Ketulusan Hati Istri Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Tersakiti
S 2


__ADS_3

Tak terasa kini kandungan Misel menginjak usia 9 bulan , bahkan ia sedang menyiapkan segala sesuatu nya.


Menurut HPL Misel akan melahirkan 1 mingguan lagi , dan itu bisa saja maju atau mundur.


"Mas" panggil Misel.


"Kenapa sayang?" jawab Alex yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Aku mau jalan-jalan keluar dulu ya" pamit Misel yang sudah berdiri.


"Sebentar lagi makan siang, kita makan siang di restoran depan kantor ini saja, bagaimana?" ucap Alex sambil menatap Misel.


"Boleh mas , yaudah aku duduk disini saja ya" balas Misel dengan tersenyum.


"Baiklah , sebentar lagi kok" ucap Alex dan langsung saja bekerja kembali.


***


Sedangkan Cantika dan Siska ia sedang merencanakan untuk melenyapkan Misel hari ini juga.


Mereka sudah mengintai dari tadi di depan kantor Alex.


"Kita harus bisa melenyapkan segera , bahkan dengan kandungannya sekalipun" ucap Siska dengan yakin


"Benar sekali mah , kita harus membunuh nya" jawab Cantika dengan menggebu.


***


Jam makan siang pun tiba , Alex dan Misel sudah keluar dari kantor dan berniat akan makan siang di restoran depan.


Karyawan banyak yang menyapa mereka , tetapi hanya Misel saja yang sesekali tersenyum.


Misel sudah duduk di ruangan VIP karena Alex tidak ingin di ganggu dengan mata para pengunjung yang terus saja menatap istrinya.


Seorang pelayan datang dengan berbagai menu yang mereka pesan.


"Wahh ini pasti sangat enak" ucap Misel dengan wajah berbinar nya.


"Makanlah sayang sesuka mu" jawab Alex dengan tersenyum.


Alex merasa cemas dan khawatir , entah kenapa perasaannya begitu khawatir sedari keluar kantor tadi.


Seperti akan terjadi sesuatu yang buruk , tapi entah apa ia juga bingung.


"Mas" panggil Misel sambil menyentuh tangan Alex


"Eh sayang kenapa?" tanya Alex setelah sadar dari lamunannya.

__ADS_1


"Kenapa melamun hem" ucap Misel sambil mengelus tangan Alex.


"Tidak ada sayang" jawab Alex dengan tersenyum untuk menutupi ke cemasannya.


"Yaudah makan lagi , sebentar lagi kan ke kantor lagi" ucap Misel


Alex hanya mengangguk saja dan meneruskan makan siangnya , walaupun masih merasa cemas.


***


Reno , Saila dan Monik baru saja sampai di lobi sehabis makan siang , mereka tidak ikut dengan Alex walaupun Misel mengajak nya.


"Pak" ucap Saila kepada Reno


"Kenapa Sa?" tanya Reno setelah berhenti berjalan.


"Itu mobi siapa? daritadi disana terus?" jawab Saila sambil menunjuk dengan ekor mata nya.


"Ah baru saja aku akan menanyakannya Sa" ucap Monik menimpali.


***


Sementara itu Alex dan Misel sudah keluar restoran dan ingin menyebrang jalan.


Alex lebih dulu berjalannya karena Misel ingin membeli rujak dulu.


"Tuan awas" teriak Reno dengan lantang.


Misel yang melihat Alex akan tertabrak pun langsung saja berlari dengan kencang tanpa memperdulikan perut yang sudah besar.


Brukkkk


"Nyonyaaaaa" teriak Saila dan Monik dengan menggema.


Karyawan yang ada di Loby langsung saja mendekat dan melihat apa yang terjadi.


Sedangkan Reno langsung saja mengejar mobil yang melarikan dengan sangat kencang.


"Misel" teriak Alex dengan langsung bangun dan menghampiri Misel yang sudah bersimpuh dengan darah.


"Misel bangun sayang" ucap Alex dengan air mata yang sudah menetes.


"Tuan ayo bawa nyonya ke rumah sakit" ucap Saila dengan cepat , karena salah satu karyawan ada yang membawakan mobil dengan monik di dalamnya.


Alex langsung saja menggendong Misel dengan cepat , bahkan ia tak perduli dengan luka di keningnya.


"Cari Rumah sakit terdekat saja dan cepatlah" ucap Alex dengan teriak

__ADS_1


"Baik tuan" jawab karyawan yang menjadi supir tersebut.


"Sayang hey jangan menetup mata ya , kau pasti kuat , ingat kita akan segera menjadi orangtua" ucap Alex dengan membelai pipi Misel.


"Ma mas , ji jika aku tiada , kau jaga dan rawat anak kita ya" ucap Misel dengan terbata.


"No sayang , kita akan menjaga dan merawat nya sama-sama , kau kuat sayang" jawab Alex sambil memeluk tubuh istrinya.


Setelah sampai di rumah sakit , Alex langsung turun dan membawa Misel ke ruangan UGD secepatnya.


"Tuan tunggu disini dulu" ucap Dokter


"Selamatkan istri dan anakku Dok" jawab Alex dengan panik


Dokter hanya bisa tersenyum dan langsung masuk untuk menangani Misel.


***


Sedangkan Reno ia baru saja sampai di rumah yang kecil yang ada di pinggiran kota.


"Aku akan membuat kalian jera" gumam Reno


Lalu ia langsung menyuruh anak buahnya untuk menangkap mereka yang ada di rumah tersebut dan membawanya ke tempat biasa.


Kei sedang cemas pasalnya ia sangat khawatir dengan anak nya tapi entah kenapa ia juga bingung , seperti akan ada yang terjadi.


"Kei kenapa?" tanya Akhyar yang melihat Kei gelisah.


"Aku teringat Misel dan Alex " jawab Kei dengan wajah panik nya.


"Telpon saja yang" ucap Jo dan langsung saja Kei menelpon Alex tetapi tak kunjung di angkat , bahkan ia sudah menelpon Misel pun sama tak di angkat.


Lalu Kei menelpon Saila dan telpon yang ke dua baru di angkat.


"Iya Aunty?" jawab Saila


"Dimana Alex Sa?" tanya Kei dengan cepat


"Tuan sedang di rumah sakit, Nyonya kecelakaan Aunty" jawab Saila dengan gugup


"Apaaa? di Rumah sakit mana? aunty akan kesana sekarang" ucap Kei dengan kaget


Tut.


Saila langsung mengirimkan lokasi nya sekarang kepada Kei.


"Siapa Sa?" tanya Monik

__ADS_1


"Aunty Kei" jawab Saila lalu mereka duduk kembali sedangkan Alex ia tak bisa diam dia terus saja mondar mandir.


__ADS_2