
"Boleh, Mom. Emang Mommy mau tanya apa sih?" jawab Dylon sambil bertanya balik kepada nyonya Sandra.
"Kamu kemarin sore dateng ke butik Mommy? Ngapain?" tanya Mommy mula-mula ia ingin bertanya pelan-pelan kepada Dylon. Ia ingin memastikan apakah putranya mau jujur kepadanya atau tidak.
"Owh soal itu, Dylon pas pulang ngampus nggak sengaja liat butik Mommy. Karena Dylon pikir Mommy ada di butik jadi Dylon ke sana deh. Eh ternyata pas Dylon ke sana Mommy lagi nggak ada. Dylon jadi nggak bisa ketemu Mommy deh." jawab Dylon berusaha sebiasa mungkin dalam berbicara meskipun jantungnya sudah jedak-jeduk tak karuan.
"Owh gitu, kamu ke sana sama siapa?" tanya Mommy lagi berusaha sedikit memancing Dylon.
"Dylon ke sana sama temen, Mom. Kebetulan temen Dylon rumahnya searah sama Dylon. Jadi Dylon ajak bareng aja deh. Kasian dia nungguin ojol lama nggak dateng-dateng. Makanya Dylon ajak bareng." jawab Dylon lagi tanpa menyebut temannya laki-laki atau perempuan.
"Oh ya? Temen kamu cewek atau cowok?" tanya Mommy lagi membuat Dylon langsung menelan salivanya dengan susah.
"Cowok kok, Mom. Temen Dylon cowok." jawab Dylon berbohong.
"Tapi kemarin pas Mommy baru dateng ke butik kok lihat kamu lagi keluar dari butik bonceng seorang gadis. Memangnya temen kamu yang cowok ke mana?" tanya Mommy lagi. "Kamu jangan coba-coba bohongin Mommy ya. Mommy kemarin sempet dikasih tau sama manager Mommy yang biasanya ngelayanin kamu ketika datang ke butik. Dan dia bilang kalo kamu dateng sama gadis cantik yang katanya pacar kamu. Dia juga bilang kalo kamu beliin dia gaun. Apa kemarin kamu ke pesta ulang tahun temen kamu bareng dia?" lanjut Mommy dengan menyipitkan matanya yang terlihat mengintimidasi bagi Dylon.
Dylon yang mendengar penuturan Mommynya sudah tak bisa mengelak lagi. Ia tak menyangka ternyata Mommynya sudah tahu secepat ini. Padahal awalnya, ia dan Sherlyn sudah sepakat untuk jangan sampai orang lain tahu tentang hubungan keduanya. Tapi sekarang apa? Nasi sudah menjadi bubur. Dylon sungguh menyesali keputusannya yang membawa Sherlyn ke butik sang Mommy untuk membelikannya gaun pesta. Dylon pun menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan sang Mommy.
"Huft...iya, Mom. Dylon minta maaf udah bohongin Mommy. Dylon kemarin emang ke butik Mommy sama seorang gadis buat beliin dia gaun pesta. Tapi sebenarnya dia bukan pacar Dylon kok. Dia tuh cuma temen yang satu kampus sama Dylon. Kemarin dia minta tolong ke Dylon buat nganterin dia ke butik yang terkenal di kota ini. Setelah Dylon pikir-pikir butik Mommy kan cukup terkenal tuh. Jadi Dylon dateng ke butik Mommy aja deh." jawab Dylon masih menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya.
"Owh gitu, Mommy kira gadis itu beneran pacar kamu. Kalo beneran pacar kamu, Mommy pasti udah seneng banget. Apalagi manager Mommy bilang kalo gadis itu cantik. Ditambah katanya dia agak sedikit tomboy. Nggak beda jauhlah sama Mommy dulu. Tapi meskipun begitu, Daddy kamu justru tergila-gila sama Mommy." ucap Mommy sedikit mengenang masa lalu antara dirinya dan sang suami.
"Duhhh... iya-iya yang dibucinin sama seorang Rayhan Anggara. Lagipula Dylon nggak ada apa-apa kok sama cewek itu. Jadi Mommy nggak usah mikir yang aneh-aneh deh." ucap Dylon sambil terkekeh.
"Kalo gitu, kamu bisa nggak bawa gadis itu ke butik besok? Mommy penasaran banget sama gadis itu. Siapa tau nanti dia bisa Mommy ambil buat menantu." ucap Mommy sedikit menggoda Dylon.
