Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Daddy dan Mommy Dylon


__ADS_3

"Kok tumben ya Dylon nggak mau telat datang ke pesta. Biasanya meskipun telat dia nggak peduli tuh. Tapi kenapa sekarang jadi pengen nggak telat datang? Apa jangan-jangan Dylon datang sama gadis yang tadi sore?" gumam nyonya Sandra yang bertanya-tanya melihat tingkah putranya yang berbeda dari biasanya.


Nyonya Sandra terus berfikir tentang putranya yang sifatnya sedikit tak seperti biasanya itu. Namun seketika lamunannya buyar kala ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Nyonya Sandra yang sedang melamun memikirkan putranya tentu saja kaget hingga memukul pelan orang di belakangnya begitu mengetahui pelaku yang memeluknya tadi. Siapa lagi kalau bukan Tuan Rayhan, suami Nyonya Sandra.


"Iihhhh.....Daddy kebiasaan banget sih ngagetin Mommy. Untung Mommy cuma kaget biasa. Kalau Mommy jantungan gimana? Emang Daddy mau?" omel nyonya Sandra kepada suaminya yang acap kali sering mengagetkannya.


"Hushhh..... Mommy nggak boleh ngomong gitu ah. Iya-iya maafin Daddy yang sering ngagetin Mommy ya. Lagipula tadi Daddy pulang udah ngucapin salam sama manggil-manggil nama Mommy. Pas Daddy deketin ternyata lagi ngelamun. Ya udah deh, langsung Daddy peluk aja. Emangnya kamu lagi ngelamun mikirin apa sih, hmmm?" ucap tuan Rayhan panjang lebar kepada istrinya.


"Mommy tadi ngelamun mikirin Dylon, Dad." jawab nyonya Sandra sambil duduk di meja makan. "Daddy duduk dulu deh." lanjut nyonya Sandra.


"Memangnya ada apa dengan Dylon sampai Mommy mikirin anak itu terus?" tanya tuan Rayhan.


"Jadi gini, Dad. Tadi sepulang Dylon dari kampus, dia langsung lari ke kamarnya. Biasanya kan sepulang dari kampus dia nyempatin buat ngobrol dulu sama Mommy. Tapi tadi enggak. Malahan Mommy sampe manggil-manggil nama dia berkali-kali tapi tetep aja dia nggak noleh. Terus pas Mommy lagi nyiapin makanan di meja makan, kebetulan dia juga baru keluar kamar. Mommy panggil dia buat ikut makan malam bareng. Tapi dia bilang katanya bakal datang ke pesta ulang tahun temennya. Udah gitu Dad, dia tadi bahkan bilang kalo nggak mau telat datang ke pesta itu. Padahal kita semua kan tahu kalau dia paling sering terlambat datang ke pesta manapun." jelas nyonya Sandra panjang lebar.


Tuan Rayhan tak langsung menjawab penjelasan istrinya. Beliau mencerna dulu maksud perkataan istrinya tersebut. Setelah beberapa saat berfikir, tuan Rayhan pun mulai buka suara.


"Apa Mommy tau penyebab Dylon bersikap begitu?" tanya tuan Rayhan akhirnya.


"Tadi pas Mommy datang ke butik, Mommy sempet liat Dylon lagi bonceng seorang gadis. Pas Mommy tanya ke manager Mommy yang ngelayanin Dylon, manager Mommy bilang kalau gadis itu adalah pacarnya Dylon. Mungkin aja Dylon berangkat sama gadis itu." ucap nyonya Sandra.


"Bisa jadi sih, Mom. Ya udah, kalo gitu mending kita makan malam aja dulu. Malam ini kita dinner berdua lagi kaya waktu pacaran dulu. Lagipula udah lama juga kan kita nggak dinner berdua lagi semenjak ada Dylon?" goda tuan Rayhan kepada istrinya sambil menaik-turunkan alisnya.


"Isshh...apaan sih Daddy. Udah tua juga, emangnya nggak malu?" ucap nyonya Sandra dengan pipi yang sudah memerah bagaikan tomat.


"Kenapa harus malu sih, Mom? Kan di sini cuma ada kita berdua." ucap tuan Rayhan masih ingin menggoda istrinya.


"Tau ah, dasar nggak tau malu." ucap nyonya Sandra. Nyonya Sandra pun mulai berjalan kembali ke arah dapur untuk mengambil makanan yang masih belum disajikan di meja makan.


"Meskipun gitu, tapi Mommy sayang kan?" goda tuan Rayhan lagi yang seakan sangat bersemangat dalam menggoda istrinya.


"Udah deh, mending Daddy ke kamar aja dulu." ucap nyonya Sandra.

