
Emily yang melihat ke posesifan keponakannya hanya bisa geleng kepala.
" Sudah cepat panggil yang lainnya kita sarapan bersama " ucap Kei sambil menata makanannya.
Emily beranjak memanggil yang lainnya.
Terlihat Lexi pun menuruni anak tangga.
" Loh abang sudah disini? sejak kapan? " tanya Lexi saat melihat ada Riki di ruang makan
" Sudah 1 jam lalu dia disini , kamu nya aja yang gak peka , masa calon suami datang ini malah tidur ajaa " jawab Akhyar dengan mengambil piring makanan dari tangan istrinya.
" Isshh uncle nyebelin ya " ucap Lexi dengan merenggut kesal
" Sudah lah makanlah dulu jangan banyak bicara " ucap Jo , mereka semua diam saat Jo sudah berbicara seperti itu.
***
Saat semua sudah selesai sarapan pagi mereka langsung berangkat ke tempat tujuannya.
Riki dan Lexi pun sudah pergi untuk membeli cincin.
Reno sudah menunggu disana bersama Saila adik nya.
Datanglah Alex dan Misel yang tak mau lepas tangannya di pinggang Misel.
" Oh iya Saila kau akan bekerja di perusahaan ku jadi sekertaris , karena sekertaris ku itu hanya sementara , soalnya Lexi kalau sudah menikah ia akan ikut pindah ke negara suami nya " ucap Alex dengan wajah datar
Misel yang melihat wajah datar suami nya hanya bisa menghela nafas saja.
" Mas berangkat dulu ya , jangan capek-capek di rumah " ucap Alex sambil memperingati istri nya
" Baik mas , hati-hati yaa " balas Misel sambil mencium tangan suami nya.
Alex berjongkok dan mencium perut Misel yang masih rata karena kandungannya baru saja 1 bulan.
" Baik-baik ya nak " ucap Alex sambil mengusap perut Misel.
Setelah Alex pergi , Misel masuk lagi dan ikut duduk bersama mertua nya di ruang keluarga.
__ADS_1
***
Alex , Reno dan Saila sudah sampai di perusahaan , banyak karyawan yang melihat ke arah Saila dan mulai bertanya-tanya siapa wanita itu.
" Bekerja lah jangan bergosip " tegur Reno dengan nada dingin .
Reno langsung memencet tombol Lift.
" Saila apa kamu sudah tau tugas mu ? " tanya Alex
" Sudah tuan muda " jawab Saila dengan biasa saja.
" Baguslah dan usahakan kalau kita tidak saling kenal , cuma hanya sebatas atasan dan bawahan saja , biar tidak ada yang curiga " ucap Alex dengan serius
" Baik tuan " jawab Saila cepat.
Ting.
Alex masuk ke ruangannya di ikuti Saila , sedangkan Reno masuk ke ruangannya pribadi.
" Tuan hari ini anda akan meeting dengan klien di cafe Y , jam makan siang anda akan meeting dengan kolega dari negara J di sini " ucap Saila sambil menutup kembali tab nya
" Jam 09.30 " jawab Saila
" Baik , siapkan berkas nya " ucap Alex tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas
" Baik tuan , saya permisi " pamit Saila dan ia langsung keluar setelah mendapatkan anggukan dari Alex
" Hmm keluarga kulkas semua nya , tapi cuma lagi kerja aja kalau lagi di rumah mah sengklek " batin Saila menggerutu saat sudah sampai di meja nya.
Saila langsung saja mengerjakan pekerjaannya dengan semangat.
***
Sedangkan Reno ia sedang melihat adik nya bekerja , ia sebenarnya juga tak tega lihat adiknya bekerja tetapi ia juga jengah melihat rengekan adik nya yang ingin bekerja karena suka bete di rumah.
Datanglah Monika dari luar , Monika adalah asisten Reno bahkan mereka sudah sangat dekat.
" Bukankah dia Sail ? " tanya Monik pada Reno
__ADS_1
" Iya dia selalu merengek ingin bekerja " jawab Reno melihat Monik sudah duduk di kursi depan meja kerja Reno
" Biarlah mungkin dia kesepian karena bunda dan ayah sedang pergi " ucap Monik sambil memberikan berkas pada Reno.
" Iyaa mungkin , oh iya gaunnya sudah jadi kau ambilah nanti dengan Sail ke butiq langganan bunda " ucap Reno memberitahu nya
" Baik lah , aku keluar dulu ya " pamit Monik , Reno hanya mengangguk sambil tersenyum.
***
Alex dan Saila sedang dalam perjalan menuju cafe Y dengan di sopiri sopir kantor , karena Reno ada pekerjaan yang lebih penting.
Hampir 1 jam mereka akhirnya sampai di cafe tersebut.
Saila dan Alex langsung masuk dan bertanya dulu di mana ruang VIP nya , karena klien mereka sudah menunggu di ruangan VIP.
Mereka langsung masuk disana sudah ada dua orang menunggu nya.
" Maaf kami terlambat " ucap Saila dan langsung Alex duduk.
" Tidak apa-apa , silahkan duduk " ucap sang klien itu
" Oh iya perkenalkan nama saya Rinto dan ini anak saya Dewa , dia yang akan melanjutkan kerja sama ini tuan " ucap Rinto menjelaskan
" Oh baiklah tuan , mari kita bahas " balas Alex
Mereka membahas pekerjaan dengan serius , sesekali Dewa melihat ke arah Saila yang sedang serius.
Hampir 2 jam mereka membahas pekerjaannya dan Alex mengundurkan diri karena ia ada meeting lain lagi dengan yang lainnya.
***
Cantika baru sampai di perusahaan karena ia ada pemotretan di luar kantor dengan rekan nya.
" Apa kamu tau tadi tuan Alex pergi bersama wanita " tanya rekan kerja nya lain
" Siapa wanita itu berani sekali mendekati calon suami ku " ucap Cantika dengan kesal.
" Emang mau tuan Alex nya denganmu yang begini , jangan mimpi neng " sinis teman lainnya
__ADS_1
Mereka hanya mendengarkan saja tanpa mau ikut campur.