"Kalo soal dia mau dateng ke butik Mommy nanti Dylon tanyain dulu ke dia. Siapa tau nanti dia sibuk kan nggak enak kalo ganggu kesibukan dia. Lagipula Mommy apa-apaan sih ngomong begitu? Mommy jangan jodoh-jodohin Dylon sama gadis itu ya. Dylon sama dia tuh nggak ada hubungan apa-apa." ucap Dylon memberitahu Mommy agar jangan sampai menjodohkannya dengan Sherlyn.
"Emangnya apa salahnya sih, Lon? Sekarang kamu boleh bilang nggak mau dan nggak ada hubungan sama gadis itu. Tapi awas kalo kamu nanti justru bucin banget sama dia. Mommy bakal ingetin terus tuh ke kamu. Kalo nanti kamu udah punya anak, bakal Mommy ceritain juga ke anak kamu. Biar anak kamu tau gimana Papanya dulu." ucap Mommy sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Apaan sih, Mom. Dylon nikah aja belum, malah udah mikirin anak Dylon nanti. Lagian ngapain sih Mommy ngebet banget punya cucu. Kan Mommy masih muda juga. Bisa kali bikin anak lagi sama Daddy. Hahaha." ucap Dylon langsung berlari menuju kamarnya untuk menghindari amukan sang Mommy.
"Dasar anak nggak ada akhlak. Sama aja kayak Daddy-nya. Sama-sama gesrek." ucap Mommy dengan sedikit berteriak karena Dylon sudah memasuki kamarnya.
"Mommy nggak usah bilang Dylon sama Daddy gesrek. Mommy sendiri juga nggak kalah gesrek dari kami. Hahaha." balas Dylon yang juga sedikit berteriak sambil tertawa keras.
"Hish...punya anak satu-satunya kok gitu amat sih kelakuannya. Jadi pengen cubit ginjalnya. Gemessss...." gerutu Mommy sambil tangannya seperti benar-benar akan mencubit.
*****
Sesampainya Dylon di kamar, ia langsung merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya. Ia merogoh saku celananya untuk mengambil hpnya. Setelah menemukan hpnya, Dylon langsung menekan-nekan layar benda pipih itu. Ia menekan satu kontak telepon yang ada di hpnya dan langsung mengarahkan hpnya ke telinga.
'Halo.' ucap orang di seberang sana.
"Halo. Loe besok abis kuliah sibuk nggak?" tanya Dylon to the point.
"Mommy gue pengen ketemu sama loe besok. Dia kemarin nggak sengaja ngeliat gue sama loe lagi boncengan naik motor keluar dari butik Mommy gue. Mommy gue tau karena dikasih tau sama managernya yang ngelayanin loe pas di butik." jawab Dylon kepada orang di seberang sana yang tak lain adalah Sherlyn, pacar pura-puranya.
'Hah, jadi Mommy loe udah tau tentang hubungan kita? Loe gimana sih? Kan gue udah bilang gue nggak mau hubungan kita diketahui sama orang lain. Kenapa sekarang malah Mommy loe udah tau.' ucap Sherlyn sedikit panik mendengar Dylon mengatakan kalau Mommynya melihatnya sedang berboncengan dengan Dylon bahkan ingin bertemu dengannya.
"Loe tenang aja, gue nggak bilang kalo loe pacar gue kok. Gue bilang kalo loe cuma pengen dianterin beli gaun pesta. Dan kayaknya Mommy gue juga nggak curiga kok." ucap Dylon.
'Owh gitu, syukur deh. Tapi tunggu dulu, loe bilang nyokap loe pengen ketemu sama gue? Dalam rangka apa nih? Gue nggak mau ya kalo ternyata begitu gue di sana gue dipaksa buat nikah sama loe.' tanya Sherlyn penasaran akan tujuan mommy Dylon ingin bertemu dengannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued.....
Hi readers๐๐author kembali menyala kalian nih. Maafkan author yang kemarin nggk up ya. Kemarin author vaksinnya ngantri dan sepulang dari vaksin author langsung istirahat. Jadi nggak sempet buat up. Maaf juga kalau author up-nya kemalaman. Tadi pagi kepala author masih pusing jadi nggak bisa mikirin ide buat nulis. Insyaallah kalau besok author nggak sibuk, author akan up double. Author sayang readers banyak-banyak ๐๐
Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan Vote juga ya. Sedikit dukungan dari readers sungguh berarti bagi author. See you ๐๐
__ADS_1