Ketulusan Hati Istri Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Tersakiti
S 2


__ADS_3

Misel sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP , di dahi nya terdapat perban karena benturan tersebut.


Alex , Kei dan Emily duduk di samping dekat Misel , Alex tak henti-henti nya mencium tangan Misel sambil meneteskan air mata nya.


"Cepatlah bangun , lihatlah Putri kita dia sangat Canti sepertimu" Lirih Alex dengan terisak.


"Sabarlah nak , kita harus bersyukur meskipun kecelakaan itu saat hebat tetapi Istrimu kuat bahkan ia tak mengalami kritis" Ucap Emily dengan mendekati keponakannya.


"Kuatlah demi anak dan Istrimu nak" Ucap Kei dengan mengusap pundak Putra nya.


Ceklek


Munculah seorang perawat yang membawa box bayi.


"Maaf Tuan ini bayi anda , dan ini susu nya sebelum istri anda sadar" Ucap perawat tersebut.


"Terimakasih sus" Ucap Kei dengan ramah


Perawat tersebut hanya mengangguk dan tersenyum lalu ia pergi dari ruangan tersebut.


"Lihatlah nak , Putri kalian sangat cantik" Ucap Kei sambil menggendong anak Alex.


"Mom , aku ingin menggendong nya" Ucap Alex sambil merentangkan tangannya.


Kei memberikan bayi tersebut kepada Alex , bayi tersebut nampak menggeliat lucu dalam pelukan sang Ayah.


"Kau secantik Bunda mu sayang" Ucap Alex lirih.


"Akan kau beri nama siapa dia Lex?" Tanya Emily


"Nanti setelah Bunda nya bangun baru aku beri tahu Aunty" Jawab Alex

__ADS_1


Alex meletakan kembali Putri nya di box yang bersebelahan dengan Misel.


***


Jo dan Akhyar langsung bergegas kembali ke Rumah Sakit setelah sedikit memberi pelajaran kepada mereka.


"Jaga mereka jangan sampai lepas" Ucap Jo dengan dingin


"Baik Tuan" Jawab anak buah nya.


Mereka lalu masuk ke dalam mobil dan Akhyar langsung menancap gas nya menuju Rumah Sakit.


"Aku kira mereka tak akan kembali" Ucap Akhyar


"Aku sudah tahu bahwa mereka kembali , tetapi aku kira mereka tak akan berani mencelaki anak dan menantuku bahkan cucu ku yang belum lahir" Jawab Jo dengan menghela nafas nya.


"Semoga saja setelah ini tak ada lagi masalah , aku bahkan belum mengunjungi Putri ku kesana dan bahkan ia juga sedang hamil besar" Ucap Jo kembali


"Ya aku juga begitu , bahkan anakku belum mau menikah" Gerutu Akhyar.


***


Reno , Saila dan Monik baru pulang mereka terpaksa lembur hampir tengah malam , karena pekerjaan yang sangat menumpuk.


"Kakak nginap saja di rumah ya , Bunda juga menyuruh nginap" Ucap Saila dengan manja.


"Iya iya anak manja" Jawab Monik dengan gemas.


"Ayo" Ajak Reno dan mereka langsung masuk Lift.


"Kau akan menginapkan? besok kan weekend" Ucap Reno setelah di dalam Lift

__ADS_1


"Iyaa , ini anak manja sudah nempel begini" Jawab Monik sambil tersenyum.


"Hais di luaran sana aja sok tegas bahkan dingin , ehh di dalam mah manja" Ledek Reno dengan mengacak rambut Saila gemas.


"Heh kau juga Mas" Ucap Monik sambil mencebik kesal.


Reno hanya cengengesan saja.


Ting.


"Ayo cepat Sail" Ucap Reno sambil berteriak.


"Ihh abang aku ini ngantuk" Jawab Saila dengan memeluk Monik.


Monik hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat adik dan kakak yang terus berdebat.


"Sudah kapan jalannya ini mobil, tak apa mas aku di belakang dulu aja ya , kasihan Sail" Ucap Monik sambil mengelus pipi Reno sejenak.


"Hah baiklah baiklah" Pasrah Reno dan ia langsung duduk di balik kemudi.


Saila senyum kemenangan pasalnya ia akan mengambil kesempatan untuk bersama dengan Monik , bahkan ia akan bermanja.


"Awas saja kau" Ancam Reno dengan kesal


"Mas" Tegur Monik yang langsung membungkam Reno.


"Oh iya , kata Bunda ia akan mengatakan sesuatu padamu besok" Ucap Reno melirik Monik di kaca depan.


"Ehh mau bicara apa ya mas?" Tanya Monik dengan gugup


"Entahlah" Jawab Reno dengan santai.

__ADS_1


"Mungkin kalian akan di nikahkan" Celetuk Saila yang tidur di pangkuan Monik.


Reno hanya tersenyum saja melihat wajah gugup , panik menjadi satu di wajah Monik.


__ADS_2