__ADS_1


"Emangnya mau ngapain di kamar? Mommy mau ngelakuin itu sekarang? Sabar, Mom sekarang masih lumayan sore. Nanti malam deh Daddy pasti bakal puasin Mommy." ucap tuan Rayhan yang seakan tak tau maksud perkataan nyonya Sandra yang menyuruhnya untuk mandi dulu. Tuan Rayhan masih sangat senang untuk menggoda istrinya.


"Isshh, tadi nggak tau malu. Sekarang jadi mesum banget sih. Mommy suruh Daddy ke kamar itu buat mandi. Bau badan Daddy nggak enak banget tau!! Asem." ejek nyonya Sandra.


"Enak aja bilang Daddy bau asem. Dulu pas Mommy hamil Dylon, Mommy kok malah suka banget sama bau badan Daddy pas baru pulang kerja?" ucap tuan Rayhan yang mengingatkan Mommy akan kemanjaannya dulu kepada suaminya ketika hamil Dylon.


"Kan dokter udah jelasin kalo itu hormon bawaan dari ibu hamil. Kata dokter juga itu hal yang wajar dialami oleh ibu hamil kok." ucap nyonya Sandra sambil menahan rasa malu yang sejak tadi terus digoda oleh suaminya.


"Iya deh, iya. Mommy emang yang selalu benar. Valid no debat!! Hahaha." ucap tuan Rayhan sambil berlalu menuju kamar.


Nyonya Sandra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang suka sekali menggodanya tersebut walaupun sudah tua. Ia pun kembali ke arah dapur untuk mengambil piring dan sendok lalu menatanya di meja makan.


Tak lama berselang, tuan Rayhan berjalan menuju meja makan dan duduk di hadapan nyonya Sandra. Setelahnya mereka pun mulai makan malam dengan romantis. Terkadang tuan Rayhan melontarkan kata-kata gombal kepada nyonya Sandra sebagai penambah keromantisan makan malam mereka.


*****


Sementara di sisi lain......


Dylon sampai di salon tempat Sherlyn dimakeover oleh Juju. Dylon langsung turun dari mobil dan mulai melangkahkan kakinya memasuki salon itu. Dylon langsung berjalan menuju tempat Juju dan Sherlyn berada. Kebetulan ketika Dylon datang ke ruangan itu, Sherlyn juga sudah selesai dimakeover dan sudah memakai gaun pesta yang sudah dibelinya tadi di butik sang Mommy.


Sherlyn tampil begitu cantik dengan polesan make-up naturalnya. Rambut yang biasa dikuncir kuda, malam itu dibiarkan terurai dengan ujungnya yang sedikit bergelombang karena distyling tadi. Ia begitu cantik dengan tampilan itu.


"Ngeliatnya biasa aja kali cinn. Kayak nggak pernah liat cewek cantik aja deh you." celetuk Juju yang menyadarkan Dylon dari kegiatan mengagumi kecantikan Sherlyn malam itu.


Dylon langsung berdehem untuk menutupi kegugupannya. Ia pun melanjutkan langkahnya untuk lebih dekat ke arah Sherlyn.


"Ternyata nggak jelek-jelek amat loe. Gue kira loe cuma cewek tomboy jelek yang nggak ada anggun-anggunnya." ucap Dylon sedikit mengejek Sherlyn.


"Mulut loe lemes amat sih buat ngejek gue. Jangan sampai gue bikin tuh mulut nggak bisa ngomong lagi ya. Dari kemarin sebenernya gue udah gemes banget pengen cabik-cabik mulut loe. Jangan sampe kesabaran gue abis lalu gue ngelakuin hal itu ke loe." ucap Sherlyn yang sudah sangat kesal kepada Dylon.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Maafkan author yang kelamaan up-nya. Hari ini idenya lagi seret banget. Sebelum buka aplikasi sebenarnya udah tau mau nulis apa. Tapi begitu author tulis malah ambyar semua ide author. Tapi author seneng banget karena ternyata kemarin karya author lumayan banyak yang baca. Tapi semuanya nggak ada yang mau ngasih jejak. Seketika kesenangan author sedikit berkurang. Author udah berusaha untuk up tiap hari loh. So, author mohon sekali untuk memberi jejak setelah membaca karya author ya. Cuma dengan Like sama Komen aja author udah seneng banget. Bahkan author sampe mau jingkrak-jingkrak karena saking senengnya.

__ADS_1


Maafkan juga kalau ceritanya masih garing karena ini masih baru awal-awal Dylon dan Sherlyn saling mengenal. Kalau udah waktunya pasti author bakal bikin cerita mereka jadi lebih sweet lagi kaya sugar๐Ÿ˜‚


See you๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹author sayang readers banyak-banyak ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž


__ADS_2