
Dylon yang menyadari jika Sherlyn tidak berjalan di sampingnya pun menghentikan langkahnya sebentar dan mengajak Sherlyn untuk berjalan di sampingnya. Sherlyn pun hanya mengikuti kemauan Dylon tanpa protes. Namun ia sedikit bingung ketika tangan kanan Dylon melingkar di samping kanan badan pria itu.
"Kenapa tangan loe? Kok loe taro di situ?" tanya Sherlyn yang tidak mengerti maksud Dylon untuk mengalungkan tangannya di lengan Dylon.
"Ya elah, masa loe nggak ngerti maksud gue sih?" ucap Dylon langsung mengarahkan tangan Sherlyn untuk melingkar di lengannya.
"Owh....mau gandengan. Bilang dong, loe kan tau sendiri gue nggak pernah pacaran sekalipun." ucap Sherlyn sambil manggut-manggut pertanda mulai mengerti maksud Dylon.
"Udah yuk, langsung masuk aja." ucap Dylon langsung berjalan kembali. Sherlyn pun mengikuti langkah Dylon yang memasuki restoran hotel itu dengan mengalungkan tangannya di lengan Dylon.
Begitu berada di dalam restoran itu, mulut Sherlyn langsung menganga sambil memandang takjub pemandangan di depannya. Pasalnya, ini adalah pengalaman pertama Sherlyn mendatangi sebuah pesta mewah yang diadakan di tempat yang juga tak kalah mewah. Dylon yang melihat Sherlyn terkagum-kagum pun sedikit mengingatkan Sherlyn agar tak terlalu memperlihatkan rasa kagumnya.
"Eh cewek tomboy, loe kampungan banget sih. Kayak nggak pernah dateng ke pesta aja sampe muka loe gitu amat. Jangan kampungan-kampungan amat kali. Jangan malu-maluin gue dengan sikap kampungan loe itu." peringat Dylon kepada Sherlyn.
"Iya-iya, gue juga udah ngerti kali. Kalo soal nggak pernah dateng ke pesta kayak gini emang iya gue nggak pernah dateng. Paling juga cuma dateng ke acara ulang tahun sederhana ala orang kampung pas gue kecil. Entar kuenya pake tumpeng yang dibagi-bagiin ke orang-orang yang dateng." ucap Sherlyn.
"Owh, pantes aja." sahut Dylon.
"Hmmm." Sherlyn hanya menanggapinya dengan berdehem.
Dylon terus berjalan menuju tempat di mana temannya yang sedang berulang tahun berada. Sherlyn hanya mengikuti saja karena di tempat itu tak ada satu pun orang yang dikenalnya. Begitu Dylon sampai di depan temannya, ia langsung mengucapkan selamat ulang tahun kepada temannya tersebut.
"Hai bro. HBD ya. Nggak kerasa udah makin tua aja loe. Wish you all the best ya." ucap Dylon kepada Dewa, teman semasa SMA nya yang juga sekampus dengan Dylon.
"Thank's ya bro, loe udah mau dateng ke pesta gue. Udah gitu, loe nggak ngaret kaya biasanya. Gue sebagai pemilik acara jadi merasa tersanjung nih. Hahaha." ucap Dewa yang diakhiri gelakan tawa.
"Iya, sama-sama bro. Gue kebetulan lagi nggak terlalu sibuk. Jadi gue bisa dateng lebih awal dari biasanya." jawab Dylon.
"By the way, cewek sebelah loe itu siapa? Bening amat bro. Pacar baru loe ya?" tanya Dewa yang penasaran dengan gadis di samping Dylon.
"Iya, dia pacar baru gue. Awas kalo loe goda dia, gue gibeng juga loe." jawab Dylon sambil mengancam Dewa yang diakhiri dengan kekehannya.
__ADS_1
"Widih, sadis amat loe bro. Kagak bakal deh gue goda dia. Orang dia kayaknya juga bucin banget ke loe. Buktinya dari tadi dia nempel terus ke loe." ucap Dewa.
Sherlyn yang hanya menyimak pembicaraan keduanya rasanya ingin muntah mendengar penuturan Dewa. 'Dih, gue bucin sama dia? Ogah banget. Kalo bukan karena gue nggak kenal orang-orang di sini, gue juga ogah kali nempel terus ke ini orang.' batin Sherlyn yang membantah ucapan Dewa.
