Ketua BEM Cantikku

Ketua BEM Cantikku
Bertemu Lydia di Pesta


__ADS_3

Sherlyn pun melakukannya lagi sesuai ucapan Dylon. Sisa makanan tersebut sedikit hilang. Namun masih menyisakan sisa makanan yang lain. Dylon yang sudah terlalu gemas pun refleks langsung mengusap sisa makanan yang masih ada dengan ibu jarinya. Sherlyn yang melihat Dylon mendadak bersikap sedikit manis kepadanya hanya melongo sambil matanya terus melihat wajah Dylon yang sama menatapnya juga. Sejenak mereka masih saling terdiam, hingga suara wanita yang familiar di telinga Dylon membuyarkan kediaman tersebut.


"Hai, Dylon. Sorry dah ganggu kemesraan kalian berdua. Hehehe, silahkan dilanjut. Gue cuma mau nyapa loe doang tadi karena nggak sengaja ngeliat loe. Ya udah, gue duluan ya. Dah..." ucap seorang gadis cantik yang menghampiri Dylon dan Sherlyn tadi.


Dylon tak menanggapi ucapan gadis itu. Dia kembali meneguk colanya yang masih tersisa setengah gelas. Berbanding terbalik dengan Sherlyn yang sedikit terkejut dengan kedatangan gadis itu. Pasalnya, Sherlyn pernah bertemu gadis itu satu kali tepat ketika dirinya dan Dylon bertemu untuk pertama kalinya. Sherlyn merasa tidak enak kepada gadis itu karena secara tidak langsung seperti merebut laki-laki yang disukainya.


*****


Ya, gadis yang menghampiri Dylon dan Sherlyn adalah Lydia. Lydia datang ke pesta itu bersama dengan Faiz. Ketika dirinya sedang mencicipi sedikit makanan di meja saji, matanya tak sengaja menangkap sosok yang disukainya selama ini sedang bersama gadis lain yang menurutnya adalah pacar Dylon. Ia berniat untuk menghampiri mereka untuk menyapa dengan menguatkan hatinya. Ia mulai berjalan menghampiri Dylon dan Sherlyn yang berjarak tak terlalu jauh dari tempatnya berdiri.


Ketika jaraknya dengan keberadaan Dylon sudah tinggal 3 langkah lagi, Lydia sedikit terkejut melihat Dylon begitu perhatian kepada Sherlyn dengan mengusap sisa makanan di sudut bibir Sherlyn. Jika boleh jujur, Lydia benar-benar iri dengan Sherlyn yang beruntung bisa menaklukkan hati seorang Dylon yang terkenal dingin dan judes tersebut. Bertahun-tahun lamanya Lydia mencoba untuk menaklukkan hati Dylon. Namun tak pernah sekali pun Dylon memandang ke arahnya.


Dengan menahan gejolak perasaannya, Lydia pun memberanikan diri untuk mendekat ke arah Dylon dan Sherlyn. Sebelum menyapa Dylon, Lydia mengambil nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan. Setelah dirasa sedikit tenang, ia pun langsung menyapa Dylon. Mungkin Lydia terlihat tenang ketika menyapa Dylon. Namun Lydia begitu baik dalam menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


Sebagai sesama wanita, tentu saja Sherlyn bisa mengetahui bahwa sebenarnya Lydia sedang tidak baik-baik saja. Melihat Lydia yang langsung melangkah pergi setelah menyapa Dylon, membuat Sherlyn berniat untuk menyusul gadis itu. Namun baru saja ia melangkahkan kakinya untuk menyusul Lydia, Dylon sudah lebih dulu menyekal pergelangan tangannya sembari meminta untuk diam saja di tempat karena tak ingin Sherlyn membuat ulah.


"Mau kemana loe? Loe jangan kemana-mana ya. Gue nggak mau ya kalo loe sampe bikin masalah di sini terus gue yang ikut kena imbasnya. Udah mending loe abisin aja dulu makanan loe. Abis itu kita pergi dari sini." ucap Dylon menyuruh Sherlyn agar tetap diam di tempat dan segera menyelesaikan makannya.


Sherlyn hanya menuruti perkataan Dylon tanpa protes meskipun dalam hatinya masih tidak enak kepada Lydia. Selesai memakan makanannya, tangan Sherlyn langsung ditarik oleh Dylon menuju mobil Dylon dan mulai berjalan menuju arah pulang. Di sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam tanpa ada niatan untuk membuka pembicaraan di antara mereka.


