Ketulusan Hati Istri Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Tersakiti
Chapter 39


__ADS_3

Setelah semua beres shintia langsung keluar dari apart nya , tapi belum juga dia keluar anak buah jo sudah ada di depan apart nya dan menangkap shintia.


**********


3 bulan berlalu dan kini kandungan kei sudah menginjak 9 bulan yang mana membuat semua keluarga siaga apalagi jonathan.


"sayang pinggulku sakit" rengek kei karena setiap saat ia akan mengalami sakit pinggul.


"sini aku pijitin hmmm" ucap jo dengan lembut


Sudah 3 bulan juga weni dan siska merancang untuk menyingkirkan kei.


mereka tak terpikirkan akibat dari perbuatannya akan menimbulkan apa.


"siska bagaimana kita akan melangsungkan rencana kita saat melihat kei keluar dari mansionnya" tanya weni saat mereka sedang berada di kamar cantika


"iya mom , besok ia akan melakukan cek up ke rumah sakit" jawab siska dengan senyum jahatnya.


Sedangkan dikediaman Xu kei merasa gelisah , ia merasa perasaannya tak enak sejak tadi pagi.


"kau kenapa dek seperti gelisah" tanya akhyar


"gak tau kak aku merasa perasaanku gak enak aja" jawab sambil menghela nafasnya


"ayo kita istirahat saja sayang , besok kau akan cekup kan?" tanya jo dengan lembut


"iya besok aku akan cekup dengan bunda dan mela ya gapapa?" ucap kei dengan wajah memelas


"Ck , baiklah tapi kau juga harus di temani oleh boddyguard oke" jawab jonathan


"entah kenapa perasaanku tak enak" batin jo


"kau tak usah khawatir nak ada bunda yang menjaganya" ucap bunda nantha dengan tersenyum


"iya bunda , kalau begitu kita istirahat dulu ya" pamit jo dan langsung bergegas ke kamar

__ADS_1


Setelah jo dan kei pergi mereka tetap mengobrol dan sesekali tertawa bahagia.


"kau kenapa nak" tanya bunda ke mela karena melihat mela cemberut


"itu bunda abang tidak mau membelikan aku martabak manis dan rujak" jawab mela sambil berkaca-kaca


"loh kok nangis ayang" ucap bastian kaget karena melihat mela nangis


"aku benci abang bun , masa aku hanya ingin itu tak di belikannya hiks hiks" adu mela dengan nangis , mereka yang ada disitu hanya bisa diam


"kenapa bang tak kau belikan?" tanya sang ayah


"aishh ayah masa iya aku harus keluar dengan memakai daster ibu hamil" gerutu bastian dengan kesal


"tuhkann dia malah marah bun" ucap mela lagi sambil memeluk bundanya


"iya iya aku akan belikan aku akan memakai dasternya dulu , sekarang puas?" ucap bastian dengan sedikit kesal dan emosi


Mela yang mendengar bastian emosi langsung terdiam dan shock karena selama ia menjadi istrinya bastian tidak pernah berbicara seperti itu.


"bunda , ayah , akhyar aku pamit dulu aku tidur dulu , selamat malam" pamit mela dan ia berlari kekamar nya


Bastian yang melihat mela berlari pun langsung mengusap wajahnya kasar.


"abang kenapa harus bentak , mungkin mela sedang ngidam hanya orang ngidam yang meminta di luar akalnya" nasehat bunda


bastian hanya diam dan ia langsung masuk ke kamar nya melihat mela.


ia melihat mela sedang meringkuk sambil badannya bergetar , bastian tau mela pasti sedang menangis.


"ayang?" panggil baatian dengan lembut.


"iyaa kenapa bang? apa abang akan tidur? yaudah aku siapain dulu bajunya" jawab mela dan ia langsung menghapus airmatanya dan langsung bangkit akan ke ruangan ganti, tapi sebelum berdiri bastian memegang tangannya dan membuat mela jatuh di pangkuan bastian.


"maafkan abang ya sayang, abang hanya sedang lelah" ucap bastian dengan lembut

__ADS_1


"yaudah kalau lelah abang sana ganti baju dan tidurlah" kata mela dengan menunduk


Bastian lalu keruang ganti untuk mengganti bajunya , setelah itu ia langsung merebahkan badannya di sisi mela yang membelakanginya.


mela tak bisa tidur ia terus gelisah kesana kemari karena ingin sekali makan martabak manis , ia melihat ke samping bastian sudah terlelap tidur , ia bangkit dan keluar kamarnya.


terlihat di ruang tengah sang bunda , ayah dan akhyar masih mengobrol.


"kakak ipar kau akan kemana?" tanya akhyar karena penasaran melihat mela memakai jaket tebal , bunda dan ayah pun melihat mela dengan bingung.


"kau akan kemana nak?" tanya bunda


"mmmm aku akan keluar bun , aku ingin sekali memakan martabak sampai aku tak bisa tidur" jawab mela sambil menunduk


"biar aku antar kak" tawar akhyar


"baiklah ayo" jawab mela dengan antusias


Mela dan akhyar pergi mencari martabak yang mela inginkan.


sedangkan dikamar bastian sedang mencari istrinya karena saat meraba ranjang disisinya bastian tidak melihat mela.


baatian langsung keluar dan mencari mela.


ia melihat bunda dan ayahnya akan masuk ke kamar.


"bun lihat istriku?" tanya bastian dengan khawatir


"pergi membeli martabak dengan adikmu" jawab bunda cuek


"loh kok gak bangunin aku sih" kata bastian sedikit kesal


"alah nanti kamu bentak lagi kayak tadi" jawab ayah dengan ketus


Bastian yang mendengar ucapan kedua orangtuanya hanya diam dan ia langsung keluar menunggu sang istri.

__ADS_1


__ADS_2