Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Mommy Dylon Ingin Bertemu


__ADS_3

'Owh gitu, syukur deh. Tapi tunggu dulu, loe bilang nyokap loe pengen ketemu sama gue? Dalam rangka apa nih? Gue nggak mau ya kalo ternyata begitu gue di sana gue dipaksa buat nikah sama loe.' tanya Sherlyn penasaran akan tujuan mommy Dylon ingin bertemu dengannya.


"Loe bisa nggak sih kalo nanya satu-satu. Gue jadi bingung sendiri sama pertanyaan loe. Ok, karena gue baik. Gue bakal jawab pertanyaan loe satu persatu dengan tepat." ucap Dylon sambil menghela nafasnya sebentar untuk menjawab pertanyaan Sherlyn. "Iya, nyokap gue pengen ketemu sama loe besok di butiknya. Nggak dalam rangka apa-apa kok, katanya nyokap gue cuma penasaran sama loe. Dah gue jawab kan? Kalo soal nyokap gue pengen loe nikah sama gue, gue bakal pastiin kalo hal itu nggak bakal terjadi. Nggak cuma loe yang nggak mau tapi gue juga ogah kali kalo disuruh nikah sama orang yang nggak gue cinta. Karena menurut gue, nikah itu hal sakral yang cuma pengen gue lakuin sekali seumur hidup." lanjut Dylon menjawab pertanyaan Sherlyn satu persatu dengan runtut.


'Owh gitu, ya udah deh gue mau. Kebetulan besok abis kuliah gue nggak ada acara apa-apa. Jadi gue mau buat ketemu sama nyokap loe.' ucap Sherlyn menerima ajakan Dylon untuk bertemu Mommy Dylon.


"Ya udah, kalo gitu abis kuliah gue sama loe langsung ke butik nyokap gue aja ya. Kita berangkat ke sana bareng." ucap Dylon.


'Kalo untuk itu terserah loe aja deh. Udah dulu ya, gue mau belajar buat besok nih. Gue tutup dulu ya.' ucap Sherlyn ingin mengakhiri percakapan mereka via telepon.


"Hmmm." Dylon hanya menanggapi dengan deheman. Sedetik kemudian, ia mendengar bunyi tut-tut tanda panggilan sudah ditutup. Dylon pun meletakkan kembali hpnya di atas nakas samping tempat tidur. Dylon menutup matanya sebentar untuk mengistirahatkan dirinya. Hanya 5 menit, ia kembali membuka matanya lalu mulai berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sedikit gerah.


10 menit kemudian, Dylon sudah keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya. Sedangkan bagian atasnya ia biarkan terbuka membuat dada bidang, lengan kekar, dan punggung tegapnya terlihat dengan jelas. Dylon mulai berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaian sekalian memakainya. Setelah memakai pakaiannya, Dylon keluar dari kamarnya menuju ruang makan untuk makan malam bersama Daddy dan Mommynya.


"Malam, Dad, Mom." sapa Dylon kepada orangtuanya yang sudah duduk di meja makan lebih dulu darinya.


"Malam juga, Lon." jawab orang tua Dylon bersamaan.


Setelah Dylon sudah ada di meja makan, mereka pun langsung memulai makan malam bersama. Rumah besar itu hanya dihuni oleh 3 orang, yakni tuan Rayhan Anggara sebagai kepala keluarga, nyonya Sandra Anggara yang merupakan istri dari tuan Rayhan, dan Dylon yang sudah pasti anak satu-satunya di keluarga itu. Selain itu, di rumah itu juga dihuni oleh 20 pelayan. 10 orang yang bertugas mengurus rumah dari mulai mengepel, menyapu, memasak, sampai mencuci. 5 orang yang bertugas mengurus bagian luar rumah seperti membersihkan kebun ataupun taman. 3 orang supir pribadi serta 2 orang satpam. Meski mereka hanyalah pelayan, keluarga Anggara tetap memperlakukan mereka dengan baik. Keluarga Anggara tak pernah membeda-bedakan status mereka. Itulah yang membuat mereka betah bekerja di sana. Bahkan diantara mereka ada yang sudah bekerja di rumah itu selama 20 tahun lamanya.