Di tengah perjalanan, Sherlyn sedikit terheran-heran ketika Dylon membelokkan mobilnya di depan sebuah restoran mewah yang tentunya harga makanannya tak murah.


"Kita turun dulu di sini. Gue dari tadi belom makan jadi sekarang laper. Loe juga turun, temenin gue makan." ucap Dylon sambil melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil untuk keluar.


"Gue cuma nemenin loe makan doang? Emangnya gue nggak boleh ikutan makan?" tanya Dylon yang mendengar ucapan Dylon jika ingin ditemani makan oleh Sherlyn tanpa menawari makan kepada Sherlyn.


"Loe kan udah makan banyak banget di pesta tadi. Emangnya loe belom kenyang? Kalo loe masih laper, nanti ikut pesen makanan aja kali." jawab Dylon.

__ADS_1


"Gue tadi kan cuma makanan kue-kue yang biasanya buat cemilan. Jadi, mana bisa bikin kenyang. Gue boleh ikut makan bareng loe kan?" tanya Sherlyn lagi sambil mendongakkan sedikit kepalanya agar lebih mudah melihat wajah Dylon karena tinggi Dylon yang lumayan jauh darinya.


"Emang loe nggak takut gendut gitu? Loe kan cewek. Biasanya cewek kan paling nggak mau kalo makan banyak di depan pacarnya. Lah loe malah kebalikannya. Emangnya perut loe terbuat dari apaan sih? Lentur amat sampe masih muat buat diisi makanan sebanyak itu." tanya Dylon sedikit heran dengan porsi makan Sherlyn.


"Gue nggak takut gendut kok. Ngapain juga pake malu makan banyak di depan cowok? Emangnya makan itu aib gitu sampe harus malu segala? Lagipula perut gue sama perut loe sama aja kali. Sama-sama Tuhan yang menciptakan." jawab Sherlyn.


"Owh." jawab singkat Dylon sambil terus berjalan memasuki restoran itu dan berhenti di meja yang terletak di pojokan dekat jendela kaca yang menampilkan pemandangan luar restoran.


Dylon dan Sherlyn duduk berhadapan di meja tersebut. Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka dan memberikan buku menu ke hadapan Dylon dan Sherlyn. Mereka pun menerima buku menu itu lalu mulai membolak-baliknya untuk memilih makanan dan minuman apa yang mereka inginkan.


"Mbak, saya pesan spaghetti bolognese 1 sama minumannya jus buah naga 1 ya." ucap Sherlyn menyebutkan pesanannya. Pelayan itu pun mencatatnya dengan baik di buku catatan kecil yang dibawanya sedari tadi untuk mencatat pesanan.


"Lalu anda pesan apa tuan?" tanya pelayan itu kepada Dylon setelah menulis pesanan Sherlyn.


"Gue pesen nasi goreng nasi merah 1 sama minumannya jus jeruk 1." jawab Dylon memberitahu pesanannya kepada pelayan itu.


Sembari menunggu makanan datang, keduanya sama-sama memainkan HP mereka untuk mengusir rasa bosan. Mereka terlalu malas untuk berbicara karena pasti pada akhirnya pasti akan berlanjut pada perdebatan yang tiada ujungnya. Masing-masing dari mereka membuka media sosial What'sApp untuk melihat pesan yang masuk. Keduanya membaca pesan yang masuk itu dan membalasnya.


Tak lama setelahnya, makanan dan minuman pesanan mereka telah tiba. Mereka langsung menikmatinya tanpa adanya pembicaraan di sela mereka makan. Selesai makan, Dylon langsung memanggil pelayan untuk meminta tagihan makan mereka.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


To be continued.....


Untuk hari ini author up lebih awal karena author lagi punya banyak waktu luang. Semoga kedepannya up-nya nggk cuma lebih awal tapi juga bisa crazy up. Makanya, readers dukung terus author dalam berkarya ya. Karena dukungan dari readers semua merupakan moodbooster author yang membuat author semakin semangat dalam menulis cerita ini. Author sayang readers banyak-banyak 💞💞


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak setelah membaca ya. Dengan Like, Komen, Rate bintang 5, dan vote kalau bisa ya. See you👋👋

__ADS_1


__ADS_2