
Kei menghampiri abang dan kakak iparnya dengan sedikit lesu.
"hai kenapa kei?" tanya mela khawatir
"aku sangat lelah kakak ipar, aku dan jo akan ke kamar duluan ya abang" jawab kei dengan malas.
"yaudah sana istirahatlah , jo bawa istrimu" titah bastian dan di angguki jo
"ayo sayang" ajak jo sambil merangkul bahu kei
"bunda aku dan kei ke kamar duluan ya , kei kelelahan" pamit jo
"iya nak , istirahatlah" jawab sang bunda
Sesampainya dikamar kei langsung ganti baju dan merebahkan tubuhnya.
"hubby sini , aku ingin dipeluk"rengek kei dengan berkaca-kaca entah kenapa ia manja
"kenapa hemm , hai sayang jangan buat mommy mu sakit ya" ucap jo dengan mengusap perut kei ,
"tidurlah aku disini" ucap jo kembali sambil mencium pucuk kepala kei, tak lama kemudian kei akhirnya tertidur dengan pulas.
Acara resepsi mela dan bastian pun berlangsung meriah dan sukses.
"bas bawa istrimu istirahat sana" ucap sang bunda
"iya bang jangan langsung di unboxing kasihan" timpal akhyar dengan gamblang dan dapat cubitan dari emily
Bastian dan mela langsung ke hotel mereka masuk ke kamar yang sudah di hias sedemikian rupa, bastian sengaja memilih hotel yang berbeda dengan keluarganya karena ia yakin bahwa akhyar akan mengganggu nya.
"abang bantu aku melepaskan ini" ucap mela dengan gugup
bastian menurut saja ia melepaskan kancing gaun mela dengan menelan ludah kasar karena melihat punggung yang putih bersih begitu menggoda.
"a aku mandi dulu ya bang" ucap mela dengan terbata
"gak usahlah yang nanti aja ya" jawab bastian dengan serak
Gaun yang mela pakai sudah tandas di bawah bastian langsung memeluk mela dan membawanya ke ranjang.
bastian langsung mencium bibir mela dengan rakus karena nafsunya sudah naik.
tanpa mela sadari ia sudah tidak memakai sehelai benangpun.
bastian langsung melahap dada kembar mela dengan lahapnya sampai mela hanya bisa mendesah.
__ADS_1
"aku mulai ya , mungkin ini akan sakit tapi aku akan melakukan dengan lembut" ucap bastian , mela hanya mengangguk saja
bastian langsung mengarahkan juniornya ke gawang mela dengan agak lembut ia terus menerobosnya dan dengan sekali hentakan bastian dapat menerobosnya.
air mata mela turun dengan ringisan dari bibir mela tangan mela mencengkram punggung bastian.
Bastian mencium mata dan bibir mela setelah mela rileks ia melanjutkan aktivitasnya.
entah sudah berapa kali ia melakukannya sampai hampir jam 5 bastian baru selesai dan menyemburkan laharnya ke rahim mela.
"terimakasih sayang" ucap bastian sambil mencium kening mela , mela hanya bisa tersenyum saja dan ia langsung memeluk bastian dan terlelap.
******
Pagi-pagi sekali kei sudah bangun karena merasa ingin ke kamar mandi dilihat suaminya masih tidur dengan pulasnya.
setelah kei mandi kei membangunkan suaminya.
"hubby bangun , ayo sudah siang" ucap kei sambil membuka gordeng kamar hotelnya
"emmmm sayang aku masih ngantuk'' jawab jo dengan serak
"kalau gak bangun aku tinggal pulang nih'' ancam kei dan langsung saja jo bangun dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah kei dan jo siap ia langsung bergegas ke restoran dimana sang keluarga sedang berkumpul.
"bunda maaf aku telat ya" ucap kei
"tidak sayang, ayo kita mulai makan , biarkan saja pengantin baru palingan masih tidur" jawab bunda nantha sambil tersenyum
Mereka semua memulai makan dan setelah selesai mereka duduk santai dulu , hingga maya melihat shintia masuk dan akan menghampiri jonathan.
maya langsung memberi kode kepada kei dan rudi lewat pesan singkat.
"hay sayang , sedang apa kau disini" ucap shintia dengan percaya diri
"siapa yang kau panggil sayang wahai nona shintia praja?" tanya akhyar sambil mengejek
"ya dia lah siapa lagi" jawab shintia songong dengan menunjuk jo , jo hanya diam dan menyuapi kei dengan buah-buahan
"kau belum puas juga ya nona mengejar suamiku , apa perlu aku tunjukan rekaman menjijikan itu agar kau bungkam" jawab kei dengan santai dan duduk di pangkuan jo , shintia yang melihat itupun geram
"hei kau turun dari calon suamiku" ucap shintia lantang dan pengunjung disana mulai berbisik
"berani sekali kau wanita murahan meneriaki istriku" bentak jo dengan dingin , keluarga yang ada disana hanya senyum mengejek saja melihat jo sudah reaksi.
__ADS_1
"kau yang harusnya pergi dari sini bukan istriku , kau belum juga jera shintia apa aku harus berbuat kasar dulu baru kau jera wanita murahan" suara jo yang begitu menggelegar membuat semua orang mencibir shintia
Bunda dan ayah kei hanya diam karena tak tau apa-apa.
shintia yang merasa malu pun langsung pergi dari sana.
"rud bereskan tanpa sisa" ucap jo dingin
"hubby" panggil kei lembut
"maafkan aku sayang" jawab jo dengan lembut dan langsung memeluk kei.
"ayo kita pulang dan kau harus jelaskan kepada ayah nak" ajak ayah arsen
Mereka semua langsung bergegas ke mobil masing-masing.
jo menyuruh rudi mengantarkan maya.
"shintia benar-benar hancur sekarang ya yang" tanya maya kepada rudi setelah mereka masuk ke mobil
"siapa suruh mengganggu tuan jo" jawab rudi dengan santai.
Sedangkan akhyar dan emily tidak langsung pulang melainkan langsung ke mall karena ia akan membeli hadiah untuk calon baby kakak iparnya.
"mili kapan kau wisuda?" tanya akhyar
"bulan depan beb" jawab emily
"kenapa emangnya?" tanya balik emil
"setelah wisuda apa kau mau menikah denganku hmmm" ucap akhyar sambil memegang tangan emily
"aku mauuu" jawab emily dengan yakin
"setelah ini aku akan bicara dengan kakakmu ya" ucap akhyar yang di angguki emily
Sedangkan di kediaman Xu jonathan menceritakan tentang shintia kepada mertuanya.
"kau harus cepat menyelesaikannya nak" ucap ayah arsen
"iya ayah" jawab jo
**********
Shintia ia sedang membereskan barang-barangnya karena ia akan kabur sebelum anak buah jo datang mencarinya.
__ADS_1