
Esok pagi nya mereka sedang bersiap berangkat pulang karena Misel sudah jauh lebih baik.
Awalnya akan pulang sore tetapi Dokter mengatakan Pagi ini juga bisa pulang.
"Sudah sayang?" Tanya Alex
"Sudah mas , mas bawa tas aku dan Babby ya , aku akan gendong Nafi" Jawab Misel.
"Baiklah sayang" Ucap Alex sambil tersenyum.
Mereka langsung pergi dari sana.
Di parkiran supir sudah menunggu karena Reno harus ke kantor.
Selama perjalanan Nafi tertidur di gendongan Mommy nya , bahkan Alex dengan antengnya mencolek pipi Putri nya akibat gemas.
Setelah beberapa saat , akhirnya mereka sampai di Mansion utama keluarga Alex.
Semua orang menyambut Baby Nafi dengan bahagia , apalagi sang Paman Morgan , ia sudah tersenyum sedari tadi.
"Ahhh Babby Nafnaf cantikku" Ucap Morgan sambil membawa Putri Alex ke gendongannya.
"Nafnaf?" Ucap Misel dengan bingung.
"Iya dia Nafnaf cantik ku" Jawab Morgan membawa Nafnaf ke dalam Mansion.
Alex dan Misel mengikuti di belakangnya , sedangkan barang-barangnya langsung di bawa oleh pelayan.
***
Reno menghela nafas nya saat pekerjaan masih menumpuk di depannya.
"Mas?" Panggil Monik di ambang pintu masuk.
"Masuklah" Ucap Reno dengan lemah.
"Sini" Ucap Reno kembali sambil menepuk paha nya.
Monik langsung duduk di paha Reno , walau hatinya Deg degan tetapi ia menuruti kemauan calon suami nya.
Reno langsung memeluk Monik dengan memejamkan matanya.
"Lelah?" Tanya Monik sambil membelai kepala Reno.
"Hmmmm" Jawab Reno.
"Sabar , biar urusan Pernikahan Kita Aku dan Saila yang mengurus dibantu Bunda" Ucap Monik lembut.
__ADS_1
"Maaf ya , aku janji saat sebelum acara ini sudah beres yang" Balas Reno dengan lirih.
"Tak apa , kalau tak begini bagaimana kau akan membelikan aku tas brended mas" Ucap Monik dengan tersenyum.
"Baiklah Nyonya" Jawab Reno dengan terkekeh.
Monik langsung tertawa , padahal ia hanya menghibur Reno yang sedang ke lelahan saja.
"Baiklah aku kerja lagi oke" Pamit Monik berdiri dari pangkuan Reno.
Reno hanya mengangguk dan tersenyum saja , Monik langsung keluar ruangan Reno.
***
Sore hari tiba , Morgan sudah siap dengan koper nya.
Morgan akan pergi ke Negara dimana ia sedang Study sekarang.
"Nanti kau pulang Nafnaf sudah bisa jalan Dek" Ucap Misel yang melihat raut wajah Morgan yang enggan melepaskan Bayi nya.
"Hahhhh , baiklah aku pergi dulu ya Cantik , aku akan pulang nanti setelah kau besar dan aku akan membawakan Mainan banyak" Ucap Morgan sambil mencium seluruh wajah Nafnaf.
"Kak aku pergi dulu ya" Pamit Morgan dengan memeluk kakak ipar nya.
"Hati-hati , belajar yang benar ya" Nasihat Misel sambil membelai kepala Morgan sayang.
Morgan mengangguk sebelum pergi dari kamar Misel.
Selama perjalanan ke Bandara Morgan hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun.
"Kenapa Son?" Tanya Jo dengan lembut.
"Huhh sebenarnya aku ingin disini saja Dad, aku kasihan melihat kalian pasti kesepian apalagi saat nanti Nafnaf dan kakak ipar pindah ke Mansion nya" Jawab Morgan dengan sendu.
"Tenanglah , Kakak mu tidak akan pindah ke mansion nya , mereka akan menemani kami Nak" Ucap Kei dengan tersenyum.
"Benarkah Mom?" Tanya Morgan memastikan.
"Iya sayang" Jawab Kei dengan lembut.
"Ahh aku jadi tenang kalau begitu Mom" Ucap Morgan dengan memeluk Kei.
Kei membalas pelukan Anaknya dan sesekali mencium pucuk kepala Morgan.
Jonathan hanya bisa geleng kepala melihat ke manjaan sang Putra Bungsu nya.
***
__ADS_1
Mereka sampai di Bandara dan terlihat disana sudah siap Pesawat pribadi keluarga Cristian.
Morgan tak melepaskan pelukan sang Mommy.
"Ingat jaga kesehatan , belajar yang rajin dan jangan menyusahkan kakak dan kakak ipar mu oke" Ucap Kei memberi nasihat.
"Siap Mom, Mom nanti akan kesana kan?" Tanya Morgan
"Iya , tapi nanti saat keponakan mu lahir , Mom dan Dadd akan kesana" Jawab Jonathan
Morgan langsung memeluk Daddy nya dengan erat.
"Pergilah , jadilah lelaki yang hebat seperti Abang mu" Ucap Jo dengan mencium pucuk kepala Putra Bungsu nya.
"Baiklah , aku akan menjadi lebih hebat dari kalian" Jawab Morgan dengan terkekeh.
Lalu Morgan masuk ke dalam pesawat dengan melambaikan tangannya kepada Orangtua nya.
Setelah pesawat lepas landas , Kei dan Jo pulang kembali ke Mansion karena Misel pasti ke sepian di tinggal Alex ke kantor.
***
Sedangkan di kantor Alex sedang mengerjakan pekerjaan yang beberapa waktu di tinggalnya.
Reno masuk membawa beberapa berkas yang harus di tandatangani oleh Alex.
"Pergilah jika kau ingin menyiapkan pernikahan mu" Ucap Alex saat Reno sudah di ruangannya.
"Iya Tuan , tapi nanti setelah pekerjaan selesai" Jawab Reno dengan tegas.
Alex hanya bisa menghela nafas , sudah beberapa kali ia menyuruh Reno pulang tetapi tetap tidak bisa , bahkan ia menemani Alex lembur hingga sekarang.
"Baiklah , saya sebentar lagi akan pulang" Ucap Alex saat melihat jam sudah menunjukan setengah 10.
Reno hanya mengangguk dan bergegas merapihkan pekerjaannya.
Tak lama kemudian mereka pulang dengan wajah lelah nya.
Reno mengantarkan sang Tuan walaupun sudah di larang nya.
"Terimakasih , istirahatlah disini baru besok pulang" Ucap Alex saat sudah sampai di Mansion.
"Baik Tuan" Jawab Reno , karena sudah merasa lelah ia memutuskan menerima tawaran Alex.
Reno memberi kabar pada sang Bunda dan calon istri nya bahwa ia akan menginap di Mansion Cristian.
.
__ADS_1
.
.