"Biasalah, bro. Mana ada sih cewek yang nggak tergila-gila sama gue? Hahaha." ucap Dylon menjawab ucapan Dewa yang mengatakan Sherlyn begitu bucin terhadapnya. Dylon pun menatap Sherlyn dengan kerlingan matanya. Sherlyn yang melihat perlakuan Dylon pun langsung menginjak kaki Dylon karena kesal.
"Auw...sayang, kok kaki aku diinjek sih? Kan sakit yang." ucap Dylon sambil berpura-pura mesra dengan Sherlyn di depan temannya yang sedang berulang tahun.
"Ya elah, Lon. Loe kalo mau mesra-mesraan sama cewek loe jangan di depan mata gue juga kali. Bikin gue yang jomlo iri aja dah." ucap Dewa yang barusan melihat kemesraan Dylon dan Sherlyn. "Ya udah deh, gue nggak akan ganggu kemesraan loe bareng cewek loe. Gue juga mau nyapa tamu-tamu gue yang lain. Gue tinggal dulu ya. Kalo loe mau nyicipin makanannya juga boleh. Loe ambil sepuas loe deh." lanjut Dewa.
"Ok, thank's ya, De. Owh iya, hampir aja gue lupa. Nih, hadiah ulang tahun buat loe. Sorry gue nggak bisa ngasih yang mahal-mahal amat buat loe." ucap Dylon sambil menyodorkan kotak hadiah kecil kepada Dewa.
"Thank's ya, Lon. Kalo gitu gue pergi dulu ya. Silahkan loe nikmati pesta gue ini sepuas yang loe mau." ucap Dewa sambil langsung berlalu dari hadapan Dylon dan Sherlyn.
"Hmmm." Dylon hanya menanggapinya dengan deheman.
Sepergian Dewa dari hadapan mereka, Sherlyn langsung mengajak Dylon untuk mencicipi makanan dan minuman yang tersedia di sana. Sherlyn mencoba satu persatu makanan yang tersedia dengan lahap. Ia mengambil jus jeruk sebagai minumnya. Dylon hanya mengambil cola sebagai penghilang dahaganya. Dylon yang melihat Sherlyn makan begitu lahap, tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Loe belum makan berapa hari sih? Makan loe banyak amat. Udah gitu lahap banget lagi." ucap Dylon sambil terkekeh.
"Loe ngomong apaan sih? Kalo makan itu jangan sambil ngomong. Untung aja makanan loe nggak nyembur ke gue tadi." ucap Dylon.
"Ya udah kali, kan makanan gue nggak nyembur ke muka loe beneran." jawab Sherlyn yang sudah menelan makanannya. Sehingga ia bisa berbicara dengan jelas.
Dylon melihat di ujung bibir kanan Sherlyn terdapat sisa makanan yang menempel. Ia pun memberi tahu Sherlyn lewat isyarat mengusapkan tangannya di pipi sebelah kanannya. Sherlyn yang mengerti isyarat Dylon pun langsung mengusapkan tangannya di pipi kanannya juga.
"Gimana? Udah ilang belom?" tanya Sherlyn.
"Belom, loe ngusapnya kurang ke bawah." jawab Dylon memberitahu kepada Sherlyn di mana letak sisa makanannya menempel.
Sherlyn pun melakukannya lagi sesuai ucapan Dylon. Sisa makanan tersebut sedikit hilang. Namun masih menyisakan sisa makanan yang lain. Dylon yang sudah terlalu gemas pun refleks langsung mengusap sisa makanan yang masih ada dengan ibu jarinya. Sherlyn yang melihat Dylon mendadak bersikap sedikit manis kepadanya hanya melongo sambil matanya terus melihat wajah Dylon yang sama menatapnya juga. Sejenak mereka masih saling terdiam, hingga suara wanita yang familiar di telinga Dylon membuyarkan kediaman tersebut.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.....
__ADS_1
Maaf kalau author up-nya lama bahkan sampe baru up pas malem. Ada beberapa hal yang membuat author jadi nggak bisa up siang/sore. Semoga reader semua tetap suka sama cerita author ini ya. Besok-besok author akan usahakan untuk up yang lebih cepat. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak setelah membaca ya. Dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote kalau bisa. See you👋👋