood sedang dalam mode malah berdebat. Jadilah ia hanya melampiaskan kemarahannya dengan menghentakkan kakinya ke lantai.


Sherlyn langsung berjalan kembali menuju tempat ganti untuk memakai gaun terakhir yang dipilih oleh Dylon. Setelah selesai, Sherlyn melihat tampilan dirinya di cermin yang ada di sana. Sherlyn dibuat tak percaya dengan penampilannya kini. Ia yang biasanya hanya memakai kaos dan celana jeans ketika berangkat ke kampus kini terlihat begitu anggun dan elegan dengan balutan gaun berwarna cream tersebut.


"Woi Sherlyn, loe nyoba gaun ato tidur sih? Lama amat." teriak Dylon yang menunggu Sherlyn yang tak kunjung keluar dari ruang ganti.


"Iya iya, ini gue juga mau keluar kali." ucap Sherlyn langsung bergegas.


Begitu Sherlyn keluar dari ruang ganti, Dylon melihat penampilan Sherlyn yang memakai gaun pilihannya tadi. Dylon sampai lupa berkedip melihat penampilan Sherlyn yang ternyata cantik memakai gaun itu. Warna gaun tersebut tak terlalu cerah. Namun tetap terlihat elegan jika dipakai. Gaun tersebut juga tak terlalu terbuka. Panjang gaun tersebut mencapai lutut Sherlyn juga tidak ada lengannya.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.......

__ADS_1


Hi readers kesayangan author 👋👋maaf ya nggak bisa up tepat waktu karena author juga memiliki kesibukan di dunia nyata. Untuk akhir-akhir mungkin author nggak bisa up tepat waktu dulu karena ada banyak kesibukan author lainnya. Tapi jangan sedih. Author pasti bakal tetep usahain up kok. Cuma ya tadi, author nggk bisa tepat waktu. See you. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞.


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak setelah membaca ya. Dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote juga kalau bisa. Tapi dari semua itu author mohon sekali untuk kalian bisa memencet tombol jempol. Karena memencet tombol like kan gratis nggk perlu bayar. Jadi jangan pelit-pelit untuk tekan tombol jempol ya.


__ADS_2