Dylon dan orangtuanya memakan makanan mereka sambil sesekali mengobrol untuk mengisi kesunyian. Mereka membicarakan tentang banyak hal. Bahkan pembicaraan mereka bisa mengarah ke hal-hal ngawur. Meski begitu, mereka semua sangat menikmati hal tersebut. Keluarga Anggara memang jarang berkumpul dengan anggota lengkap seperti ini. Mereka biasanya hanya berkumpul ketika sarapan pagi dan makan malam saja. Sedangkan saat makan siang mereka makan di tempat mereka melakukan aktivitas masing-masing.


"Dylon udah selesai makannya. Dylon pamit ke kamar dulu ya. Dylon mau ngerjain kerjaan dari kantor Daddy sekalian ngerjain tugas kampus." ucap Dylon mengakhiri makannya sambil mengambil tissue untuk mengusap mulutnya.


"Iya, sayang. Ingat, jangan sampai tidur terlalu malam ya." peringat Mommy Dylon.

__ADS_1


"Siap 86." jawab Dylon sambil terkekeh. Setelahnya, ia langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mengerjakan beberapa dokumen dari kantor sang Daddy serta mengerjakan tugas kampusnya.


*****


Sesampainya Dylon di kamarnya, ia tak langsung mengerjakan dokumen dan tugasnya. Ia mengambil hpnya sebentar untuk melihat-lihat foto di galeri. Dylon menekan satu foto diantara banyaknya foto di sana. Ia memandangi foto itu dengan seksama cukup lama. Hingga akhirnya, ia melengkungkan sedikit ujung bibirnya. Ia masih memandangi foto tersebut sambil pikirannya mulai berkelana jauh.


Foto yang dipandangi oleh Dylon adalah foto Sherlyn yang pernah diambilnya secara diam-diam. Dylon mengambil foto itu ketika Sherlyn sedang asyik memakan makanannya dengan lahap di restoran. Sherlyn sama sekali tak tahu tatkala Dylon mengambil gambar dirinya ketika memakan spaghetti begitu lahap. Dylon sengaja mengambil foto itu untuk menjahili Sherlyn nantinya.


Setelah puas memandangi foto itu, Dylon mulai mengerjakan segala dokumen dan tugasnya dengan baik. Melihat foto Sherlyn tadi membuat moodnya sedikit membaik. Bahkan ia bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat. Pukul 22.00 semua dokumen dan tugas Dylon sudah selesai ia kerjakan. Setelah membereskan bekas pekerjaannya, Dylon langsung membaringkan tubuhnya di ranjang dan mulai menutup matanya bersiap menjelajahi alam mimpi.


*****


Selesai mengikuti semua kelasnya hari ini, Sherlyn langsung berjalan keluar kelas menuju basement menemui Dylon yang sudah menunggunya di atas motornya. Sesampainya di sana, Sherlyn langsung memakai helm yang diberi oleh Dylon dan mulai menaiki motor pasar pura-puranya. Sesuai percakapan mereka via telepon kemarin, mereka akan pergi ke butik Mommy Dylon. Motor Dylon mulai melaju di jalan raya bersama banyaknya kendaraan yang juga berlalu lalang.


Begitu keduanya berada di pintu depan butik, mereka langsung disambut dengan baik oleh Mommy Dylon. Mommy Dylon sudah diberitahu Dylon ketika sarapan tadi pagi kalau Sherlyn mau bertemu dengan Mommynya. Mommy tentu saja sangat senang mendengar hal itu. Bahkan tadi ia menyuruh karyawannya untuk memberitahunya jika putranya sudah datang. Jadilah sekarang Mommy Dylon menyambut kedatangan keduanya dengan antusias.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Hari ini kalau memungkinkan author akan up lagi. Kemungkinan sore/malam. Semoga bisa secepatnya ya. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak setelah membaca ya readers. Ninggalin jejaknya gampang kok, cukup Like sama Komen aja author udah seneng banget. Apalagi kalau vote, bisa-bisa author auto lompat-lompat saking senengnya. See you👋👋

__ADS_1


__ADS_2